by

Kenali Jenis-jenis Phobia dan Cara Mengatasinya

Kita semua tentu ingin mengetahui jenis Fobia dan cara mengatasinya, terlepas dari diri kita yang mungkin saja tidak berada di salah satu dari jenis phobia tersebut. Sebelum kita membahas akan dua hal tersebut, terlebih dahulu kita akan membahas apa itu phobia dan bagaimana gejalanya.

Fobia adalah ketakutan terhadap sesuatu yang biasanya tidak membahayakan, hal ini pun terjadi dan berlangsung secara berlebihan. Gejala pada fobia dapat berupa gejala fisik dan gejala mental ditandai dengan rasa takut dan cemas berlebihan.

Hal ini pun disertai dengan serangan panik berupa Jantung terasa berdebar-debar (palpitasi), Sesak napas, Kebingungan, sakit kepala, Mual, Dada terasa nyeri, Leher terasa tercekik. Bahkan ada yang merasa sampai sulit berbicara dengan jelas, dengan tubuh gemetar dan berkeringat, telinga berdenging, bahkan hingga pingsan secara dadakan.

Setelah memahami pengertian serta gejalanya, kini kita akan membahas akan jenis phobia dan cara mengatasinya. Untuk itu, tunggu apa lagi, mari kita bahas satu persatu.

1. Nyctophobia


(Sumber gambar : hellosehat.com)

Nyctophobia merupakan ketakutan akan suasana yang penuh kegelapan atau ketika berada di tengah suasana malam hari. Fobia ini dapat berlanjut pada kecemasan yang membuat diri depresi. Nyctophobiadapat diatasi dengan melakukan Psikoterapi, tetapi paparan dan atau terapi relaksasi.

2. Akrofobia


(Sumber gambar : 1health.id)

Akrofobia atau Fobia ketinggian merupakan ketakutan yang berlebihan ketika sedang berada ditempat yang tinggi seperti puncak gunung, hingga atas gedung. Gejala yang dialami oleh penderita fobia ini ketika tepat berada di ketinggian dapat berupa gejala, seperti kecemasan, dan panik yang berlebihan. Bahkan fatalnya, ada yang pingsan dan tak sadarkan diri. Meski tidak mudah, fobia ketinggian sebenarnya dapat diatasi, yakni dengan melakukan terapi perilaku.

3. Ombrophobia


(Sumber gambar : Bogor.ayoIndonesia.com)

Ombrophobia terdiri dari dua kata bahasa Yunani, yaitu “ombros”, yang memiliki arti sebagai hujan badai dan “phobos” yang mengartikan “ketakutan ataupun kebencian”.

Sesuai namanya, Ombrophobia adalah Fobia terhadap hujan. Kondisi ini dapat diatasi dengan melakukan terapi pemaparan, terapi perilaku kognitif, dan pengkonsumsian obat-obatan.

4. Astraphobia


(Sumber gambar : orami.co.id)

Astraphobia adalah ketakutan pada suara keras akan guntur, petir, maupun cahaya kilat. Fobia ini tidak memandang dari segi usia, baik orang tua, dewasa, hingga anak kecil yang berada di bawah umur lima tahun.

Cara mengatasi fobia ini ialah menenangkan diri dengan berdoa ataupun bersembunyi di balik selimut, hingga melakukan CBT (Terapi Perilaku Kognitif).

5. Hemophobia


(Sumber gambar : plenyun-al-farid.blogspot.com)

Hemophobia merupakan ketakutan pada sesuatu yang berbentuk darah. Penderita ini akan merasakan takut yang luar biasa, meski hanya melihat setetes darah pada luka yang kecil. Kondisi ini dapat diatasi dengan melakukan Relaksasi berupa latihan pernapasan dan yoga.

6. Agoraphobia


(Sumber gambar : hipwee.com)

Agoraphobia merupakan ketakutan akan tempat keramaian. Penderita fobia akan merasa cemas ketika sedang berada di tengah-tengah banyaknya orang, seperti jalanan penyebrangan, pasar atau tempat ramai lainnya. Kondisi ini dapat diatasi dengan teknik relaksasi ataupun mengonsumsi obat penenang.

7. Trypophobia


(Sumber gambar : idntimes.com)

Trypophobia merupakan ketakutan atau kejijikan pada benda yang penuh dengan lubang-lubang, maupun benjolan-benjolan kecil dengan jarak berdekatan. Kondisi ini dapat diatasi dengan teknik relaksasi maupun dengan aktivitas fisik berupa olahraga untuk mengelola kecemasan.

8. Spectrophobia


(Sumber gambar : hipwee.com)

Spectrophobia merupakan rasa takut pada cermin atau bayangannya sendiri. Ketakutan ini dapat berupa kecemasan yang ketika pengidap fobia ini, berada dekat dengan benda apapun yang bisa merefleksikan dirinya.

Umumnya, penderita fobia ini dipicu akan hal kurangnya rasa kurang percaya diri. Kondisi ini dapat diatasi dengan mencoba melatih diri dalam waktu yang bertahap untuk melihat pantulan diri pada cermin.

9. Hodophobia


(Sumber gambar : kumparan.com)

Hodophobia adalah ketakutan pada sebuah perjalanan. Baik yang berniat untuk bertamasya maupun yang berniat untuk menyelesaikan perjalanan pulang ketempat. Fobia ini biasanya didukung oleh rasa takut akan menaiki transportasi, baik transportasi darat hingga transportasi laut.

10. Autophobia


(Sumber gambar : hellosehat.com)

Autophobia atau monophobia adalah rasa takut akan kesendirian atau rasa takut yang muncul ketika sedang merasa kesepian. Ketakutan akan hal ini akan muncul ketika penderita sedang sendiri, baik itu di rumah, ataupun tempat lainya yang dianggap sangat dekat oleh penderita. Kondisi ini dapat diatasi dengan menghindari minuman alkohol dan mengajak beberapa teman untuk berbicara.

11. Gamophobia


(Sumber gambar : id.theasiannparent.com)

Gamophobia adalah ketakutan akan sebuah hubungan pernikahan. Fobia ini dipicu oleh beberapa hal, seperti rasa trauma akan kehidupan di masa lalu, keadaan keluarga, atau tidak sengaja menyaksikan kekerasan pada sepasang kekasih. Kondisi ini dapat diatasi dengan terapi atau tinggal sementara waktu diantara pasangan yang hidup bahagia.

12. Trypanophobia


(Sumber gambar : kompas.com)

Trypanophobia atau yang kerap disebut dengan belonephobia, aichmophobia atau enetophobia, merupakan rasa takut terhadap jarum atau benda-benda yang tajam. Kondisi ini dapat diatasi dengan menyimpan benda-benda tajam dalam wadah yang tertutup, dan meletakkannya pada tempat yang tersembunyi seperti laci pada meja.

13. Thalassphobia


(Sumber gambar : muffingraphics.com)

Thalassophobia merupakan rasa takut terhadap tempat perairan, yang meliputi lautan bewarna biru pekat dan juga samudera. Penderita ini akan merasa sangat ketakutan ketika berada de dekat bagian tepi kapal, ataupun diatas kapal yang sedang berlayar di atas lautan yang biru.

Akan tetapi, jenis fobia yang satu ini sedikit jarang dialami oleh orang. Kondisi ini dapat diatasi dengan terapi perilaku kognitif dan melakukan terapi pemaparan.

Nah bagaimana sobat Lintashaba, setelah mengetahui jenis phobia dan cara mengatasinya, apakah kamu salah satu orang yang berada di antaranya?? Yuk, tulis jawaban kamu di kolom komentar ya..

Baca Juga  Tak Banyak yang Tahu! Ini 5 Bumbu Dapur yang Dapat Digunakan Sebagai Bahan Kecantikan

Comment

Artikel Terkait