oleh

15 Cara Cerdas Mengajari Anak Mengelola Uang

 

Sejak kapan sebaiknya orang tua mengajari anaknya mengelola uang? Jawabannya adalah semakin cepat semakin baik. Semakin cepat mengajari anak tentang cara mengelola uang, maka akan semakin kompeten pula si anak dalam mengelola keuangan pribadinya ketika dia tumbuh besar nanti.

Patokannya adalah ketika anak sudah belajar berhitung, orang tua boleh mulai menjelaskan segala hal tentang uang. Seperti tentang kegunaan dan cara mengelolanya.

Nah, bagaimana cara mengajari anak mengelola uang? Simaklah 15 cara cerdas berikut.

1. Mulailah dengan Memperkenalkan Uang Logam

Sebaiknya perkenalkan anak dengan uang yang nominalnya tidak terlalu besar. Seperti uang logam dengan beberapa nominal. Atau, uang kertas yang bernominal kecil. Ajari anak cara menghitung total uang logam dan barang apa saja yang dapat dibelinya dengan uang tersebut.

2. Beri Hadiah Berupa Celengan

Cara cerdas mengajari anak mengelola uang yang berikutnya adalah dengan memberi anak hadiah berupa celengan, yang berbentuk unik atau bergambar karakter kartun favoritnya. Berikan penjelasan sederhana kepadanya mengenai fungsi celengan.

Setelah itu, ajari dia untuk menabung sebagian uangnya, seperti uang jajan atau uang hadiah dari anggota keluarga lainnya. Ajarilah anak menabung secara konsisten. Buatlah dia merasakan jumlah uang di celengannya bertambah banyak dari waktu ke waktu.

3. Percayakan Sejumlah Uang untuk Disimpan Sendiri oleh Anak

Orang tua seringkali menganggap anaknya belum mengerti nilai uang, sehingga cenderung teledor pada saat menyimpannya. Akibatnya, setiap kali anak mendapat uang, orang tua buru-buru mengambil uang tersebut.

Padahal, banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan mempercayakan sejumlah uang untuk disimpan sendiri oleh anak. Di antaranya adalah menanamkan pola pikir bahwa uang sangat berharga, menumbukan rasa tanggung jawab, serta melatih kebiasaan menabung sejak dini. Setelah anak beranjak dewasa, dia akan lebih bijaksana dalam menggunakan uang.

4. Lakukan Permainan tentang Uang bersama Anak

Anak-anak sangat suka dengan konsep “belajar sambil bermain”. Dengan demikian, mengajari anak mengelola uang dengan sarana permainan merupakan salah satu pilihan yang tepat. Jenis permainan yang dimaksud misalnya permainan monopoli, permainan peran pembeli-penjual, permainan membeli tiket ketika akan masuk ke tiap ruang yang ada di dalam rumah, dan sebagainya.

Baca Juga  5 Manfaat Belajar Sastra untuk Para Remaja

Melalui berbagai jenis permainan tersebut, orang tua dapat menjelaskan fungsi uang dan bagaimana menggunakan uang dalam kehidupan sehari-hari.

5. Ajak Anak Berbelanja

Dengan sesekali mengajak anak belanja bersama, orang tua dapat mengetahui apakah anak termasuk pemboros atau tidak, mengedepankan kualitas atau kuantitas dan lain sebagainya.

Melalui kegiatan bersama ini, orang tua bisa mengajari anak tentang pentingnya membuat anggaran belanja, membedakan antara kebutuhan dengan keinginan, menentukan kualitas barang, dan mencari toko yang menjual barang dengan harga lebih murah.

Tujuannya agar anak tidak berbelanja asal-asalan, tetapi mempertimbangkan kualitas dan harga barang yang ingin dibelinya. Ya, berbelanja juga merupakan cara cerdas mengajari anak mengelola uang dengan cara yang menyenangkan.

6. Ajari Anak untuk Melakukan Pertimbangan sebelum Berbelanja

Pada saat memegang uang, banyak orang dewasa yang tergoda untuk segera membelanjakannya. Padahal, barang yang dibelinya tidak diperlukannya. Agar kelak anak tidak memiliki kebiasaan semacam itu, sangatlah penting sekali bagi orang tua untuk membekali anak dengan pengetahuan, tentang mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum menggunakan uang.

Berikan anak kebebasan untuk menggunakan uangnya. Akan tetapi, tetap arahkan dia untuk mengelola uang dengan baik dan menyusun prioritas berdasarkan kebutuhan.

7.  Ajari Anak tentang Cara Kerja Uang

Anak perlu mengetahui bagaimana uang dapat dipergunakan sebagai alat di semua transaksi. Orang tua dapat melibatkan anak dalam transaksi pembayaran ketika berbelanja. Berikan kesempatan kepada anak untuk melakukan proses transaksi sendiri.

Namun sebelumnya, ajak anak mengamati harga barang sambil menganalisis kualitasnya. Jelaskan mengapa suatu produk dipilih. Hal ini akan memberikan pemahaman kepada anak tentang cara memanfaatkan uang dengan bijaksana.

8. Berikan Kesempatan kepada Anak untuk Menghasilkan Uang

Jika anak terus-menerus mendapat uang secara cuma-cuma, hal ini dapat menanamkan kesan kepada anak bahwa uang mudah didapat. Untuk mencegah pemikiran ini berkembang lebih lanjut, orang tua bisa mengantisipasinya dengan mengenalkan konsep hadiah/reward.

Beri motivasi pada anak untuk melakukan pekerjaan rumah atau melakukan pencapaian tertentu. Setelah anak selesai melakukannya, berikan reward kepadanya. Hal ini dapat menanamkan mindset bahwa uang harus diperoleh dengan bekerja keras. Sehingga anak tidak akan meremehkan uang.

Baca Juga  Kiat Mengajar agar Tidak Membosankan bagi Seorang Guru
9. Berilah Pengetahuan kepada Anak tentang Menabung Uang di Bank dan Investasi

Mungkin masih sulit untuk menjelaskan konsep investasi kepada anak. Namun, cara cerdas mengajari anak mengelola uang yang satu ini tidak boleh diabaikan.

Sebelum menjelaskan kepadanya tentang konsep investasi, orang tua dapat memerkenalkan lebih dahulu kepada anak, tentang tata-cara menabung di bank dan mengapa hal tersebut sangat penting. Setelah anak beranjak remaja, mulai perkenalkan hal-hal dasar mengenai investasi.

10. Membuat Buku Tabungan Pribadi Anak

Pada saat anak sudah memasuki usia remaja, buatkanlah buku tabungan atas nama si anak. Setelah itu, ajaklah anak untuk menyisihkan uangnya secara lebih teratur ke rekening pribadi demi masa depannya.

Menyimpan di rekening, selain aman juga dapat meminimalisir keinginan anak untuk konsumtif. Untuk memantau arus keuangan anak, orang tua dapat melakukan pengecekan secara berkala melalui catatan di buku rekening pribadinya.

11. Ajari Anak Menggunakan Kalkulator

Kalkulator dapat memudahkan anak untuk menghitung jumlah uangnya secara keseluruhan, mulai dari pemasukan hingga pengeluaran. Ajari anak cara menggunakan tombol-tombol pada kalkulator sesuai dengan fungsinya. Dengan begitu, anak tidak bingung pada saat ingin menghitung uangnya.

12. Pandu Anak Membuat Catatan Keuangan

Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran uanganya, anak akan belajar tentang cara mengelola uang ke level yang lebih tinggi. Ajarkan anak membuat catatan keuangan sederhana ketika anak berusia antara 6 sampai 10 tahun.

Pada rentang usia ini, anak sudah mendapat pelajaran matematika sederhana di sekolah sehingga dapat langsung dipraktikkan dalam pengelolaan uangnya sehari-hari. Jika terjadi kesalahan dalam penghitungan, orang tua bisa langsung mengoreksi kesalahannya dan segera memperbaikinya.

13. Menjelaskan kepada Anak agar Tidak Membicarakan Uang dengan Orang Lain

Orang tua perlu menjelaskan kepada anak, bahwa bertanya atau bercerita tentang keuangan ke orang lain merupakan perilaku yang kurang sopan. Alasannya adalah karena tidak semua orang merasa nyaman, untuk membicarakan uang yang dihasilkan atau uang yang dia pakai untuk membeli suatu barang. Selain itu, anak juga perlu memahami bahwa sebaiknya dia tidak membandingkan jumlah uang yang dimilikinya dengan milik orang lain.

Baca Juga  Begini Cara Mengatasi Nusyuz di Dalam Islam
14. Jadilah Contoh yang Baik bagi Anak

Orang tua diharapkan selalu memberi contoh yang baik bagi anak. Jadi, orang tua pun harus menjadi contoh yang baik dalam menggunakan uang. Jangan sampai anak hanya melihat orang tua pada saat membelanjakan uangnya, tetapi anak tidak pernah melihat orang tuanya membuat catatan keuangan, berinvestasi, dan menabung. Orang tua juga harus memberi anak contoh tentang kejujuran dalam menggunakan uang.

15. Ajaklah Anak untuk Turut Membantu Orang Lain dengan Uang yang Ia Miliki

Berilah pemahaman kepada anak bahwa di dunia ini banyak hal berharga selain uang. Seperti waktu berkualitas dengan keluarga dan peduli terhadap orang lain yang membutuhkan. Orang tua bisa memberinya contoh dengan menyumbangkan sebagian uang yang dimiliki, kepada korban bencana alam atau anak yatim piatu.

Nah, itulah 15 cara mengajari anak mengelola uang. Perlu diingat bahwa mengajari anak balita tidak akan sama dengan mengajari anak remaja atau yang sudah lebih dewasa. Perlu kesabaran. Tidak semua anak dapat langsung menerima pelajaran yang diberikan. Dalam hal ini, anak perlu diajarkan secara bertahap dengan memberikan contoh nyata. Hal ini akan membuat anak meniru dan lebih mudah mempraktikannya sejak dini hingga dia dewasa nanti.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Publikasi Terkait Lainnya