oleh

Cara Meminimalisir Masalah dengan Anger Management

“Apa?! Anger management?! Itu artinya mengelola amarah, bukan? Ya ampun, ribet! Kalau mau marah, ya marah aja. Ngapain sih pake dikelola segala? Aku nggak suka!”

“Aku sependapat. Karena marah merupakan sikap yang wajar dalam menghadapi masalah. Jadi, kalau bisa disalurkan agar amarah tidak menjadi penyakit dalam hati.”

“Betul!”

“Eh, tapi, gini, loh. Andaikan ada orang yang marah. Terus, dia mengucapkan kata-kata makian yang kasar. Nama penghuni kebun binatang dia sebut. Habis itu, dia lempar semua barang yang ada di dekatnya. Brak-bruk-brak-bruk!”

“Terus kenapa? Wajarlah begitu. Kan dia lagi marah. Ada paham, ada orang yang diam saja kalau sedang marah. Tapi, ada juga yang eksplosif, toh? Tidak terkendali! Teriak-teriak, merusak barang, kalau perlu berbuat kasar kepada orang yang membuatnya marah. Terkadang aku juga begitu. Apalagi kalau ada orang yang mengataiku genit, mata duitan, sok cantik, tukang ghibah! Huh! Gemes! Rasanya pengen tak cruwes mulutnya.”

“Naaah! Bahaya kan kalau sampai begitu? Teriakan-teriakan kasar bisa melukai hati orang yang kamu maki. Merusak barang, jelas bukan tindakan solutif. Lalu, berbuat kasar kepada orang yang membuatmu marah? Oh, BIG NO! Nanti bisa-bisa kamu berurusan dengan pihak kepolisian.”

“Mmm… Iya, ya. Aku kok baru nyadar.”

“Syukurlah kalau kamu lekas sadar. Rasa marah memang berpotensi melukai orang-orang di sekeliling kita. Seperti keluarga, teman dekat, juga rekan kerja. Jadi, sebelum hal-hal yang merusak kedamaian hidup terjadi, mau gak kalau dari sekarang kita praktik mengelola amarah? Meminimalisir masalah dengan anger management.”

“Setuju!”

Kamu juga setuju kalau meminimalisir masalah dapat dilakukan dengan anger management? Kalau begitu, langsung saja. Ini dia beberapa cara mempraktikkan anger management dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Makanan Pencegah Panas Dalam yang Paling Rekomended untuk Dicoba
1. Berlatih Pernapasan dalam Hitungan 1 Sampai 10 di Dalam Hati

Meminimalisir masalah dengan anger management yang satu ini sangat umum dilakukan. Tahap 1, cobalah berhitung 1 sampai 10 ketika mulai terasa amarahmu akan meledak. Lakukan hitungan di dalam hati.

Jika amarahmu belum mereda, lakukan tahap 2. Sekali lagi hitung 1 sampai 10, sambil menutup mata. Jika belum juga berkurang, lakukan tahap 3. Hitung lagi 1 sampai 10 sambil metutup mata. Ketika sudah sampai hitungan ke-10, tariklah napas panjang, tahan sebentar, lalu hembuskan. Pada umumnya, kemarahan akan mereda pada tahap ketiga.

Lalu, apa yang harus dipraktikkan dalam kebiasaan sehari-hari? Berlatihlah menarik napas panjang secara teratur sambil menghitung 1 sampai 10 di dlaam hati. Tahan napas pada hitungan ke lima dan hembuskan napas begitu sampai pada hitungan ke sepuluh. Latihan pernapasan dapat membuatmu rileks. Konon, juga dapat menjernihkan pikiran karena lebih banyak oksigen yang masuk ke otak.

2. Meluangkan Waktu untuk Mencari Penyebab Utama Munculnya Rasa Amarah

Ketika hatimu sedang merasa nyaman dan damai, cobalah luangkan waktu untuk menyendiri. Menyendiri di sini tidak dimanfaatkan untuk melamun. Namun, gunakan waktu menyendiri ini untuk menuliskan apa saja penyebab amarahmu. Tulis di selembar kertas, buku tulis atau buku harian kesayanganmu.

Selain itu, kamu juga bisa menanyakan kepada dirimu sendiri. “Kenapa aku marah karena hal ini?”, “Apa yang harus kulakukan agar aku tidak melakukan hal konyol ketika marah?”, dan lain sebagainya.

Hal ini dapat kamu lakukan setiap hari. Misalnya, menjelang waktu tidur atau pada hari libur. Jika sedang tidak ada yang ingin kamu tuliskan, maka baca saja catatan yang pernah kamu tulis. Jika terbiasa membaca catatan tersebut, kamu akan semakin mengenali apa saja yang dapat menyebabkan amarahmu meluap. Dengan begitu, semakin mudah bagimu untuk meminimalisir masalah dengan anger management.

3. Bertukar Pikiran dengan Orang yang Dapat Dipercaya

Kadang-kadang, kamu mungkin bingung mencari solusi pada saat sedang marah. Dalam keadaan begitu, tidak ada salahnya membicarakan amarahmu sekaligus meminta saran kepada orang yang dapat kamu percaya. Contohnya, orang tua, saudara, guru, bahkan psikolog. Jika perlu, seringlah berbicara kepadanya. Bahkan, pada saat kamu sedang tidak marah akan suatu hal.

Baca Juga  Nggak Cuma Sebagai Bumbu Masakan, Ini Lho Fungsi Utama Garam yang Harus Kamu Tahu

Hal ini juga merupakan metode anger management yang ampuh. Pada umumnya, orang yang dapat dipercaya atau orang terdekat adalah orang yang sangat mengenalmu. Dia peduli terhadap kondisimu. Dengan bertukar pikiran, mudah-mudahan kamu semakin mengenali tanda-tanda emosinalmu. Juga semakin banyak mendapatkan ide untuk memecahkan masalah.

4. Belajar Berpikir Jernih dan Mengekspresikan Amarah dengan Cara yang Tepat

Ada istilah, “lidah memotong lebih dalam daripada pedang”. Maksudnya, kata-kata yang terucap akan meninggalkan dampak yang bertahan lama di hati seseorang. Ketika sedang marah, jika kamu bukan tipe orang yang memendam perasaan, maka pada umumnya kamu akan meluapkan amarah melalui kata-kata kasar. Kata-kata tersebut diucapkan tanpa memikirkan dampaknya.

Bayangkan jika orang tua melakukan hal tersebut kepada anaknya, pimpinan kepada anak buahnya, presiden kepada rakyatnya, dan sebagainya. Sakit hati yang membekas akibat kata-kata yang kasar hanya akan memperkeruh keadaan.

Ketika kamu diliputi amarah dan hendak mengucapkan kata-kata makian, segera lakukan tips pada poin 1, yaitu menarik napas dalam hitungan 1 sampai 10. Setelah kamu dapat berpikir jernih, cobalah ungkapkan tentang emosi yang kamu rasakan kepada orang yang telah membuatmu marah. Boleh dengan cara yang tegas, jelas, dan tidak konfrontatif agar tidak menyakiti perasaannya.

Lakukan hal ini tiap kali kamu merasa marah. Jika kamu berhasil melakukannya, yakinlah kamu akan bangga pada dirimu sendiri. Kamu berhasil melakukan anger management dengan baik.

Itulah beberapa poin meminimalisir masalah dengan anger management. Ringkasnya, anger management adalah proses mengenali tanda-tanda ketika kita (akan) marah dan segera mengambil tindakan untuk menenangkan diri.

Dengan begitu, kita dapat mengendalikan situasi dengan cara yang produktif. Ingat, anger management bukan berarti mencegah atau menahan rasa amarah. Marah adalah emosi yang normal dan sehat, kok. Asalkan, kamu tahu bagaimana mengekspresikannya dengan tepat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Publikasi Terkait Lainnya