by

Bunda-Bunda Harus Tahu Nih, Pencegahan Stunting Pada Anak!

Kata stunting mungkin sudah tidak asing lagi bagi para Bunda yang tengah mengandung atau sudah memiliki anak. Nah, buat Bunda yang belum tahu apa arti stunting, stunting ini merupakan gangguan yang menyerang tumbuh kembang anak, sehingga menyebabkan pertumbuhan anak menjadi terhambat dan anak bertumbuh pendek.

Tak hanya menyebabkan anak memiliki tubuh yang pendek, stunting juga menyebabkan terganggunya perkembangan kognitif, kemampuan belajar, hingga meningkatkan risiko anak terserang berbagai macam penyakit kronis saat dewasa.

Nah, karena stunting itu sangatlah berbahaya, Bunda harus tahu pencegahan stunting pada anak, kira-kira bagaimana ya caranya? Simak ulasan di bawah ini!

1. Kebutuhan Nutrisi Haruslah Terpenuhi

Pencegahan stunting pada anak yang pertama ialah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi. Entah itu, pada saat Bunda tengah mengandung atau anak sudah dalam masa pertumbuhan nutrisi ini haruslah terpenuhi, apalagi di 1000 hari pertama kehidupan anak, yaitu saat anak masih menjadi janin sampai usia sekitar 2 tahun.

Kemudian selama masa kehamilan, seorang ibu hamil sebaiknya mengonsumsi makanan yang cukup makronutrien, seperti karbohidrat, lemak dan protein. Selain itu, juga harus mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung banyak vitamin dan mineral, seperti zat gizi, yodium, kolin, asam folat, vitamin A, B, dan D.

Makanan-makanan ini bisa ibu hamil temukan pada makanan seperti ikan, telur, daging, kacang, biji-bijian yoghurt, keju, dan beraneka ragam sayur dan buah.

2. Lakukan ANC (Antenatal Care) dengan Rutin

Antenatal care atau yang biasa disebut dengan pemeriksaan kandungan ini hendaknya secara rutin dilakukan oleh ibu hamil. Minimal pada timester pertama ibu hamil melakukan ANC sebanyak 1 kali, trimester kedua sebanyak 2 kali, dan trimester ketiga sebanyak 2 kali.

Baca Juga  4 Bahan Ajar Membaca Permulaan pada Anak Selama Belajar di Rumah

Pemeriksaan kandungan ini dimaksudkan dilakukan untuk memantau kesehatan ibu, tumbuh kembang janin, dan mendeteksi apakah terdapat masalah pada ibu hamil atau janin.

Dengan melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin, apabila terdapat gangguan pada ibu hamil atau janin, dokter kandungan atau bidan bisa langsung mendeteksinya dan segera dilakukan tindakan tepat, untuk menolong ibu hamil dan janin tersebut.

3. Menjaga dan Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Tidak harus dilakukan oleh ibu hamil atau ibu yang memiliki anak, pola hidup bersih ini sebenarnya haruslah dilakukan oleh semua orang. Untuk ibu hamil sendiri pola hidup bersih dilakukan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya infeksi pada kehamilan.

Selain itu, dengan menerapkan pola hidup sehat akan menghindarkan ibu dari infeksi bakteri, virus atau parasite tertentu, yang apabila menyerang ibu hamil bisa menyebabkan risiko stunting pada bayi, yang dikandung atau bahkan masalah kesehatan lain yang lebih serius, contohnya seperti cacat bawaan lahir.

Oleh sebab itu, para bunda sebaiknya terus menjaga pola hidup sehat, dengan salah satunya selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang bersih sebelum makan, sesudah bepergian, dan setelah keluar dari kamar mandi.

Tak hanya itu, apabila Bunda memiliki peliharaan di rumah, seperti kucing atau anjing, pastikan jika tempat untuk hewan-hewan tersebut buang kotoran terjaga kebersihannya. Kemudian, saat membersihkan kotoran binatang tersebut, selalu gunakan sarung tangan dan cuci tangan sesudahnya.

4. Hindari Adanya Asap Rokok dan Hindari Kegiatan Merokok

Apabila Bunda memang serius ingin menjaga dan mendukung pertumbuhan calon bayi Bunda, pastinya Bunda harus menghindari rokok. Entah itu asap rokok atau kegiatan menghisap rokok itu sendiri. Hal ini disebabkan karena paparan asap rokok bisa meningkatkan risiko bayi lahir premature, berat badannya rendah saat lahir, sampai bayi bisa mengalami stunting.

Baca Juga  7 Cara Asyik Mengajar Kebaikan Kepada Anak

Apabila di keluarga Bunda terdapat anggota keluarga yang merokok, Bunda sebaiknya meminta mereka dengan baik untuk tidak merokok di dalam rumah. Kemudian apabila Bunda berada di luar rumah, Bunda bisa menghindari paparan polusi, debu, kuman dan virus yang ada di udara dengan menggunakan masker.

5. Olahraga Secara Teratur

Olahraga merupakan salah satu langkah untuk menerapkan pola hidup sehat. Tak hanya bisa mendukung kehamilan yang sehat, olahraga ini juga bisa membantu ibu hamil meningkatkan stamina serta kebugaran tubuh.

Selain itu, dengan berolahraga saat hamil juga baik untuk mendukung pertumbuhan bayi, dan mengurangi risiko terserangnya stunting pada bayi yang dikandung oleh ibu hamil.

Olahraga yang bisa ibu hamil lakukan tidak perlu olahraga yang sangat berat, ibu hamil bisa melakukan yoga atau senam hamil dengan dibantu oleh bidan, dokter kandungan, atau melihat tutorialnya dari internet.

6. Berikan ASI Eksklusif Pada Bayi Hingga Berusia 6 Bulan

ASI atau air susu ibu merupakan makanan utama bayi sebelum bayi bisa makan-makanan pokok. ASI bisa mengurangi peluang terserangnya stunting pada anak karena mengandung gizi mikro dan makro.

Oleh sebab itu, ibu yang tengah menyusui disarankan untuk terus memberikan ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan lamanya pada bayi. Selain itu, ASI yang mengandung protein whey dan kolostrum dinilai bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi yang bisa dikatakan masih rentan.

7. Pantau Tumbuh Kembang Anak

Sebagai seorang orang tua yang memiliki kewajiban untuk terus merawat anaknya, sebaiknya Ayah dan Bunda terus memantau tumbuh kembang si kecil, ya!

Ayah dan Bunda bisa membawa si kecil ke Posyandu atau klinik khusus untuk anak secara berkala, untuk mengecek kesehatan serta tumbuh kembang si kecil, apakah muncul tanda-tanda adanya gangguan pada pertumbuhannya atau tidak.

Baca Juga  Beragam Manfaat Buah Naga Bagi Kesehatan yang Wajib Kamu Ketahui!

Itu tadi pencegahan stunting pada anak. Sebelum semuanya terlambat, hendaknya Bunda harus bisa mengerti cara pencegahan serta ciri-ciri stunting, agar apabila si kecil menunjukkan gejala tersebut Bunda bisa segera membawanya ke pelayanan kesehatan agar segera ditangani.

Comment

Artikel Terkait