by

7 Manfaat Bersiwak Dalam Islam yang Penting untuk Diketahui!

Kesehatan jasmani merupakan salah satu andalan tubuh manusia untuk menghadapi berbagai aktivitas melelahkan. Salah satu kesehatan tubuh yang penting untuk dijaga ialah kesehatan mulut dan gusi. Tentu saja bukan tanpa alasan, kamu tidak ingin bukan ketika berbicara dengan orang lain mulut mengeluarkan aroma tidak sedap?

Ternyata kesehatan mulut dan gusi ini bukan hanya prioritas zaman sekarang loh! Berdasarkan fakta sejarah, orang-orang dahulu telah menemukan cara merawat gigi. Salah satunya dengan bersiwak, sebuah metode membersihkan gigi dengan kayu siwak. Apa itu kayu siwak dan apa saja manfaat bersiwak bagi kesehatan? Berikut ulasannya!

Anjuran Bersiwak Menurut Islam

Mungkin kamu pernah mendengar kata “siwak” atau baru kali ini? Siwak merupakan sebuah cara menjaga, merawat dan membersihkan gigi dari segala sisa makanan dengan memakai kayu siwak. Tetapi kenapa harus memakai kayu siwak? Hal ini dikarenakan tekstur kayu siwak yang memiliki serat serta tidak terlalu kaku saat digunakan.

Berbicara mengenai siwak, hal ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Pada zaman dahulu sebelum ditemukannya sikat gigi, kaum muslim mengikuti sunnah rasul yang salah satunya selalu membersihkan gigi dengan siwak setiap hari. Mereka ingin meniru perbuatan Rasulullah dalam menjaga kesehatannya.

Pada era kerasulan, nabi sering kali terlihat bersiwak sesaat sebelum Shalat dilaksanakan. Beliau melakukan hal itu untuk tetap menjaga kebersihannya sekaligus terdapat manfaat sendiri, yakni mengurangi tingkat batalnya shalat karena mengunyah sisa makanan. Keputusan Rasulullah ini dirasa sangat tepat sekali, sehingga banyak sumber hadis yang menganjurkan untuk bersiwak sebelum shalat.

Adapun contoh hadis tersebut ialah sebagai berikut:

“Dua rakaat dengan menggunakan siwak itu lebih utama dibanding 70 rakaat tanpa siwak,”.

Hadis yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dan juga Bazzar tersebut, sudah cukup menguatkan alasan mengapa umat muslim harus melakukan siwak sebelum shalat. Dengan bersiwak, maka salah satu syarat batal shalat yakni mengunyah makanan akan dapat diantisipasi. Selain itu juga terdapat manfaat bersiwak yang sangat berguna, penasaran apa saja yang terdapat di dalamnya? Berikut infonya!

Baca Juga  Tomat Untuk Perawatan Kulit? Begini Cara Menggunakan Tomat Untuk Kulit Lembut Dan Lentur
Manfaat Bersiwak

Melalui hadis nabi di atas sekarang kamu sudah mengetahui mengapa bersiwak itu sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Untuk selanjutnya, akan lebih baik jika kamu mengetahui manfaat dari bersiwak yang tak semua orang mengetahuinya. Langsung saja berikut manfaat bersiwak dalam islam:

1. Metode Terbaik Menjaga Kesehatan Gigi

Mengapa di sini dikatakan terbaik dalam masalah kesehatan gigi? Karena sebelum manusia di era sekarang mengenal apa yang namanya sikat, umat dahulu sudah pertama kali menemukan alat bernama siwak. Tentu saja secara turun-temurun siwak merupakan barang kesehatan, yang dapat digunakan kapan saja dan dimana saja.

Kemudahan dalam pembuatan siwak dan cara penggunaannya membuat benda ini sangat populer di masa lalu. Banyaknya penyebaran inilah yang menjadi itik positif siwak, yakni sebagai alat paling efektif untuk kesehatan gigi dan gusi. Bisa kamu bayangkan bagaimana keadaan manusia dahulu tanpa siwak?

2. Menyehatkan Tulang Gigi

Tahukah kamu bahwa kayu siwak ternyata memiliki banyak sekali kandungan zat positif di dalamnya. Hal ini bisa dikenali dengan mudah, seperti kandungan mineral, florida, pottasium, vitamin C dan juga trimethylamine. Kelima zat ini masih terpecah menjadi beberapa bagian kecil yang juga saling menyehatkan bagian tubuh.

Khususnya untuk mineral, zat tersebut dapat membantu meningkatkan kekuatan tulang dalam tubuh, sehingga gigi tidak mudah berlubang. Dengan memiliki gigi yang utuh tentu saja akan terasa nikmat ketika kamu makan.

3. Mengikuti Sunnah Nabi

Manfaat bersiwak yang ketiga ialah sebagai sarana untuk tetap mengikuti ajaran sunnah nabi Muhammad. Dalam kehidupannya sehari-hari nabi bahkan suka sekali bersiwak dengan cukup lama, supaya kotoran yang terdapat di gigi dan gusi bisa terbilas bersih. Beliau juga sering kali bersiwak dengan bejana lalu dengan keras menggosok giginya.

Baca Juga  Kenali Gejala-Gejala Diabetes Sejak Dini Agar Segera Dapat Diobati

Para sahabat sendiri pernah melihat Rasulullah yang bersiwak dengan keras sehingga seakan beliau akan muntah. Namun beliau kemudian bersabda dan menjadikan bersiwak sebagai sunnahnya.

4. Sarana Sahnya Shalat

Kamu pasti tahu bukan apa saja syarat sahnya shalat, salah satunya ialah dengan menahan makan dan minum. Inilah yang menjadi sorotan penting, jika kamu hanya mengunyah makanan sisa maka shalat dinyatakan tidak sah. Hal ini berbeda jika kamu sebelumnya telah bersiwak, maka sisa-sisa makanan tersebut akan hilang dan shalat menjadi sah.

5. Mendapat Ridha Allah

Seorang rasul pasti sudah tentu diridhai oleh Allah begitupun dengan perbuatan yang rasul lakukan. Salah satunya dengan bersiwak, ketika kamu menerapkannya dalam kehidupanmu maka bukan tidak mungkin kamu akan mendapatkan ridho dari Allah juga. Oleh karena itu sebagai manfaat bersiwak, ada baiknya jika kamu tetap melakukan sunnah ini

6. Melipatkan Pahala

Jika seseorang telah mengikuti ajaran sunnah nabinya, maka tidak mungkin lagi ia tak mendapatkan keutamaan pahala dari perbuatan tersebut. Bersiwak menjadi salah satunya. Aktivitas yang sering dilakukan nabi ini, tentu saja akan mendatangkan pahala yang berlipat bagi siapapun yang masih melestarikan sunnah nabi.

7. Menyehatkan Tenggorokan

Untuk manfaat bersiwak yang terakhir ialah dapat menyehatkan tenggorokan. Hal ini bukan wacana saja melainkan fakta, dengan kamu rajin setiap hari dalam bersiwak maka selain menghilangkan lendir berlebih, tenggorokan kamu juga akan terasa lebih fresh dan segar. Hal ini karena serat yang terkandung dalam kayu siwak.

Nah itulah 7 manfaat bersiwak dalam islam, tak ada salahnya kamu untuk untuk mencoba sunnah nabi tersebut. Bagaimana apakah masih mau bertahan di sikat gigi atau siwak nih sobat?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Publikasi Terkait Lainnya