by

5 Mantan Pemain Tim Nasional dengan Skill Menawan di Era 90an

Jumlah mantan pemain tim nasional dengan skill menawan di era 90an itu sangat banyak. Bahkan sebagian besar di antaranya telah dinobatkan sebagai legenda yang menunjukkan kalau si pemain memang berkualitas tinggi.

Nah, bagi para mania bola Indonesia yang ingin mengetahui siapa saja bintang tim nasional PSSI yang pernah menjadi super star, telah beruntung karena menemukan artikel ini. Sebab, konten artikel berisi tentang ulasan singkat tentang pemain tim nasional Indonesia yang memiliki skill di atas rata-rata. Ini dia pemain yang dimaksud:

1. Anang Makruf

Perjalanan Anang Ma'ruf, Pemain Multi-Posisi yang Sukses Raih 3 Trofi Juara  Liga Indonesia - Indonesia Bola.com

Mantan pemain tim nasional dengan skill menawan yang pertama adalah Anang Makruf. Pemain berpostur jangkung ini pernah menjadi bintang PSSI di era 90an, ketika masih berbaju Persebaya Surabaya. Sepertinya, sampai saat ini masih belum ada pemain bek kanan dengan kualitas yang setara Anang Makruf.

Salah satu kelebihan Anang Makruf adalah keberaniannya melakukan overlapping, dengan cara menyisir sayap untuk membongkar pertahanan lawan dari sisi lapangan. Luar biasanya, Anang Makruf bisa melakukan serangan dengan cara dribbling meliukkan tubuhnya melewati bek sayap kiri lawan.

Anang Makruf juga terbilang pemain belakang yang taktis dan memiliki tackling maupun sliding bersih. Emosi pemain ini juga stabil sehingga amat jarang mendapatkan kartu dari wasit. Sebuah potret pemain belakang yang unik dan tidak banyak pemain belakang yang bisa menirunya.

2. Kurniawan Dwi Yulianto
Kurniawan Dwi Yulianto, si 'Kurus' yang Gembul Gol di Piala AFF |  kumparan.com
Foto: Wikimedia Commons

Jika kamu tergolong mania bola yang lahir tahun 80an pasti kenal dengan Kurniawan Dwi Yulianto. Pemain Persija Jakarta dan PSM Makasar ini, merupakan striker timnas Indonesia tepatnya sebagai penyerang tunggal jebolan PSSI Primavera.

Pada tahun 90an Kurniawan Dwi Yulianto sempat terbang ke Italia untuk menjajal klub Sampdoria. Striker ini berangkat bersama Kurnia Sandi yang kala itu masih menjadi penjaga gawang hebat Pelita Jaya.

Baca Juga  5 Gelandang Bertahan Terbaik Dunia yang Layak Menjadi Legenda

Sayang, Kurniawan gagal berkarier bersama klub utama Serie A Italia tersebut, sedangkan Kurnia Sandi harus tersingkir karena kalah bersanding dengan penjaga gawang Christian Abbiati yang akhirnya sukses bersama Ac Milan.

Kurniawan Dwi Yulianto tidak hanya dibekali dengan naluri gol yang tinggi. Tetapi, kemampuan dribling-nya juga di atas rata-rata bahkan tidak jarang sebelum menceploskan gol, Kurniawan harus meliuk-liuk dulu melewati 2-3 pemain belakang lawan.

3. Aji Santoso
Aji Santoso: Arema, Persebaya, dan Kisah tentang Sepatu Bola yang Disita |  kumparan.com
Foto: Dok. Media Persebaya

Jika Swiss memiliki Ryan Giggs dan Republik Ceko memiliki Pavel Nedved, maka Indonesia juga memiliki pemain yang memiliki skill setara yaitu Aji Santoso. Pemain eks Arema Malang ini tidak hanya memiliki skill dribbling yang oke, larinya juga cukup kencang serta memiliki kemampuan melakukan body change dengan lawan.

Aji Santoso adalah mantan pemain tim nasional dengan skill menawan yang layak menjadi legenda. Di Arema pun Aji Santoso telah menjadi ikon akibat kesetiaannya yang luar biasa. Tidak ada klub lain yang dibelanya yang menunjukkan kalau integritas dari pemain ini memang luar biasa.

Sebagai pemain sayap kiri, Aji Santoso sering menjadi sasaran tekling kasar dari bek kanan lawan. Namun peristiwa ini tidak menjadikannya emosional, tetapi justru membuat gaya permainannya semakin berapi-api. Aji Santoso sendiri kini telah pensiun dan lebih memilih menjadi pelatih klub lokal daripada melatih di luar Indonesia.

4. Sugiantoro
Bejo Sugiantoro Resmi Perbarui Kontrak di Persebaya
Foto: persebaya.id

Pada tahun 90an Indonesia memiliki pemain palang pintu atau istilah kerennya pemain libero, dengan skill yang sangat luar biasa. Namanya adalah Sugiantoro yang di kala itu bermain bersama tim Bajul Ijo Persebaya Surabaya.

Pemain yang akrab disebut Bejo ini memiliki kemampuan membaca ritme serangan lawan yang sangat jitu. Makanya, dua striker lawan dan penyerang lubang amat kesulitan untuk melewatinya. Posisinya benar-benar seperti jangkar di pertahanan terakhir tim Indonesia.

Baca Juga  Pemain Sepak Bola Spesialis Tendangan Bebas yang Yahud

Sebelum membela tim nasional Indonesia Sugiantoro telah berhasil membantu The Green Force menjuarai Liga Indonesia 1. Ini merupakan prestasi manis ketika di Galatama, Persebaya nyaris selalu gagal untuk menjadi juara. Peran Bejo di peristiwa ini memang tidak bisa diremehkan bahkan dia layak dijadikan legenda Persebaya dan Indonesia.

Kabarnya putra Bejo Sugiantoro juga berprofesi sebagai pebola. Luar biasanya si bocah ini ikut membela tim nasional kelas usia 23 tahun. Tentu sepak terjangnya layak ditunggu serta layak dipastikan, apakah si anak ini akan mewarisi kualitas sang ayah di lapangan hijau atau tidak. Kita tunggu saja performanya.

5. Rocky Puttiray

Hat-Trick Rocki Putiray untuk Indonesia | Pandit Football Indonesia

Indonesia memiliki stok pemain depan segudang. Selain mempunyai striker sekaliber Kurniawan Dwi Yulianto, tim Garuda juga memiliki striker ber-skill dewa yaitu Rocky Puttiray. Pemain yang selalu tampil dengan unik ini tidak jarang menjadi pemecah kebuntuan di lini depan.

Rocky Puttiray memiliki kemampuan merebut bola dari kaki lawan. Setelah itu dia langsung mencari posisi untuk melesakkan bola ke gawang dengan memanfaatkan kaki kirinya sebagai kaki terkuat. Sundulannya juga mematikan dan sulit untuk dijangkau penjaga gawang lawan.

Sebelum memutuskan untuk gantung sepatu Rocky Puttiray masih bermain di liga Malaysia. Namun kariernya tidak begitu bagus seiring dengan usianya yang sudah menua. Tidak tersiar kabar apakah Rocky masih berkecimpung di dunia bola sebagai pelatih, atau justru memiliki melakukan profesi lain di ujung karier-nya.

Itulah beberapa mantan pemain tim nasional dengan skill menawan yang layak menjadi legenda. Bahkan sebagian di antaranya masih aktif di dunia bola, sekalipun hanya menjadi pelatih yang menginstruksikan taktik permainan dari pinggir lapangan.

Penulis : Agus Heriyanto

Gravatar Image
Saya adalah seorang penulis artikel online yang telah menekuni profesi selama 8 tahun lebih. Ini Saya lakukan semata untuk memberikan informasi yang berharga kepada seluruh pembaca online di seluruh Indonesia.

Comment

Artikel Terkait