oleh

Kamu Termasuk yang Mana? Ada 6 Generasi Penduduk di Indonesia

Populasi Indonesia dikelompokkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam 6 generasi. Enam generasi penduduk di Indonesia tersebut adalah Post Generasi Z (Post Gen Z), Generasi Z (Gen Z), Milenial, Generasi X (Gen X), Baby Boomer, dan Pre-Boomer.

Ada stereotip yang berkembang bahwa kaum milenial adalah generasi pemalas, gen Z terdiri dari sekumpulan pemuda yang tidak bisa lepas dari gadget, dan baby boomer adalah orang-orang tua yang sulit menerima perubahan. Terlepas dari semua pandangan tersebut, kira-kira kamu termasuk generasi yang mana?

1. Post Generasi Z

anak laki-laki dan perempuan - sekolah dasar ilustrasi stok

Generasi penduduk di Indonesia yang termuda adalah post generasi Z atau post gen Z. Ini adalah sebutan bagi generasi yang lahir pada tahun 2013 dan seterusnya. Dikenal juga dengan gen alpha atau α yang diambil dari alfabet Yunani. Pada tahun 2022, mereka berusia sekitar 9 tahun.

Anak-anak ini lahir pada zaman termodern dibandingkan generasi lainnya. Mereka cenderung tumbuh menjadi generasi kritis yang sudah paham teknologi sejak dini. Tidak mengherankan jika banyak anak dalam post generasi Z sangat mahir menggunakan telepon pintar (smartphone), mengakses internet, menggunakan televisi, dan familiar dengan berbagai alat elektronik di rumah.

Dampak positif yang nyata terlihat adalah banyak anak di generasi ini, yang sudah bisa membaca sejak dini karena mengenali tulisan dan ikon-ikon pada telepon pintar atau tablet.

Namun, dampak negatifnya pun tetap ada. Gadget menjadi sebagian besar permasalahan yang harus dihadapi orang tua pada saat mengasuh anak-anak generasi ini. Ketergantungan anak pada gadget membuat mereka enggan bersosialisasi dengan temannya. Tingginya risiko mental illness pada generasi ini bisa saja terjadi akibat tekanan besar dari lingkungan dan juga tuntutan akademis.

2. Generasi Z

sekelompok karakter pria dan wanita di gaun wisuda dan topi bersukacita, melompat dan bersorak bahagia mendapatkan ijazah - wisuda ilustrasi stok

Generasi Z atau gen Z adalah sebutan bagi generasi yang lahir pada rentang waktu tahun 1997 – 2012. Terkadang generasi ini disebut juga dengan igeneration, yang berarti “generasi internet”. Pada tahun 2022, mereka berusia 10 – 25 tahun.

Baca Juga  5 Penyebab Rusaknya Keuangan Keluarga yang Paling Umum Terjadi

Orang-orang yang termasuk dalam kelompok ini masih muda dan dikelilingi teknologi maju. Hal ini membuat generasi Z sudah merasakan banyak kemudahan dari segi fasilitas dan akses. Tidak mengherankan jika generasi ini mahir dan aktif berinteraksi di dunia maya.

Generasi Z tumbuh menjadi orang-orang yang berpikiran terbuka, menyukai keberagaman dan hal-hal baru, berpikir kritis, serta ingin menjadi pembawa perubahan. Mereka juga dididik oleh orang tua yang berpikiran terbuka, sehingga tidak jarang generasi Z ini sudah dapat mengambil keputusan dan menentukan pilihan mereka sejak kecil.

Adapun sisi negatifnya, generasi ini dianggap lebih mager, alias malas gerak, jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Penyebabnya adalah karena mereka merasa tidak memerlukan usaha lebih, untuk mendapatkan hal yang diinginkan karena apa pun dapat diakses melalui gadget. Adakalanya segala kemudahan yang didapat menjadikan mental generasi ini tidak setangguh baby boomers dan generasi X.

3. Milenial

set karakter muda dengan ponsel, konsep komunikasi smartphone remaja. pemuda pria dan wanita memegang ponsel - milenial ilustrasi stok

Milenial adalah sebutan bagi generasi yang lahir pada rentang waktu tahun 1981 – 1996. Generasi ini disebut juga generasi Y atau gen Y. Pada tahun 2022, mereka berusia 26 – 41 tahun. Generasi ini sering dinilai lebih suka menghabiskan uang yang seharusnya dapat ditabung untuk membeli rumah demi jajan di hari ini.

Akan tetapi, tidak sedikit juga yang menyebut generasi ini sangat mandiri, karena mereka tidak lagi harus bergantung pada orang lain untuk memecahkan masalah mereka karena mereka memiliki internet untuk mengatasi hal tersebut. Hal ini membentuk karakter kreatif dan inovatif dalam pemanfaatan teknologi.

Para milenial ini juga dikatakan sebagai generasi yang ekspresif dan berpikiran terbuka, dibandingkan generasi pendahulunya yang masih kaku dan tegas. Mereka pun cenderung lebih berani menyampaikan pendapat dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Kerap kali mereka dianggap sebagai generasi pelanggar aturan. Apalagi, mereka cenderung tidak menganut paham hierarki. Artinya, semua orang memiliki level yang setara sehingga mereka bersikap sama baik kepada atasan maupun rekan kerja.

Baca Juga  8 Tips Belanja Hemat Ibu Rumah Tangga agar Bebas Perilaku Boros
4. Generasi X

antrian di supermarket di meja konter. orang-orang di toko ritel kelontong menunggu untuk membayar makanan di kasir - ibu ibu ilustrasi stok

Generasi penduduk di Indonesia berikutnya adalah generasi X atau gen X. Mereka adalah generasi yang lahir pada rentang waktu tahun 1965 – 1980. Pada tahun 2022, mereka berada pada usia 42 – 57 tahun. Generasi X tumbuh pada masa ketika teknologi berkembang pesat, tapi belum secanggih sekarang. Oleh karena itu, generasi ini merasakan pertumbuhan dunia digital sekaligus masih mengalami era kehidupan nondigital.

Generasi X merupakan anak-anak dari orang tua berasal dari generasi sebelumnya, yakni baby boomers. Orang-orang yang berasal dari generasi ini, seolah mulai mengurangi tradisi anak banyak. Hal ini tentu berbeda dengan para baby boomers yang bisa memiliki anak dengan jumlah hingga belasan.

Karena dididik oleh orang tua yang disiplin, generasi X pada umumnya bersifat mandiri, disiplin, suka bekerja keras, logis, dan mengutamakan karir. Hal ini wajar, karena orang tua mereka—yang yang berasal dari generasi baby boomers—pernah mengalami lingkungan dengan kondisi yang kurang stabil, sehingga menekankan kepada anak-anak mereka untuk menimba ilmu sebaik mungkin dan mengutamakan karir.

 5. Baby Boomers

sekelompok orang tua senior yang tersenyum bahagia, generasi perak. - baby boomers ilustrasi stok

Baby boomers adalah generasi yang lahir pada rentang waktu tahun 1946 – 1964. Pada tahun 2022, mereka berusia 58 – 76 tahun. Generasi ini disebut baby boomers karena pada umumnya orang pada masa ini lahir setelah Perang Dunia II. Pada masa itu, peningkatan angka kelahiran begitu besar hingga seperti ledakan kelahiran.

Ada kecenderungan kompetitif pada baby boomers. Kemungkinan penyebabnya adalah banyaknya jumlah individu yang lahir pada generasi ini, sehingga mereka harus bersaing ketat untuk mendapatkan tempat di masyarakat. Tidak jarang para baby boomers juga mengalami banyak perubahan di bidang pendidikan dan politik.

Para baby boomers yang dididik oleh orang tua disiplin, pada umumnya memiliki kedisiplinan yang tinggi, mental sekuat baja, prinsip kuat, teguh pada loyalitas, dan sangat berdedikasi. Jadi, jangan heran ketika melihat orang-orang yang hingga masa tuanya, mengabdi pada suatu pekerjaan selama puluhan tahun pada bidang yang sama. Hal ini dikarenakan orang-orang dari generasi tersebut sangat memegang teguh loyalitas dan sangat berdedikasi.

Baca Juga  Ternyata Ini 8 Alasan Mengapa Menjadi PNS! Apa iya?

Terkait dengan perkembangan teknologi, baby boomers yang kini sudah semakin lanjut usia tidak jarang mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan kecanggihan teknologi. Mereka perlu mempelajari cara menggunakan teknologi.

6. Pre-Boomers

selamat orang-orang senior asia. orang tua tua terisolasi dengan latar belakang putih. vektor datar - lansia ilustrasi stokPre-boomers adalah generasi yang lahir sebelum tahun 1945. Pada tahun 2022, usia mereka adalah 77 tahun ke atas. Para pre-boomers lahir di zaman kekacauan ekonomi global”. Karena kriris global inilah generasi pre-boomers hidup dalam keadaan berkekurangan.

Pre-boomers juga mengalami berbagai kejadian besar, seperti Pearl Harbor dan Perang Dunia II. Oleh karena itu, pre-boomers mempunyai jiwa yang tangguh karena hidup pada saat perekonomian global berada dalam situasi sulit akibat perang.

Karakter umum yang dimiliki pre-boomers adalah berjiwa kepemimpinan tinggi serta bertanggung jawab. Jiwa patriotisme mereka tidak perlu diragukan, tetapi kurang berani berpendapat karena kebebasan berpendapat kala itu sangat dibatasi. Selain itu, mereka juga taat hukum dan kewajiban, serta sangat berhati-hati ketika membelanjakan uang.

Menurut para ahli pengelompokan generasi, dikatakan bahwa perbedaan waktu kelahiran menghasilkan karakteristik generasi yang berbeda. Kapan kamu lahir akan mempengaruhi sikapmu, persepsimu, nilai-nilai yang kamu yakini, dan perilakumu. Pastinya, zaman telah berubah dan akan terus berubah seiring berjalannya waktu. Akan banyak hal-hal berbeda dan baru di setiap generasinya, termasuk karakter masyarakatnya sendiri. Jadi, dari generasi apa pun kamu, tetap lakukan yang terbaik untuk dirimu, keluargamu, dan orang-orang di sekitarmu, ya. Itu baru namanya generasi penduduk di Indonesia yang hebat!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Publikasi Terkait Lainnya