by

Menjadi Hebat di Tengah Keluarga Broken Home

Idealnya keluarga adalah  tempat tumbuh dan berkembangnya anak agar sehat baik secara fisik maupun mental. Namun, tidak semua keluarga dapat memberikan hal demikian. Broken home adalah kondisi tidak utuhnya sebuah keluarga, yang disebabkan perceraian ataupun masalah yang tak kunjung dapat diselesaikan dengan baik. Kebutuhan emosional anak akan benar-benar sangat terganggu. Sebagai makhluk sosial, anak juga butuh komunikasi secara dua arah agar dapat mengekspresikan perasaannya.

Misalnya pada kasus perceraian atau pisahnya kedua orang tua maka komunikasi anak menjadi sangat kurang, atau pula pada kasus seringnya orang tua bertengkar di depan anak yang kerap kali melukai hati sang anak.

Hal ini sering kali tidak disadari orang tua karena sibuk dengan dunianya sendiri. Jika terus dibiarkan, maka hal ini akan mempengaruhi kondisi sosial anak. Lantas apakah anak broken home akan selalu memiliki negative vibes ? Tidak. Berikut penulis bagikan bagaimana menjadi hebat di tengah keluarga broken home

1. Melihat dari Sudut Pandang yang Berbeda

 

 

 

 

 

 

 

Waktu membiasakan segalanya adalah untaian kata yang sangat klise namun memang benar adanya. Terbiasa dengan pertengkaran orang tua atau terbiasa hidup tanpa sosok ayah / ibu akan menjadikan seorang anak broken home merasa hal itu biasa saja.

Cara agar anak tetap bisa survive tanpa harus berada dalam tekanan atas kondisi tersebut, maka seorang anak harus mampu melihat dari sudut pandang yang berbeda. Memilki keyakinan bahwa orang tua bukanlah pilihannya adalah salah satu hal yang menguatkannya.

Meyakinkan diri bahwa yang dihadapinya bukanlah kesalahannya, melainkan hanya sebuah titipan untuk membentuk kepribadian kuat atas dirinya. Manusia adalah sosok yang apabila tidak menemukan apa yang mereka inginkan, maka akan cenderung menciptakan  apa yang mereka harapkan. Misalnya terlahir dengan kondisi kurangnya kasih sayang dari kedua orang tua, maka anak akan memiliki tekad yang kuat untuk lebih memiliki hati yang peka pada keluarga yang kelak akan ia bina.

Baca Juga  Berani untuk Menjadi Tidak Disukai

Artinya ia belajar dari segala hal sulit yang ia dapatkan di kehidupan masa lalunya. Ini  penting buat kamu yang closed minded, yang mengganggap bahwa anak broken home akan selalu memberi pengaruh yang buruk tapi faktanya tidak juga. Tidak menutup kemungkinan anak broken home menjadi nakal namun kamu perlu ingat hal ini juga berlaku sebaliknya.  

2. Selektif 

 

 

 

 

 

 

 

 

Latar belakang keduanya orang tua-nya yang tidak dapat utuh, mengajarkan anak broken home atas pentingnya selektif dalam memilih  pasangan. Ini juga menjadi salah satu alasan bagi mereka sehingga merasa biasa saja apabila lama sendiri. Karena pada dasarnya mereka lebih memperhatikan karakter dan kepribadian dibandingkan hanya melihat visual seseorang.

Anak dari keluarga broken home akan secara detail, memperhatikan segala sesuatu dari seseorang yang benar-benar mereka ingin ajak serius. Komitmen dan prinsip mereka kuat atas apa yang harus mereka dapatkan dan atas apa yang wajib mereka hindari. Tak heran meskipun ada banyak yang mendekati, mereka lebih memilih untuk tetap sendiri karena mereka benar-benar paham atas apa yang mereka mau. 

3. Menjadi Sosok yang Mandiri

 

 

 

 

 

 

 

Tidak utuhnya sebuah keluarga akan menjadikan kurangnya komunikasi, antara anak dengan orang tua begitu pula sebaliknya. Berlatar belakangkan demikian sang anak akan sangat sukar untuk mengekspresikan isi hati mereka.

Hal ini berdampak bagi kepribadian anak yang mau tidak mau harus mampu, menyelesaikan setiap masalah sendiri dan harus mampu berjuang seorang diri. Beberapa keluarga broken home, mungkin memberikan fasilitas terbaik kepada anak-anaknya atas apa yang mereka butuhkan.

Namun apa kabar dengan mereka yang mendapat paket komplit. Bahkan mereka harus berjuang sendiri atas apa yang mereka butuhkan. Mereka benar-benar butuh sosok bercerita namun keadaan justru tidak dipihak mereka. Mau tidak mau mereka harus benar-benar mandiri untuk mampu berdiri di kaki sendiri.

Baca Juga  8 Minuman Diet Sebelum Tidur yang Sehat

Mental yang dibentuk lewat sakitnya kehidupan, akan menjadikan anak seorang broken home tumbuh menjadi kuat dan benar-benar mandiri. Tidak bergantung pada siapapun dan tidak berekspektasi lebih atas siapapun juga, karena mereka sadar betul yang harus berada di garda terdepan atas mereka adalah diri sendiri. Hal ini sungguh membuat anak broken home tangguh dan juga hebat, jika kamu salah satunya kamu keren :).

4. Lebih Peka

 

 

 

 

 

 

Pahitnya terlahir dari latar belakang keluarga broken home menjadikan mereka sosok yang sadar diri. Anak broken home mengerti pahitnya ditinggalkan atau tidak diperhatikan. Ketika bertemu dengan orang yang dari latar belakang sama, mereka akan lebih peka dan lebih mengerti tanpa harus banyak bertanya.

Itu alasan sebagian dari mereka bertumbuh menjadi pribadi yang lebih peduli dan lebih sukar untuk melihat orang susah. Misalnya anak broken home yang dibesarkan oleh orang tua tunggal, akan cenderung memiliki jiwa yang penyayang, karena mereka menyadari bagaimana orang tua mereka mencoba bertahan atas kondisi yang menimpa mereka.

Di tengah sukarnya kehidupan yang harus dilalui seorang anak broken home, menjadi beban bagi orang lain adalah hal yang sangat mereka hindari. Mereka memahami betul setiap orang memiliki masalahnya sendiri, sehingga bukan waktunya untuk mereka menambah beban bagi oranglain.

Namun di waktu yang bersamaan mereka adalah sosok  pendengar yang baik, yang selalu berusaha mampu untuk memberikan solusi terbaik atas masalah oranglain. Anak broken home mengerti fase seseorang butuh teman cerita, adalah fase dimana hati tidak sanggup lagi membendungnya secara sendiri, dan mereka sangat menghargai orang-orang yang mempercayakan cerita kehidupan pribadi mereka kepadanya.

Baca Juga  Inspiratif, yuk Tiru Perjalanan Karir BTS yang Penuh Motivasi!

Terbiasa sakit ternyata justru membawa dampak postif bagi seorang anak broken home, mereka tumbuh menjadi anak yang lebih peka atas keadaan di sekitarnya.

Jika kamu terlahir dari keluarga broken home dan kamu masih banyak mendengar stereotip, yang menyatakan kamu akan tumbuh menjadi anak yang tidak baik, maka penting buat kamu untuk harus benar-benar mengabaikan mereka. Sebab segala sesuatunya adalah pilihan dan menjadi hebat di tengah keluarga broken home adalah pilihan yang wajib kamu ambil. 

Comment

Artikel Terkait