by

Ingin Hidup Rukun dengan Tetangga? Hindari 10 Penyebab Konflik Ini

Menjaga hubungan baik dengan tetangga di lingkungan sekitar rumah, adalah hal yang harus kita lakukan jika ingin hidup dengan rukun, tenteram, dan nyaman, baik di daerah perkampungan ataupun di kompleks-kompleks perumahan di kota besar. Berbagai masalah sepele yang kita anggap tidak penting ternyata bisa menyulut pertengkaran dengan tetangga.

Untuk yang memilih tinggal di tengah perkampungan, maka masalahnya menjadi lebih kompleks, mengingat banyak hal-hal yang belum diatur dengan baik, seperti selokan, lahan parkir, tempat pembuangan sampah dan lain-lain. Apalagi di kampung-kampung masih banyak orang yang memelihara hewan yang bisa mengganggu tetangga. Sepuluh masalah ini sebaiknya kita hindari, jika ingin hidup rukun dengan tetangga baik di perkampungan ataupun di perkotaan.

1. Membuat Kebisingan

Hal yang terlihat sepele ini ternyata sangat mudah memicu keributan antar tetangga atau antar sesama penghuni kos. Suara orang menyetel musik keras-keras akan sangat mengganggu ketenangan para tetangga. Di daerah perkampungan, masih banyak orang yang mengadakan acara pernikahan atau sunatan, dengan hiburan organ tunggal hingga larut malam dengan pengeras suara yang sangat kencang. Tentunya hal seperti ini akan membuat banyak orang yang ingin beristirahat menjadi terganggu.

Jika kita akan mengadakan acara dengan panggung hiburan dan musik, sebaiknya meminta izin kepada RT, RW, dan tetangga sekitar. Usahakan agar  tidak membuat acara dengan suara musik yang terlalu kencang dan berlangsung hingga larut malam.

2. Memarkir Mobil di Jalan Umum

Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak orang yang mempunyai kendaraan, tetapi tidak punya garasi untuk memarkirnya. Alih-alih menyewa tempat parkir, mereka malah menaruh mobil atau motor di jalan umum, sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya.

Lebih parah lagi, ada orang-orang yang memarkir kendaraan di depan pagar rumah tetangga sehingga pemilik rumah sulit untuk mengeluarkan kendaraan mereka. Ada juga kelakuan orang yang sangat sulit dimengerti, yaitu memarkir kendaraan tepat di depan pintu pagar rumah orang, sehingga, jangankan kendaraan, penghuni rumah saja sulit untuk keluar.

Baca Juga  Hati-Hati, Ini Penyebab Anak Manja yang Memprihatinkan

Kebiasaan buruk tersebut sangat mudah memicu konflik dengan tetangga. Jika karena satu dan lain hal kita terpaksa memarkir kendaraan di depan rumah tetangga, mintalah izin kepada pemilik rumah dan segera pindahkan kendaraan setelah urusan kita selesai.

3. Menjaga Hewan Peliharaan

Bagi orang yang tinggal di daerah perkampungan, biasanya masih banyak yang memelihara ayam, bebek, atau kambing. Hewan-hewan ini jika dilepas maka berpotensi untuk memakan atau merusak tanaman tetangga.

Jika ayam atau kambing hanya memakan daun-daunan, maka bebek akan merusak tanaman hingga ke akarnya. Jika kita tidak bisa menjaga agar hewan-hewan tersebut tidak berkeliaran dan merusak tanaman, maka sebaiknya tidak usah memeliharanya.

Di daeran kompleks perumahan di kota besar, biasanya hewan yang dipelihara adalah kucing atau anjing. Hewan-hewan ini jika dilepas maka akan membuang air besar di halaman rumah tetangga. Gangguan dari hewan-hewan peliharaan ini seringkali membuat hubungan antar tetangga menjadi rusak.

4. Menggunakan Area Permbatas antar Rumah

Jika kita tinggal di deretan rumah-rumah yang memiliki tembok pembatas antar rumah, yang saling menempel dengan tembok tetangga, maka kedua tembok yang menempel tersebut menjadi area milik bersama. Biasanya tinggi tembok pembatas tersebut sekitar 1,5 meter. Yang sering memancing keributan adalah jika tembok itu digunakan, untuk menjemur kasur atau meletakkan pot-pot bunga milik salah satu rumah, sehingga rumah sebelahnya tidak bisa menggunakan area bersama tersebut.

Jalan keluar dari masalah ini adalah dengan tidak meletakkan atau menjemur benda apa pun di tembok pembatas. Jika tidak ingin ada masalah, lebih baik jika kita memasang pembatas berupa pagar besi pendek di bagian tengah dari tembok tersebut, sehingga setiap rumah bebas untuk meletakkan pot bunga atau benda lain di tembok bagian mereka sendiri.

Baca Juga  7 Rekomendasi Camilan Pereda Stres, Semuanya Enak Banget
5. Saling Meminjam Barang

Persoalan pinjam-meminjam barang antar tetangga juga harus dilakukan dengan hati-hati. Sebaiknya jangan meminjam apa pun dari tetangga jika tidak benar-benar perlu. JIka kita terpaksa meminjam tangga, alat-alat berkebun atau apa saja pada tetangga, maka segera kembalikan setelah dipakai dan harus dijaga agar tidak rusak. Satu hal penting lainnya agar hidup rukun dengan tetangga adalah, jangan pernah meminjamkan kepada orang lain barang-barang yang kita pinjam tersebut.

6. Terlalu Sering Merepotkan Tetangga

Mempunyai tetangga yang baik dan peduli tidak berarti kita boleh meminta pertolongan terus-menerus sehingga merepotkan mereka. Hal-hal yang dapat membuat tetangga tidak nyaman adalah jika kita sering menitipkan anak saat bepergian, menitipkan kendaraan di halaman tetangga, meminta bantuan untuk memasang berbagai peralatan, atau meminta bantuan untuk menyiram tanaman saat kita bepergian. Usahakan untuk melakukan sendiri hal-hal yang dapat membuat tetangga menjadi terganggu.

7. Pertengkaran Anak-anak

Saat anak-anak kita bermain dengan anak-anak tetangga, adalah hal yang wajar jika terjadi pertengkaran. Yang menjadi masalah adalah jika orang tua ikut bertengkar untuk membela anak-anak mereka. Sebagai orang tua, sebaiknya kita berusaha untuk bersabar jika menerima pengeaduan dari anak-anak tentang pertengkaran mereka dengan anak-anak tetangga. Ajari anak-anak untuk berdamai dan saling memaafkan.

Yang sering terjadi adaah anak-anak sudah berbaikan di hari yang sama, sedangkan orang tua mereka masih berseteru untuk waktu yang sangat panjang.

8. Kebiasaan Saling Mengantar Makanan

Jika kita tinggal di daerah perumahan yang para penghuninya mempunyai kebiasaan untuk saling mengantar makanan, maka ada hal-hal yang harus kita perhatikan. Biasanya di daerah perkampungan kebiasaan ini lebih sering dilakukan. Kadang-kadang persediaan makanan yang akan kita berikan kepada tetangga keadaannya terbatas, sehingga tidak bisa memberikannya kepada banyak orang.

Jika kita hanya mengantarkan makanan kepada satu atau dua rumah saja, usahakan sedapat mungkin agar saat mengantar makanan tidak dilihat atau diketahui oleh tetangga lain yang tidak kebagian makanan. Mungkin bisa dilakukan dengan cara memasukkan makanan ke dalam wadah tertutup yang dimasukkan ke dalam kantong plastik.

Baca Juga  8 Penyebab Napas Bau Busuk yang Perlu Diwaspadai
9. Keikutsertaan Dalam Kegiatan atau Acara Bersama

Sebagai warga yang baik, kita harus aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan di lingkungan sekitar rumah, seperti kerja bakti, kegiatan 17 Agustus, atau kegiatan-kegiatan keagamaan yang diadakan di masjid atau musala. Selain itu, usahakan juga untuk menghadiri undangan-undangan acara pernikahan, sunatan, atau pengajian yang diadakan oleh warga di lingkungan sekitar.

Jika kita tidak pernah menghadiri undangan atau berpartisipasi dalam kegiatan bersama, maka akan dianggap tidak mau bersosialisasi dengan tetangga dan lingkungan sekitar rumah. Jika suatu saat kita mengadakan acara di rumah, maka akan merasa tidak enak untuk meminta para tetangga untuk hadir.

10. Saling Bergosip Antar Tetangga

Dari semuah hal yang telah disebutkan di atas, masalah bergosip ini yang paling sering memicu pertengkaran antar tetangga, baik di kampung maupun di kota. Jika dahulu kebiasaan ini sering dilakukan saat berbelanja di pedagang sayuran, sekarang lebih banyak dilakukan melalui grup-grup WhatsApp ibu-ibu atau bapak-bapak. Grup-grup yang tadinya dibuat untuk saling bertukar informasi, malah menjadi ajang untuk membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat dan bisa memicu pertengkaran.

Cara untuk terhindar dari masalah ini adalah dengan bersikap bijak dan menahan diri, untuk tidak berkomentar tentang apa pun yang tidak penting. Jika pembicaraan dalam grup sudah mengarah kepada saling memburuk-burukkan antar anggota, lebih baik kita tidak usah membuka grup untuk sementara.

Itulah 10 hal yang harus dihindari agar kita bisa hidup rukun dengan tetangga baik di daerah perkampungan ataupun perkotaan. Hubungan dengan tetangga dan lingkungan sekitar yang terjaga dengan baik dan harmonis, akan membuat kehidupan kita menjadi nyaman dan terhindar dari berbagai masalah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya