oleh

Mengenali Ciri Gaslighter Melalui 9 Perilaku Ini

Sebelum mengenali ciri gaslighter, kamu perlu tahu dulu apa itu gaslighting. Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang membuat “korban”-nya ragu pada diri sendiri. Gaslighting dapat dianggap sebagai bentuk pelecehan emosional yang membingungkan.

Adapun yang disebut gaslighter adalah orang yang melakukan gaslighting. Jadi, jika ada seseorang yang dengan sengaja mendistorsi kenyataan untuk membuatmu merasa apa yang kamu lihat atau rasakan tidak nyata, maka kemungkinan besar kamu telah menjadi korban gaslighting yang dilakukan oleh seorang gaslighter.

Istilah gaslighting berasal dari drama tahun 1938, Angel Street. Drama tersebut kemudian diadaptasi oleh Alfred Hitchcock ke dalam film berjudul Gaslight, yang diproduksi pada tahun 1944. Film tersebut mengisahkan tentang seorang laki-laki yang mencoba meyakinkan istrinya, bahwa istrinya gila dan berharap agar istrinya masuk ke lembaga rehabilitasi. Dengan cara begitu, dia dapat mencuri uang dari istrinya.

Mengenali ciri gaslighter perlu dilakukan jika kamu tidak ingin menjadi korbannya. Apalagi, seorang gaslighter pada umumnya pandai mengucapkan kata-kata manis yang mengandung unsur manipulasi. Ayo, sekarang kita mulai mengenali ciri gaslighter.

1. Suka Berbohong atau Menyangkal Sesuatu

Untuk mengenali ciri gaslighter, pastikan apakah orang tersebut suka berbohong atau menyangkal sesuatu. Seringkali, dia pun akan menolak mengakui kebohongannya walaupun sudah ada bukti. Adakalanya, seorang gaslighter mendadak berubah peran sebagai korban, dengan tujuan mempertahankan kebohongannya. Perbuatannya ini akan memancing emosimu dan membuatmu semakin frustrasi.

2. Dia Membuatmu Mempertanyakan Realitas Versimu

Ketika kamu menceritakan apa yang kamu rasakan, dia akan berkata, “Kamu sensi amat, sih!”, yang artinya kamu terlalu mengambil hati untuk sesuatu yang dianggap sederhana. Melalui kalimat tersebut, gaslighter ingin membuatmu merasa bersalah.

Baca Juga  Inilah 5 Bahan untuk Membuat Tas Kain, Kamu Tertarik Membuatnya?

Bahkan, dia dapat dengan mudahnya membuatmu mengucapkan kata maaf. Padahal, kamu yakin sekali apa yang kamu rasakan bukanlah masalah sederhana dan kamu tidak melakukan kesalahan. Untuk menyikapi hal semacam ini, mulailah belajar mempercayai dirimu sendiri. Dengakan suara hatimu. Percayai apa yang kamu rasakan.

3. Sering Menuduhmu Salah Ingat

Dia sering bersikeras bahwa suatu peristiwa atau perilaku yang kamu saksikan tidak pernah terjadi. Untuk memperkuat keyakinannya, dia akan melontarkan tuduhan bahwa kamulah yang salah ingat. Dia akan sering mengatakan, “Memangnya kapan aku bilang gitu?” Itulah kalimat manipulasi andalannya, seolah dia ingin menghapus ingatanmu.

Dalam contoh ini, gaslighter sebenarnya pernah mengatakan sesuatu. Namun, ketika kamu mengungkitnya, dia akan berpura-pura lupa. Jika dilakukan terus-menerus, hal tersebut dapat menurunkan rasa percaya dirimu. Mengenali ciri gaslighter seperti ini mudah sekali dilakukan, asalkan kamu percaya pada dirimu sendiri.

4. Menyebarkan Gosip Tentangmu

Orang yang memiliki ciri sebagai manipulator akan menyebarkan desas-desus dan gosip tentangmu. Namun, dia jugalah yang akan memberi tahumu bahwa orang lain sedang bergosip tentang dirimu. Tujuannya adalah agar kamu melihat orang lain buruk dan hanya dia yang baik dan mendukungmu. Akibatnya, kamu akan bergantung padanya. Ketika kamu sudah bergantung padanya, akan mudah baginya untuk mengontrol tindakanmu.

5. Segera Mengubah Topik Pembicaraan yang Memerlukan Konfirmasinya

Gaslighter akan segera mengubah topik pembicaraan ketika dikonfrontasi mengenai kebohongan atau perilaku gaslighting lain yang pernah dilakukannya. Untuk mengenali ciri gaslighter ini dapat dilakukan dengan mencermati kalimat yang diucapkannya. Contohnya, “Sudah, sudah! Kita ngomongin yang lain aja. Bosen dengernya!”

6. Sering Mengucapkan Kata-Kata Manis yang Tidak Sesuai Kenyataan

Gaslighter sering mencoba memperbaiki masalah dengan kata-kata manis, yang seringkali tidak sesuai dengan tindakannya. Misalnya, “Karena terlalu senang, aku sebenarnya hanya bermaksud menepuk pundakmu, tapi tak sengaja malah mendorongmu.” Nah, jika kamu masih belum dapat membedakan kata-kata manis yang asli dengan manipulasi, kamu boleh membicarakannya dengan seseorang yang ahli menangani masalah gaslighting. Hal ini bermanfaat, untuk mendapatkan dukungan dan menetapkan strategi jika berhadapan lagi dengan si gaslighter tersebut.

Baca Juga  7 Tips Supaya Kamu Berani Mencoba Hal Baru
7. Suka Membalik-balik Fakta

Pada saat dia membolak-balik fakta, kalimat andalannya adalah, “Oh, jadi kamu anggap aku berbohong?” Kalimat itu akan diucapkannya ketika kamu berusaha menggali kebenaran darinya. Dia akan memanipulasi fakta dengan kebohongan lain. Contoh ini sering terjadi pada orang yang selingkuh atau berkhianat pada pasangan atau temannya.

“Aku selingkuh juga gara-gara kamu!” atau “Aku membencinya gara-gara kamu!” Perselingkuhan atau pengkhianatan adalah kondisi umum di mana gaslighting sering terjadi. Jadi, mudah sebenarnya mengenali ciri gaslighter, yaitu ketika seseorang hanya terus mencari pembenaran atas kesalahan yang dilakukannya dan tega menyalahkanmu atas kesalahan yang dilakukannya.

8. Meredam Situasi Buruk Tanpa Pertanggungjawaban

Meredam situasi buruk akibat perkataan atau perbuatannya dengan mengatakan sesuatu seperti, “Itu cuma bercanda, loh!” Contohnya, pada suatu ketika dia mencengkeram lenganmu terlalu kuat hingga menimbulkan luka. Ketika ada orang lain yang menanyakan luka tersebut, dia buru-buru mengatakan bahwa luka tersebut disebabkan oleh kecerobohanmu pada saat dia mengajakmu bercanda.

9. Berusaha Menjauhkanmu dari Pergaulan

Jika ada orang yang tak segan memisahkanmu dari pergaulan, maka dapat disinyalir orang tersebut memiliki ciri sebagai gaslighter. Dia ingin kamu hanya melihat padanya dan menuruti keinginannya.

Janganlah termanipulasi olehnya. Carilah pengetahuan lebih banyak mengenai gaslighting, sehingga kamu akan semakin mudah menghadapi segala perilaku manipulasinya. Sudah banyak buku dan artikel online yang menulis topik ini, termasuk artikel yang sedang kamu baca sekarang ini.

Setelah mengenali ciri gaslighter, kamu dapat mulai memperhatikan orang-orang yang kamu sinyalir memiliki ciri tersebut. Ingat, siapa pun bisa menjadi gaslighter. Seperti angggota keluarga, teman, rekan seprofesi, orang di sekitar, bahkan orang dengan posisi tertentu. Perbuatan manipulasi dilakukannya untuk mendapatkan kekuasaan dan kendali atas orang lain. Jika ada tersebut di sekitarmu, evaluasi lagi hubunganmu dengannya. Seorang gaslighter dapat menyebabkan dampak kesehatan mental yang parah bagi orang yang terkena manipulasi. Jangan sampai kamu menjadi korbannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Publikasi Terkait Lainnya