by

Proning: Apa Artinya dan Bagaimana Ini Membantu Pasien Covid-19 Bernafas dengan Mudah

Beberapa hari ini, telah banyak perbincangan mengenai topik Proning. Mengingat pada 08/07/21, telah kembali mencetak angka tertinggi dalam kasus Covid-19 di Indonesia dengan jumlahnya mencapai 38.391 kasus. (Data Twitter resmi Kementerian Kesehatan @KemenkesRI)

Tetapi, tahukah kamu apa itu Proning, hingga telah ada klaim mengenai Proning ini yang dapat membantu pasien Covid-19 menjadi lebih mudah bernafas? Oleh karena itu, simak ulasan lengkap mengenai Proning di bawah ini! 

> Apa itu Proning?

Proning adalah proses yang diterima secara medis untuk membalikkan pasien, yang dilakukan dengan gerakan yang tepat dan aman dari punggung ke perut, sehingga individu berbaring telungkup.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kadar saturasi oksigen dalam tubuh pasien Covid-19. Selain itu, ini menjadi sangat penting dalam upaya meningkatkan kenyamanan pernapasan dan oksigenasi, terutama saat kamu sedang isolasi di rumah. 

> Bagaimana Teknik Pernafasan Proning dapat membantu pasien posistif Covid-19?

Saat ini, teknik pernafasan Proning telah menjadi salah satu latihan yang disarankan untuk para pasien Covid-19, terutama untuk yang berada di rumah sakit. Dan dengan teknik Proning ini, diharapkan pasien tidak membutuhkan bantuan oksigen lagi. 

Berdasarkan informasi dari Dokter Spesialis Paru-Paru yaitu Dokter Faisal Yunus dalam suatu wawancara, ia menyampaikan bahwa teknik pernafasan Proning dapat membantu meningkatkan kadar oksigen terutama bagi pasien Covid-19.

Selanjutnya, peningkatan kadar saturasi oksigen ini ditujukan kepada para pasien yang memiliki kadar di bawah 95 % dan sering mengalami sesak nafas.

Proning memungkinkan perluasan yang lebih baik dari daerah belakang paru-paru, kemudian meningkatkan gerakan tubuh dan melakukan penghapusan sekresi. Yang pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan kemajuan dalam oksigenasi atau kemudahan pernapasan. 

Baca Juga  Alami Serta Sedehana! Inilah 5 Tips Kulit Putih Ala Korea yang Bisa Anda Praktekkan Sehari-hari

Beberapa penelitian ilmiah menyatakan bahwa, Proning sangat penting untuk beberapa pasien yang mengalami gangguan pernapasan ringan dan tidak memerlukan ventilator. Hal ini secara aktif, dapat mencegah perkembangan kondisi menjadi gangguan pernapasan, yang parah dan menunjukkan tanda-tanda oksigenasi yang lebih baik. 

> Jadi bagaimana melakukan teknik Proning? 
teknik pernapasan proning
Sumber: twitter.com/COVIDNewsByMIB/

Para pasien biasanya menjalani serangkaian putaran manual yang dilakukan dalam pola yang sinkron, berikut adalah cara mudahnya yuk bisa sambil ditiru. 

Langkah 1: Balikkan pasien dalam posisi tengkurap. 

Langkah 2: Selanjutnya putar pasien ke samping di sisi kanan. 

Langkah 3: Kemudian buat pasien duduk dengan tulang belakang lurus. 

Langkah 4: Selanjutnya putar pasien ke samping di sisi kiri. 

Langkah 5: Terakhir, putar pasien ke posisi tengkurap awal. 

Langkah 6: Ganti posisi setiap 30 menit. 

Langkah 7: Setiap posisi membutuhkan detak jantung, tekanan darah dan oksimetri nadi atau tingkat oksigenasi pasien untuk tetap stabil. 

Langkah 8: Dianjurkan untuk tidak menghabiskan lebih dari 30 menit di setiap posisi. 

> Dimana Cara Menempatkan Bantal? 

Oya, ada pengaturan tersendiri untuk meletakkan bantal untuk dapat memberikan kenyamanan kepada pasien, seperti cara berikut ini.

Langkah 1: Letakkan bantal di bawah leher. 

Langkah 2: Tempatkan 1 atau 2 bantal di bawah dada dan paha atas. 

Langkah 3: Tempatkan 2 bantal di bawah tulang kering. 

Langkah 4: Tempatkan 1 bantal di bawah kepala. 

Lakukan teknik Proning ini dengan senyaman mungkin, sehingga dapat dilakukan dalam waktu yang lama. 

> Lalu siapa yang dapat melakukan teknik Proning kepada pasien? 

Sebenarnya, teknik Proning ini dapat dilakukan dengan sendiri atau self-proning pada saat darurat jika tidak ada orang di sekitar. Akan tetapi, akan sangat disarankan untuk meminta bantuan kepada petugas terlatih dalam melakukan Proning ini. 

Baca Juga  Ini Dia 5 Langkah Memanajemen Kelas yang Benar

Dan orang-orang ini terdiri atas perawat terdaftar dan terlatih, terapis fisik atau terapis okupasi, kemudian terapis pernapasan hingga dokter anestesi.

> Kapan Teknik Proning diperlukan? 

Teknik Proning ini, sangat diperlukan hanya ketika pasien merasa kesulitan bernapas dan kadar saturasi oksigen menurun di bawah 94. 

Menurut kementerian kesehatan, sangat penting untuk secara teratur memantau pembacaan kadar saturasi oksigen dengan menggunakan oksimeter nadi. Tak hanya itu saja, juga terdapat tanda-tanda lain yang harus diperhatikan seperti suhu, tekanan darah dan gula darah.

> Kepada siapa saja teknik Proning tidak dianjurkan untuk dilakukan? 

Sangat disarankan untuk tidak melakukan teknik Proning langsung setelah makan, pastikan ada jeda setidaknya satu jam setelah makan. Selanjutnya, Proning tidak disarankan selama masa kehamilan. Atau pasien yang memiliki trombosis vena yang diobati dalam waktu kurang dari 48 jam.

Kemudian, bagi para pasien yang memiliki kondisi jantung berat atau memiliki tulang belakng yang tidak stabil. Tidak hanya itu saja, Proning sangat tidak dianjurkan bagi pasien yang mengalami  patah tulang panggul hingga luka bakar dan luka terbuka.

Teknik Proning dapat dilakukan hingga 16 jam sehari dalam beberapa siklus, dengan tujuan untuk menaikkan kadar oksigen selama isolasi mandiri dan ini dapat dilakukan di rumah ya.

Selain itu, para pasien juga masih bisa melakukan aktivitas yoga, dengan syarat ruangan yang digunakan memiliki akses yang cukup dalam udara segar. Selain itu, selama isolasi mandiri di rumah kamu harus tetap terhidrasi dan banyak mengonsumsi makanan kaya akan zat besi. 

> Apakah Ada Efek Samping Untuk Proning? 

Selalu ingat bahwa orang yang terlatih sangat diperlukan untuk melakukan teknik Proning ini. Selain itu, pastikan juga gerakan dilakukan secara perlahan dan sinkron, sehingga tidak akan menyebabkan kondisi-kondisi berikut ini. 

  1. Obstruksi di saluran udara.
  2. Pelepasan pipa endotrakeal. 
  3. Hipotensi.
  4. Pembengkakan atau edema pada wajah dan saluran napas. 
  5. Cedera kulit yang terkait tekanan. 
  6. Aritmia.
Baca Juga  5 Aplikasi Edit Foto Aestetik, Bikin Foto Kamu Semakin Menarik

Secara umum yang mengkhawatirkan dari pasien Covid-19, adalah saat terjadi penurunan kadar oksigen secara tiba-tiba dan tanpa diketahui, sehingga dengan teknik Proning ini dapat meningkatkan kadar oksigen sementara pada pasien yang menderita gejala ringan Covid-19. 

Ingat selalu pastikan kamu melakukan teknik Proning ini dalam pengawasan orang yang berpengalaman ya! Tetap jaga kesehatan!

Comment

Artikel Terkait