by

5 Akibat Jika Anak Kurang Mendapat Perhatian

Perhatian orang tua adalah hal penting yang membentuk kepribadian seorang anak. Kurangnya perhatian dari orangtua akan membawa dampak negatif yang berkepanjangan bagi mental dan pribadi anak.

Bahkan, dampak tersebut bisa melekat sampai anak meranjak dewasa. Terkait hal ini, maka perlu bagi kita orangtua untuk mengetahui apa saja akibat jika anak kurang mendapat perhatian. Dengan begitu simaklah penjelasan berikut!

1. Acuh pada keluarga

Seperti yang telah kita ketahui, keluarga merupakan kelompok sosial terdekat, tempat kita bertukar pendapat. Dengan adanya keluarga, kita lebih dimudahkan menemukan solusi atas masalah yang kita lalui.

Baik itu masalah yang serius maupun masalah sepele sekalipun. Di satu sisi, sikap saling berbagi antar orangtua dan anak, dinilai mampu membangun keintiman keluarga, hingga menjadi lebih kuat dan lebih terikat.

Itulah sebabnya mengapa komunikasi antar keluarga diharapkan tetap terjaga keberlangsungannya, yakni agar setiap anggota dalam keluarga semakin mau terbuka.

Pada hal yang lainnya, hubungan komunikasi dalam keluarga juga diklaim mampu mempererat tali persatuan, sehingga mengurangi selisih paham yang sering memecah kesatuan.

Sayangnya, anak yang kurang mendapat perhatian, telah menjadi sosok yang acuh pada keluarga sendiri, bahkan memilih untuk tidak lagi peduli terkait hal apapun yang terjadi.

Ini disebabkan karena anak merasa dirinya tidak dipedulikan, hingga ia pun tidak mau menaruh kepedulian. Hal ini juga terbilang sebagai salah satu akibat yang paling sering memicu perpecahan dalam keluarga.

2. Menyimpan kebencian

Menjadi sosok pembenci tentu saja sebuah keburukan yang perlu dijauhkan. Apalagi menyimpan kebencian, sudah pasti harus dihilangkan agar tidak merusak kedamaian.

Faktanya, seorang yang menyimpan kebencian dalam diam dapat menimbulkan gaya hidup yang tidak sehat, seperti mengonsumsi minum-minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.

Baca Juga  7 Manfaat Mainan Edukatif yang Perlu Ortu Ketahui

Parahnya lagi, rasa benci yang disimpan dalam waktu yang berkepanjangan berdampak buruk terhadap kesehatan. Dampak yang dimaksud ialah penuaan di usia dini, berubahnya susunan hormon otak, serta meningkatnya risiko kerusakan jantung.

Biasa dialami oleh orang yang dewasa, ternyata sikap menyimpan kebencian kerap kali dimiliki oleh anak-anak yang kurang mendapat perhatian.

Terutama bagi mereka yang turut merasakan kekerasan bersamaan dengan kurangnya perhatian yang didapatkan. Akibatnya, rasa benci yang awalnya masih bisa diatasi malah semakin sulit untuk dijauhi.

Itulah sebabnya mengapa para orang tua kini diharapkan mau memberi perhatian kepada anak-anaknya, yakni agar jangan sikap membenci ini menjadi terpendam, dan terus ada menemani pertumbuhan anak hingga ke dewasanya.

3. Menjadi pemarah

Dalam ilmu psikologi, kemarahan merupakan suatu emosi yang sifatnya normal dan wajar-wajar saja. Dimana rasa emosi yang menaikkan kemarahan tersebut cenderung disebabkan oleh bermacam-macam jenis kasus, mulai dari tersinggung, tersakiti, dihina atau perilaku lainnya yang dianggap tidak mengenakkan.

Mirisnya lagi, sikap kemarahan kerap kali disepelekan karena dianggap tidak membahayakan. Padahal sikap sering marah ini memungkinkan seseorang terkena gangguan kesehatan, baik itu migrain hingga terkena serangan jantung.

Tidak hanya remaja maupun orangtua, anak kecil juga bisa menjadi sosok yang pemarah, terlebih ketika ia merasa ada hal yang tidak cocok dengan dirinya. Termasuk di antaranya perhatian yang kurang didapat dari orangtua mereka.

Bagaimana bisa? Nah, kondisi ini telah dilandasi atas ketidakmampuan anak mengekspresikan perasaannya dengan aman. Sebagai hasilnya, anak terlihat sangat sensitif dan mudah marah tanpa sebab.

Dengan demikian, pribadi pemarah yang termasuk salah satu akibat jika anak kurang mendapat perhatian ini, perlu sekali diatasi lewat pengaturan hubungan komunikasi. Manfaatnya agar sikap pemarah ini tidak merusak pribadi anak hingga dewasa nanti.

Baca Juga  Jangan Jadi Orang Tua yang Otoriter Terhadap Anak, Kenali Ciri-cirinya
4. Kehilangan percaya diri

Tidak perlu dipertanyakan lagi, sikap percaya diri tentu sangatlah penting dalam membangun mutualitas diri sendiri. Sangking pentingnya, banyak orang yang berusaha dengan berbagai cara untuk membangkitkan kepercayaan diri mereka, yang sesungguhnya telah ada dan telah mereka punya.

Melalui sikap percaya diri pula, setiap orang menjadi lebih mampu dan lebih berani untuk mengejar cita-cita dan harapannya. Tapi perlu kita pahami bahwa hilangnya rasa percaya diri pada anak, tidaklah selalu diakibatkan oleh lingkungan luar yang tidak menyehatkan.

Melainkan juga dari lingkungan terdekat anak seperti keluarga. Hal yang dimaksudkan ialah saat orangtua kurang memberi perhatian pada anaknya. Dimana hal tersebut membuat anak merasa bahwa dirinya tidak dicintai, tidak diakui dan tidak diperhatikan.

Alhasil anak pun mendirikan anggapan, bahwa dirinya tidak mungkin menerima perhatian dari teman maupun orang lain yang ada disekitarnya. Fatalnya, mental anak menjadi terganggu lantaran malas dan takut untuk bergaul.

5. Terjerumus pada tindak kejahatan

Terakhir, akibat jika anak kurang mendapat perhatian tak lain ialah anak terjerumus pada tindak kejahatan. Berbicara soal kejahatan, sesungguhnya ada banyak hal yang tentu dapat kita bahaskan. Baik itu penipuan, pencurian dan hal-hal lain yang menimbulkan suatu ketidaksukaan dalam bermasyarakat.

Tapi satu yang terpenting, fenomena kejahatan yang merusak perilaku dan kedamaian dalam lingkungan ini, tidak hanya disebabkan oleh faktor pergaulan saja, tetapi juga faktor orangtua yang barangkali kurang memberi perhatian pada anaknya.

Sehingga anak menjadi berontak dan melampiaskan, segala rasa kekesalannya lewat melakukan tindak kejahatan yang sungguh menganggu kenyamanan.

Baiklah sobat Lintashaba, itulah tadi bahasan mengenai akibat jika anak kurang mendapat perhatian. Semoga dengan adanya artikel ini, kita sebagai orangtua semakin lebih terbuka dan lebih memahami bahwa peranan kita tidaklah sekadar memastikan pertumbuhan anak.

Baca Juga  5 Game Edukasi Untuk Anak yang Sangat Bermanfaat

Tetapi juga tentang memberi perhatian, sebagaimana pribadi anak tidak menjadi rusak layaknya hal yang dijelaskan pada uraian di atas.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya