by

Bisa Membawa Kegagalan, Ini 6 Sikap yang Harus Dihindari Saat Interview!

Interview merupakan sebuah kegiatan tanya-menanya yang biasanya harus dilalui seseorang ketika sedang seleksi kerja, seleksi masuk Perguruan Tinggi, seleksi beasiswa dan lain-lain. Interview atau wawancara, memang menjadi hal yang harus mendapat perhatian lebih dan persiapan ekstra.

Sebab umumnya tahap seleksi interview atau wawancara ini menjadi tahap penentu akhir, sebelum dinyatakan lolos seleksi dan menjadi penentu kelolosan seleksi. Demi berhasilnya seleksi interview, ada sejumlah sikap yang harus dihindari saat interview.

Apa saja sikap-sikap yang harus dihindari tersebut? Yuk simak artikel berikut supaya lebih tahu dan lebih paham.

1. Berbicara dengan Menggerakkan Tangan

Sikap yang harus dihindari saat interview yang pertama adalah berbicara dengan menggunakan atau menggerakkan tangan. Biasanya, ketika sedang berbicara kita cenderung menggunakan tangan untuk memperjelas maksud kita. Atau ketika kita merasa gugup, kita akan berbicara sambal menggerakkan tangan untuk memperjelas maksud kita. Ternyata, terlalu banyak menggerakkan tangan ketika interview bisa menjaid poin negatif bagi kita.

Hal ini dikarenakan jika kita terlalu banyak menggunakan gerstur tangan, kita akan dianggap sedang gugup dan panik. Tentu saja pewawancara kita, tidak akan menyukai orang yang dipandang mudah gugup dan mudah panik.

Selain itu, mengurangi Gerakan tangan ketika interview juga akan menunjukkan kesopanan kita dan rasa hormat kita pada lawan bicara. Ada baiknya ketika kita duduk untuk interview, letakkan tangan di atas paha kita dengan posisi tubuh yang tegak.

2. Menggoyangkan Barang atau Apapun

Sikap yang harus dihindari saat interview berikutnya adalah menggoyangkan sesuatu yang ada di hadapan kita. Misalnya saja ada pulpen di atas meja kemudian kamu tiba-tiba menyentuhnya dan menggerakkannya secara tiba-tiba. Hal ini akan membuat kamu terlihat panik, kebingungan, dan gugup. Hal-hal tersebut tentuan akan menjadi poin negatif untuk kamu. Selain itu, kamu juga akan dinilai tidak sopan dan tidak menghormati lawan bicara kamu.

Baca Juga  Patut Dicoba, Inilah 5 Cara agar Tidak Telat Bangun Sahur

Merasa gugup saat interview memanglah sesuatu yang wajar. Namun yang perlu diingat, kamu harus tetap bisa mengendalikan kegugupanmu. Usahakan selalu tersenyum dan menatap mata pewawancara. Hindari mengekspresikan rasa gugup dengan menggerakkan barang yang ada di hadapan kamu.

3. Tidak Menatap Mata Pewawancara

Menatap mata lawan biacara ketika berbicara menandakan bahwa kita menghargai orang yang sedang berbicara dengan kita. Begitupun halnya ketika sedang interview atau wawancara. Menatap mata pewawancara atau menjaga kontak mata menjadi hal yang penting, sekaligus menandakan bahwa kita percaya diri dan tidak gugup.

Jangan sampai terlihat menghindari kontak mata atau bahkan mengalihkan pandangan dengan cepat dari pewawancara. Sikap yang semacam itu akan membuat kamu terlihat kurang percaya diri dan terlihat gugup. Usahakan menatap mata pewawancara dengan lembut, seperti halnya kamu sedang berbicara dengan teman seperti biasanya. Berikan tatapan mata yang nyaman disertai senyuman, supaya pewawancara merasa lebih yakin dengan apa yang kamu sampaikan.

4. Jeda Menjawab Pertanyaan yang Terlalu Lama

Sikap berikutnya adalah waktu memikirkan jawaban yang terlalu lama ketika diberi pertanyaan oleh pewawancara. Hal ini merupakan hal yang harus sangat dihindari, karena bisa membuat kamu terlihat kebingungan memikirkan jawaban dan kurang siap dengan wawancara yang kamu hadapi saat itu.

Berpikir terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan memanglah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Jangan sampai asal menjawa saja. Tetapi, jangan sampai waktu untuk memikirkan jawaban tersebut terlalu lama. Karena memikirkan jawaban terlalu lama, bisa saja diartikan sebagai ketidaksiapan atau keraguan dalam menjawab oleh sang pewawancara.

Usahakan untuk merasa yakin dengan apa yang menjadi jawaban kamu, dan usahakan untuk menjawab pertanyaan dengan waktu yang singkat. Jangan lupa untuk tetap berhati-hati dalam menjawab. Hal ini akan membuat kamu dinilai berkompeten, percaya diri, dan telah mempersiapkan wawancara dengan baik.

Baca Juga  8 Ide Bisnis Kuliner Kekinian yang Menjanjikan Banyak Keuntungan
5. Gestur atau Gerak Tubuh yang Berlebihan

Memberikan gestur tubuh atau gerak tubuh yang berlebihan juga menjadi hal yang harus dihindari, ketika sedang melakukan interview atau wawancara. Jangan sampai terlihat terlalu sering menggerakan anggota tubuh seperti tangan dan kaki, jangan juga terlalu sering memperbaiki posisi duduk. Jika terlihat terlalu sering bergerak, kamu akan dinilai merasa kurang nyaman dengan suasana wawancara dan akan dinilai merasa gugup dan panik.

Ada baiknya untuk menjaga gestur tubuh tetap diam namun santai dan rileks. Jika kamu duduk dengan posisi yang terlalu kaku justru akan membuat kamu merasa lebih gugup. Usahakan mempertahankan posisi tubuh yang tegak, sigap dan terlihat senyaman mungkin, supaya pewawancara tahu bahwa kamu sudah mempersiapkan wawancara dengan baik.

6. Ekspresi Wajah Kaku dan Tegang

Sikap yang harus dihindari saat interview yang selanjutnya adalah ekspresi wajah yang terlalu kaku dan terlihat tegang. Ekspresi wajah yang terlihat kaku dan tegang, justru akan membuat pewawancara menilai kamu kurang siap dan terlalu gugup. Selain itu, ekspresi wajah yang cenderung terlihat kaku juga sebaiknya dihindari.

Usahakan menjawab pertanyaan dengan serius dan jangan lupa tersenyum, serta menjaga ekspresi seperti sedang berbicara dengan teman pada umumnya. Berbicaralah dengan nada bicara yang lembut tetapi terkesan meyakinkan. Hal tersebut akan menjadi nilai tambah untuk kamu. Jangan berbicara terlalu cepat, terlalu menggebu-gebu, atau terlalu pelan tanpa penekanan. Cara bicara yang lembut namun tegas akan membuat kamu tampak lebih percaya diri.

Itulah 6 sikap yang harus dihindari saat interview atau wawancara. Merasa tegang saat sedang wawancara memanglah hal yang wajar. Tetapi lebih dari pada itu, kamu harus tetap bisa mengendalikan ketegangan kamu dan jangan sampai sebaliknya malah ketegangan yang mengendalikan kamu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Publikasi Terkait Lainnya