by

7 Poin Penting Guna Mewaspadai Tanda-Tanda Burnout

Kamu pasti pernah merasa lelah akibat melakukan aktivitas tertentu. Seperti berolahraga, belajar, bekerja, dan sebagainya. Kelelahan seperti itu masih termasuk wajar. Namun, ada suatu jenis kelelahan yang terasa tidak wajar yang dikenal dengan sebutan burnout. Burnout muncul akibat perasaan kewalahan terus-menerus dan kerap dialami oleh orang-orang yang sering dipaksa atau memaksakan diri bekerja berlebihan.

Berbeda dari stres biasa, burnout merupakan akumulasi dari stres emosional, fisik, dan mental yang berkepanjangan. Jika tidak segera mewaspadai tanda-tanda burnout yang mungkin sedang kamu alami, akibatnya bisa berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental. Yuk, sekarang cermati apa saja tanda-tanda yang muncul pada seseorang yang sedang mengalami burnout.

1. Tidak Dapat Rileks dan Susah Tidur

Keluhan tidak dapat rileks dan susah tidur dapat terjadi jika kamu kelelahan. Contohnya, seorang karyawan, bekerja dari pukul 07.00 pagi sampai pukul 10.00 malam dengan alasan lembur. Hal tersebut berlangsung selama beberapa hari, bahkan beberapa minggu. Artinya, setiap hari karyawan tersebut bekerja selama 15 jam. Tentu saja hal ini tidak bagi bagi kesehatan.

Ingat bahwa tubuh juga perlu waktu isitirahat. Apa pun aktivitas yang dilakukan, alangkah baiknya jika kamu dapat tidur nyenyak selama 8 jam di malam hari. Tidur yang cukup dapat membuat seseorang lebih berenergi dalam menjalani aktivitas keesokan harinya. Sebaliknya, jika kamu bekerja dengan ritme seperti contoh karyawan tadi, tentu akan banyak gangguan kesehatan yang muncul.

2. Merasa Lelah Berkepanjangan

Kamu harus mulai mewaspadai tanda-tanda burnout ketika mulai merasa lelah setiap saat, padahal saat itu kamu sedang tidak bekerja. Tenagamu seolah-olah hilang karena rasa lelah yang muncul, baik secara fisik, emosional, maupun mental. Rasa lelah seperti ini diakibatkan oleh rutinitas atau kebiasaan sehari-hari yang tidak sehat. Namun, pada beberapa kasus, merasa lelah sepanjang waktu juga bisa menjadi gejala penyakit tertentu.

Baca Juga  Mengapa Banyak Lulusan Kuliah yang Menganggur? Simak 7 Penyebab Fresh Graduate Susah Cari Kerja

Kelelahan sebagai tanda burnout juga mencakup perasaan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan apapun. Padahal, kamu sudah berusaha menyelesaikannya.

3. Mengalami Ketidakstabilan Emosi

Burnout juga dapat membuat emosimu cenderung tidak stabil. Rasa sedih dapat saja muncul terus-menerus, atau menjadi lebih mudah marah karena hal biasa. Ledakan emosi yang muncul seolah tidak terkontrol dan hal itu dapat menimbulkan stres berkelanjutan.

Jika emosimu sering tidak stabil, itu tandanya kamu sedang mengalami berbagai hal yang mengganggu kesehatan mentalmu. Salah satunya adalah karena memaksakan kerja secara berlebihan. Menjaga pola hidup sehat merupakan salah satu cara untuk mengatasinya. Dalam kasus burnout, menjaga keseimbangan antara kerja dan istirahat sangat perlu dilakukan. 

4. Tiba-Tiba Menjadi Sering Sakit

Jika tiba-tiba kamu menjadi sering sakit—padahal biasanya sehat-sehat saja—maka kamu juga perlu wasapada. Sakit yang kamu rasakan itu biasanya berupa gejala pusing, masalah pencernaan, atau mual berlebihan.

Stres yang dibiarkan terus-menerus memang dapat mempengaruhi daya tahan tubuh. Dengan adanya kondisi burnout, maka sistem imunitas tubuhmu mengalami penurunan. Daya tahan tubuh yang mengalami penurunan dapat membuatmu rentan terhadap penyakit, baik itu berupa penyakit ringan yang mudah disembuhkan atau penyakit serius yang berpotensi mengancam jiwa.

5. Semakin Sering Kehilangan Motivasi dan Menurunnya Kreativitas

Mewaspadai tanda-tanda burnout perlu dilakukan, termasuk pada tanda berupa semakin seringnya kamu kehilangan motivasi dan penurunan kreativitas. Selain karena burnout, hilangnya motivasi dapat juga disebabkan karena terlalu seringnya mengerjakan satu hal repetitif sehingga timbul kejenuhan.

Jika motivasimu terus-menerus hilang, maka kebahagiaan hidupmu bisa terancam. Loh? Mengapa bisa begitu? Ya, karena motivasilah yang membuatmu bertindak untuk menciptakan perubahan. Hidup yang termotivasi, dapat membuatmu menciptakan banyak hal bagi kehidupan. Semua hal tersebut pada akhirnya memberimu tujuan hidup dan kebahagiaan.

Baca Juga  Cara Menyimpan Tomat Agar Tetap Fresh dan Tahan Lama
6. Tiba-Tiba Merasa Perlu Melakukan Aktivitas yang Merugikan

Tanda burnout yang satu ini sangat terlihat. Misalnya, kamu jadi kecanduan merokok, hobi mengonsumsi minuman keras, mengonsumsi minuman berkafein secara berlebihan, makan berlebihan, begadang tanpa alasan, dan sebagainya. Semua hal yang dilakukan atas dasar mengurangi rasa stres tersebut justru malah menambah masalah baru. Khususnya masalah bagi kesehatan.

Untuk mengatasi burnout, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan memperbaiki pola hidup ke arah yang lebih baik. Bukan malah merusaknya dengan melakukan aktivitas yang akibatnya dapat menjadi penyesalan di kemudian hari.

7. Sulit untuk Fokus 

Jika hanya sesekali sulit untuk fokus, maka dapat dikatakan normal. Namun, bila terjadinya berulang-kali, kamu perlu segera mengatasinya. Fokus yang terganggu bisa menghambat aktivitas dan berdampak pula pada produktivitas kerja.

Agar dapat kembali fokus, hindari terlalu memaksakan diri dalam bekerja. Pilih dulu satu tugas yang perlu segera diselesaikan atau ingin dikerjakan dahulu agar fokus tidak terbagi. Hal ini akan lebih baik jika memaksakan diri melakan satu pekerjaan sekaligus. Jika pekerjaan telah diselesaikan satu per satu, maka rasa lelahmu tidak akan bertumpuk, dan fokusmu perlahan akan kembali normal.

Itulah tanda-tanda burnout yang perlu diwaspadai sebelum berdampak negatif terhadap kesehatan mentalmu. Seperti merasa gagal, meragukan diri sendiri, mengalami depresi, merasa sendiri dan tidak ada yang membantu, merasa tidak puas pada pekerjaan. CUKUP! Jangan menambah panjang dampak negatif burnout ini, hanya karena kamu tidak segera mewaspadai tanda-tanda burnout pada dirimu! Segera atasi dan jalani kembali aktivitasmu dengan energi baru! Bisa, ya… Semangat!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya