by

Anemia atau Habis Donor Darah? Ini Makanan Penambah Darah yang Dianjurkan

Anemia merupakan suatu kondisi gangguan kesehatan ketika tubuh mengalami kekurangan hemoglobin. Hemoglobin ini terkandung di dalam sel darah merah atau eritrosit. Dampak dari kekurangan darah ini juga bermacam-macam, misalnya saja lemas, lesu, pusing, penurunan tingkat konsentrasi, bahkan penurunan imunitas atau kekebalan tubuh.

Kondisi kekurangan darah ini bisa diatasi dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan memakan makanan penambah darah.

Selain disebabkan karena anemia, seseorang juga bisa mengalami kekurangan darah setelah melakukan donor darah. Biasanya efek yang terjadi adalah pusing dan lemas. Untuk mengatasi sejumlah dampak di atas, ada baiknya memperhatikan makanan yang kita makan. Konsumsilah makanan penambah darah. Apa saja makanan tersebut? Yuk simak uraian berikut ini!

1. Daging Merah

bermacam-macam daging mentah - daging merah potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Makanan penamnbah darah yang pertama adalah daging merah. Daging merah ini terbukti dapat meningkatkan produksi sel darah merah di dalam tubuh. Daging merah tersebut misalnya adalah daging sapi dan daging kambing. Daging merah dapat menjadi makanan yang merangsang peningkatan produksi sel darah merah, dikarenakan kaya akan kandungan zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah.

Bagaimana tidak, daging merah ini mengandung 2,7 miligram (mg) kandungan zat besi dalam setiap 100 gram daging merah. Jumlah kandungan zat besi yang tinggi tersebut sudah dapat memenuhi kebutuhan zat besi harian untuk tubuh sebanyak 15%. Itulah sebabnya daging merah dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah.

2. Daging Unggas

dua dada ayam mentah di latar belakang putih - daging unggas potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Selain daging merah, daging ungags juga merupakan bahan makanan yang dapat meningkatkan produksi sel darah merah. Hal ini dikarenakan daging unggas juga kaya akan kandungan zat besi yang diperlukan untuk proses produksi sel darah yang baru.

Baca Juga  Jangan Dibuang, Ini 10 Manfaat Kulit Jeruk Yang Akan Membuat Hidup Lebih Baik

Daging unggas yang dapat meningkatkan sel darah merah dengan kandungan zat besinya, di antaranya adalah daging ayam dan daging bebek. Dengan memakan daging unggas sebanyak 100 gram perharinya dapat memenuhi kebutuhan zat besi harian tubuh sebesar 13%.

3. Bermacam-macam Jeroan

isi perut daging sapi kukus - jeroan potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Makanan penambah darah yang selanjutnya adalah jeroan. Bahan makanan yang satu ini memang dikenal tinggi akan kandungan lemak dan zat besi yang berguna untuk pembentukan sel darah merah. Jeroan yang dimaksud bisa berasal dari ayam, sapi, maupun hewan yang lainnya. Jeroan-jeroan itu misalnya hati, jantung, usus, paru dan otak.

Misalnya saja dalam 100 gram hati ayam terkandung zat besi sebanyak 15,6 mg. Sementara dalam 100 gram hati sapi terdapat kandungan zat besi sebesar 6,5 mg atau setara dengan 36%, kebutuhan zat besi harian yang diperlukan tubuh setiap harinya. Namun perlu diingat, konsumsilah jeroan dengan jumlah yang sewajarnya. Jangan berlebihan karena dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

4. Makanan Laut atau Seafood

berbagai koleksi kerang - seafood potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Makanan penambah darah yang selanjutnya adalah seafood. Segala macam bahan makanan hewani yang berasal dari laut ternyata memiliki kandungan zat besi tinggi yang bisa diandalkan untuk menambah sel darah merah dalam tubuh. Seafood tersebut khususnya adalah kerrang dan tiram. Kedua makanan laut tersebut memiliki kandungan zat besi yang tinggi.

Dalam 100 gram kerrang laut saja terdapat kandungan zat besi sebanyak 28 mg. Namun kandungan zat besi dalam kerrang ini beragam tergantung dengan jenis kerangnya.

5. Sayuran Hijau

sayuran hijau berdaun terisolasi - sayuran hijau potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Bukan hanya dari bahan makanan hewani saja, bahan makanan nabati ternyata juga banyak yang mempunyai manfaat untuk meningkatkan produksi sel darah merah. Salah satu makanan nabati yang dapat meningkatkan produksi sel darah merah adalah sayuran hijau, misalnya saja bayam. Bayam memang dikenal luas memiliki kandungan zat besi yang tinggi.

Baca Juga  Daya Tarik Pantai Lombang saat Hari Raya Ketupat

Selain bayam, brokoli juga dikenal sebagai sayuran hijau yang tinggi akan kandungan zat besi. Selain kandungan zat besi yang tinggi pada sayuran hijau, vitamin C yang terkandung dalam sayuran hijau juga baik untuk kesehatan tubuh karena dapat memperkebal imunitas tubuh.

6. Kacang-kacangan dan Biji-bijian

bermacam-macam kacang di atas meja kayu pedesaan. - kacang kangan potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Makanan penambah darah yang berikutnya adalah kacang-kacangan dan biji-bijian. Jenis kacang-kacangan dan biji-bijian tersebut diantaranya adalah kacang mete, biji labu, kedelai dan biji bunga matahari.

Makanan-makanan tersebut dikenal memiliki kandungan zat besi yang tinggi, yang baik untuk meningkatkan produksi sel darah merah. Selain itu, jenis makanan tersebut juga kaya akan kandungan kalsium yang juga baik untuk kesehatan tubuh.

7. Telur Ayam

telur - telur potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Makanan penambah darah yang selanjutnya datang dari kelompok bahan makanan hewani yaitu telur ayam. Telur ayam menjadi bahan makanan yang amat digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Selain karena harganya yang terjangkau dan citarasanya yang enak, telur ayam digemari karena mengandung sejumlah kandungan yang baik untuk kesehatan tubuh. Salah satunya adalah kandungan zat besi yang cukup tinggi.

Dengan kandungan zat besi yang tinggi tersebut, telur ayam dapat membantu tubuh untuk meningkatkan produksi sel darah merahnya. Selain kandungan zat besi, teliur ayam juga mengandung vitamin A serta protein yang tak kalah bermanfaat untuk tubuh.

Itulah berbagai macam makanan penambah darah yang bisa kamu konsumsi, untuk meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh. Jika sel darah merah diproduksi dengan jumlah yang cukup sesuai dengan jumlah keperluan tubuh, kita akan terhindar dari berbagai macam dampak buruk akibat kekurangan darah atau anemia.

Bahan-bahan makanan tersebut juga bisa kamu konsumsi sesaat setelah kamu donor darah demi menghindari efek-efek yang akan timbul, misalnya saja merasa lemas dan pusing. Makanan-makanan di atas dapat mempercepat dan meningkatkan produksi sel darah merah sehingga pemulihan dapat berjalan lebih cepat. Salam sehat, sobat Lintashaba!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya