by

Jangan Bingung, Inilah Perbedaan Artikel dan Esai

Hey Sob, bahwa di website LintasHaba ini ada banyak Artikel yang memiliki bahasan tentang tulisan. Mulai dari cara menulis Artikel hingga cara menulis Esai loh. Eitss, tapi kira-kira para Sobat LintasHaba sudah tahu belum mengenai perbedaan antara keduanya dengan cara yang lebih spesifik? Ingat ya, Artikel dan Esai sama-sama bentuk tulisan, sama-sama membutuhkan ide dan sama-sama yang lebih banyak lagi.

Nah, supaya kamu nggak dibuat bingung lagi nih untuk cara penulisannya yang berbeda. Berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai perbedaan antara Artikel dan Esai yang berhasil kami rangkum.

Jadi, jangan sampai ketinggalan yaa supaya kamu makin jago nulis deh, check it out!

> Artikel vs Esai

Artikel dan Esai adalah dua bentuk tulisan akademis. Meskipun ada kesamaan tertentu di antara mereka, ada juga perbedaan yang jelas di antara mereka. Perbedaan tersebut didasarkan pada format, tujuan dan isi. Sebelum melihat perbedaan antara Artikel dan Esai, mari kita lihat dulu definisi dari kedua kata ini ya!

Apa itu Artikel?

Lebih jelasnya lagi, Artikel adalah tulisan yang disertakan bersama orang lain dalam surat kabar, majalah, atau publikasi lainnya . Ini adalah komposisi tertulis yang nonfiksi dan prosa, kemudian artikel ini mudah untuk didapatkan atau ditemukan di majalah, ensiklopedia, situs web, surat kabar atau publikasi lainnya; isi dan struktur Artikel mungkin bergantung pada sumbernya. Misalnya, sebuah Artikel dapat berupa editorial, review, artikel fitur, artikel ilmiah, dan lain-lain.

Namun, maksud atau tujuan dari sebuah Artikel tetap sama loh. Nah, tujuan utama dari sebuah Artikel adalah untuk menginformasikan pembaca tentang topik tertentu. Kemudian, fitur umum lain dari Artikel adalah bahwa mereka biasanya mengikuti format heading dan sub-heading. Ingat ya, format ini akan lebih memudahkan pembaca untuk memahami konsep yang dibahas dalam Artikel dengan mudah.

Artikel juga dapat bervariasi sesuai dengan jenis informasi yang disajikan loh  Sob! Bahkan, fakta dan informasi ini umumnya disajikan secara objektif karena tujuan penulis adalah sosok untuk menggambarkan topik, bukan untuk membujuk pembaca agar menerima pandangannya.

Ingat ya, bahwa Artikel bisa informatif dan tidak semuanya menghibur, tetapi juga lebih mungkin untuk menemukan Artikel di majalah yang menawarkan hiburan bagi pembaca daripada Esai.

Apa itu Esai?

Sobat LintasHaba seperti bahasan sebelumnya Esai adalah karya tulis yang menganalisis, menggambarkan dan mengevaluasi topik atau masalah tertentu loh! Ini adalah bentuk tulisan yang singkat dan padat yang berisi pendahuluan, isi yang terdiri dari beberapa paragraf pendukung dan kesimpulan.

Selain itu, sebuah Esai dapat menginformasikan pembaca atau mempertahankan argumen, serta menganalisis masalah atau menguraikan konsep yang ada. Esai adalah kombinasi dari statistik, fakta, dan opini serta pandangan penulis.

Oya, Esai ini dapat dibagi menjadi berbagai jenis diantaranya, naratif, deskriptif , persuasif, argumentatif, ekspositori dan sebagainya. Tujuan dan isi Esai dapat bergantung pada jenis Esai loh, misalnya jika kamu menulis Esai naratif, kamu akan memperhatikan gaya, dan narasi yang dapat menarik minat pembaca.

Tetapi jika kamu menulis Esai argumentatif atau persuasif, kamu akan lebih memperhatikan fakta dan argumen yang kuat untuk membuktikan maksud kamu.

Nada

Perbedaan paling mencolok antara Esai dan Artikel adalah nadanya Sob! Esai secara tradisional adalah bagian subjektif dari tulisan formal yang menawarkan analisis topik tertentu. Dengan kata lain, seorang penulis Esai mempelajari, meneliti dan membentuk opini berdasarkan fakta tentang topik tersebut, untuk memberi tahu orang lain tentang ide-ide mereka.

Sebuah Artikel secara tradisional objektif, bukan subjektif. Menulis Artikel tidak selalu membutuhkan opini untuk dibentuk dan diekspresikan, dan tidak ada persyaratan analisis yang ditawarkan tentang informasi yang disajikan.

Struktur

Secara umum, kamu akan memahami bagaimana Artikel dapat disusun dalam berbagai cara Sob! Beberapa ada yang menyertakan judul dan subjudul beserta foto yang menyertainya, untuk melukiskan atau menafsirkan gambaran bagi pembaca, untuk membentuk pemikiran dan pendapatnya sendiri tentang pokok bahasan suatu Artikel.

Berbeda dengan Esai sebab bagaimanapun hal ini tetap memiliki pedoman yang lebih ketat, pada struktur dan ini tergantung pada jenis Esai yang dipilih penulis. Secara tradisional, pembaca akan melihat paragraf pengantar yang menyajikan pernyataan tesis, paragraf isi dengan kalimat topik yang berhubungan kembali dengan dan menyempurnakan tesis, dan kesimpulan dengan pendapat penulis tentang informasi yang disajikan.

Faktor Hiburan

Sementara untuk Esai naratif dapat menceritakan kisah-kisah menghibur, itu adalah sejenis tulisan yang paling sering dimasukkan dalam majalah dan surat kabar, untuk membuat pembaca mereka mendapat informasi dari kegiatan membaca.

Bagi seorang penulis Esai, ini semua mengenai tentang cara belajar sebanyak mungkin tentang suatu topik, kemudian cara membentuk pendapat, juga cara menjelaskan bagaimana mereka sampai pada pendapat itu dan mengapa. Sedangkan Artikel, hal ini terserah pada penulis Artikel tentang pesan apa yang ingin mereka sampaikan, terkadang pesan itu informatif dan terkadang lucu loh, wkwk.

Oya, kamu tidak akan menemukan Esai di majalah hiburan. Jika terdapat seseorang yang mencari informasi mendalam, tentang suatu subjek atau sesuatu maka ia akan lebih memutuskan untuk mencari sebuah Esai, sementara orang yang mencari tulisan yang menghibur, yang memungkinkan mereka untuk menarik kesimpulan sendiri akan lebih cenderung mencari Artikel.

Itulah tadi berbagai perbedaan Artikel dan Esai yang dapat dengan mudah kamu pahami. Nah, untuk informasi selengkapnya mengenai cara penulisan Artikel dan Esai. Kamu dapat mengunjungi tulisan sebelumnya, atau klik “Bahasan Seputar Esai Hingga Cara Penulisannya Yang Mudah!” atau “Tips dan Trik Menulis Artikel Dalam Waktu Singkat, Bahkan Jika Kamu Bukan Orang Kreatif”.

Baca Juga  Kiat Mengajar agar Tidak Membosankan bagi Seorang Guru

Comment

Artikel Terkait