oleh

Kok Bisa? Bersikap Masa Bodoh, Tapi Tetap Keren

Masa bodoh identik dengan ketidakpedulian. Bersikap tidak pedulian tentu bukan contoh sikap yang bernilai baik di mata masyarakat. Bahkan, Martin Luther King, seorang pejuang hak-hak sipil di Amerika Serikat, menyatakan, “Di dunia ini, tidak ada yang lebih berbahaya dibandingkan ketidakpedulian yang dilakukan secara sungguh-sungguh.” Wuih!

Para remaja atau kaum muda seringkali memadankan istilah masa bodoh dengan kata serahlah, sabodo teing, bodo’, sebodo amat, emang gue pikirin, dan sebagainya. Boleh kamu tambahkan dengan istilah lain yang kamu tahu. Orang yang punya sikap masa bodoh, cenderung tidak mau tahu dengan apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Sikap masa bodoh dapat memberikan konsekuensi negatif, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Jadiii… sikap masa bodoh harus dibuang jauh-jauh dong dari diri kita? Betuuul! Tapiii…. Kalau kamu mau memandangnya dari sisi lain, ada loh sikap masa bodoh yang dianggap keren. Contohnya, kamu bersikap masa bodoh dengan gosip tentang gurumu yang membocorkan soal ujian. Atau, kamu bersikap masa bodoh ketika teman-temanmu berlomba-lomba membeli barang branded.

Nah, sikap masa bodohmu untuk hal ini tidak lah buruk. Ini malah merupakan sikap yang keren. Kok bisa? Ayo, coba deh baca uraian sisi positif lain di balik sikap masa bodoh. Supaya kamu lebih paham maksudnya.

1. Kamu Tahu Banget Bagaimana Membuat Hidup Menjadi Lebih Tenang

Tahukah kamu, bahwa dengan bersikap masa bodoh pada situasi-situasi tertentu dapat membuat hidupmu menjadi lebih tenang? Kamu bisa menjalani hari lebih bahagia tanpa adanya tambahan masalah.

Contohnya, gang depan rumahmu adalah tempat nongkrong sekelompok anak yang suka membuat masalah. Setiap kali kamu lewat di depan mereka, ada saja ucapan  yang mereka lontarkan untuk menarik perhatianmu. Masalahnya, ucapan mereka seringkali nyakitin telinga.

“Hoi! Bagi uang, dong! Apa? Gak punya? Dasar kere! Pengangguran lu!” Duh, siapa sih yang nggak mendidih mendengar ucapan nyelekit seperti itu? “Siapa yang kere? Siapa yang pengangguran? Kalian aja tuh yang luntang-lantung nggak ada kerjaan!” Sesekali kamu pasti ingin membalas ucapan mereka.

Baca Juga  10 Pedagang dan Penjual Jasa Keliling yang Nyaris Hilang

Namun, dalam situasi seperti contoh di atas, sebaiknya memang masa bodoh saja lah! Lewati saja mereka dengan senyum, daripada nanti malah terjadi perkelahian. Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Iya, kan?

2. Kamu Tidak Tertekan dengan Komentar Orang Lain

Bagaikan angin, komentar-komentar sumbang dapat berhembus dari arah mana saja. Namanya saja sumbang, jelas tidak enak didengar, dan dapat membuatmu sakit hati dan tertekan. Entah itu komentar dari rekan seprofesi maupun orang-orang terdekat.

Guna menghindar dari mendengarkan ucapan-ucapan buruk orang tentangmu, kamu pasang sikap masa bodoh. Ini sikap yang asli keren! Bersikap masa bodoh seperti ini akan mengurangi tekanan dalam hatimu. Coba saja kalau kamu mendengar dan memikirkan kata orang, kamu akan merasa insecure dan merasa kesal pada dirimu sendiri. Kamu rugi, para pengkritikmu senang. nggak seru!

3. Kamu Mengetahui Bagaimana Menjadi Diri Sendiri

Memilih cuek dan tidak peduli dengan urusan yang kamu anggap tidak penting bukan berarti apatis. Kamu berhak loh bersikap masa bodoh demi ketenangan diri sendiri. Bebaskan dirimu untuk menjadi diri sendiri. Kembangkan potensi dirimu sesukanya tanpa kendali komentar negatif orang lain. Dengan begitu, potensi dan kemampuan dirimu bisa berkembang maksimal.

Ingatlah bahwa setiap orang memiliki standar hidup yang berbeda. Terus-menerus mengikuti standar orang lain sangat tidak menyenangkan. “Seharusnya kamu juara 1! Juara 3 kurang bergengsi!”, “Gagal lagi, gagal lagi! Kapan kamu bisa memenuhi harapan Bapak?!”, “Anak Ibu tidak akan lemah seperti ini! Jangan menangis!”

Nah, ada kalanya bersikap masa bodoh terhadap ekspektasi orang lain dapat membuat beban hidupmu berkurang. Kamu tidak perlu menjadi orang lain. Kamu bisa menjadi diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan.

Baca Juga  Pesona Malam Hari yang Paling Oke untuk Dinikmati Bersama Keluarga
4. Dapat Menghindar dari Obrolan Toxic

Salah satu ciri obrolan toxic adalah isi obrolannya dapat membuatmu merasa tidak berharga, frustrasi, bahkan merasa bersalah atas kesalahan yang tidak kamu lakukan. Obrolan toxic  ada di mana saja. Entah itu dalam obrolan keluarga, obrolan rekan seprofesi, maupun obrolan orang-orang di lingkungan terdekat. Terlibat dalam obrolan toxic berpotensi merugikan dirimu sendiri.

Sikap masa bodoh adalah salah satu sikap yang keren untuk melepaskan diri dari obrolan toxic. Obrolan toxic hanya menyia-nyiakan waktu berhargamu. Daripada menghabiskan waktu untuk mengobrol tidak jelas, sebaiknya nonton film kesukaanmu atau membaca buku yang dapat mendukung bakat positifmu.

5. Kamu Memahami Bahwa Kamu Tidak Akan Pernah Bisa Memuaskan Keinginan Semua Orang

Manusia pada umumnya tidak memiliki rasa puas. Jadi, sebaik apa pun kamu melakukan hal yang baik, belum tentu hal tersebut diterima baik juga oleh semua orang. Contohnya, kamu menyumbang pakaian bekas ke salah satu panti asuhan.

Ketika ada yang mengetahui perbuatanmu, bisa jadi dia akan menganggapmu sebagai orang keren yang murah hati. Namun, jangan heran ketika ada juga yang menganggapmu sebagai orang yang suka pamer, norak, kampungan, carmuk alias cari muka, dan sebagainya.

Saran untukmu, bijaksanalah menghadapi komentar atau kritikan yang tidak membangun. Jika komentar atau kritikan disampaikan dengan niat baik, hal tersebut patut kamu apresiasi. Namun, untuk komentar negatif yang sekadar ingin menjatuhkanmu, bersikap lah masa bodoh. Jika memang merasa sudah melakukan apa yang kamu bisa dengan maksimal, tapi tetap dicela, ya masa bodoh lah. Berusaha menyenangkan semua orang hanya akan membuatmu stres.

6. Kamu Bertanggung Jawab atas Kehidupanmu Sendiri

Perbuatanmu adalah tanggung-jawabmu sendiri. Bukan tanggung-jawab orang tua, saudara ataupun teman. Misalnya, orang lain bisa mengkritikmu, “Usia sudah mendekati kepala tiga, kok belum menikah juga?” Orang-orang yang berbicara itu tidak tahu bagaimana gigihnya perjuanganmu dalam mengatasi kesulitan ekonomi keluargamu. Akibatnya, pernikahan memang belum menjadi prioritas hidupmu.

Baca Juga  Susah Atur Diet? Coba Lakukan 6 Cara Menurunkan Berat Badan secara Alami Berikut Ini

Pada intinya, hanya kamu yang paling mengerti alasan di balik keputusan yang kamu ambil. Jadi, tetap lah menjadi orang yang bertanggung jawab pada hidupmu. Masa bodoh lah dengan orang  yang hanya pandai mencela dan mengkritik tanpa niatan baik.

7. Kamu Memiliki Prinsip Hidup 

Setiap orang seharusnya memiliki prinsip hidup agar tidak terbawa arus pergaulan, terutama pergaulan yang melanggar norma masyarakat. Misalnya, teman-temanmu menyebutmu pengecut ketika kamu menolaj mencuri uang orang tuamu untuk membeli rokok dan minuman keras.

Bagimu, mencuri dalam bentuk apa pun dan dengan tujuan apa pun adalah perbuatan yang melanggar norma. Tidak sesuai dengan hati nuranimi. Prinsip hidup seperti ini harus dipertahankan! Abaikan ucapan mereka! Kalau perlu, batasi pergaulan dengan orang-orang yang dapat menjerumuskanmu ke lembah dosa.

Prinsip hidup seharusnya dapat membuatmu fokus pada tujuan hidupmu. Kamu menyadari bahwa kemungkinan gagal selalu ada. Namun, yang keren adalah berani melakukan apapun yang menjadi tujuan hidupmu, dan bersikap masa bodoh pada segala hal yang membuatmu takut melangkah maju.

Semoga uraian di atas dapat membuatmu semakin percaya diri, untuk bersikap masa bodo pada hal-hal yang dapat merampas kebebasanmu dalam mengekspresikan diri. Jangan ragu! Selama kamu yakin bahwa apa yang kamu lakukan tidak melanggar aturan atau norma apa pun, abaikan pendapat orang. Jadilah orang keren dengan menjadi dirimu sendiri. Just be yourself.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Publikasi Terkait Lainnya