by

7 Kesalahan Memilih Undangan Pernikahan yang Paling Fatal

Pernikahan adalah acara yang sakralitas-nya sangat tinggi. Maka dari itu semua instrumen harus dipersiapkan dengan matang, termasuk menghindari kesalahan memilih undangan yang bisa berakibat fatal. Dan buang jauh-jauh anggapan kalau surat ini hanya sebatas kertas semata.

Surat undangan pernikahan tidak lebih penting dari pernikahannya sendiri. Bahkan, jika ada kesalahan pembuatan, masyarakat terundang tidak akan menghadiri acara. Tentu yang dirugikan si tuan rumah apalagi semua sarana telah siap termasuk catering. Untuk itu, cegah kesalahan namun ketahui dulu apa kesalahan yang dimaksud. Ini dia list-nya:

1. Memaksa Penggunaan Banyak Warna

Sah-sah saja membuat surat undangan yang penuh warna. Namun, kalau terlalu berlebihan juga bakal mengganggu penampilan, karena kesannya norak sehingga penerima akan malas untuk membaca sampai selesai. Tentu risikonya, mereka tidak mendapatkan informasi yang benar darinya.

Warna surat undangan yang pas adalah warna-warna minimalis. Jika pun akan menggunakan teknik gradasi, maka padukan 2-3 saja tidak lebih. Penempatannya juga harus tepat. Termasuk memberi warna cerah pada tulisan karena ini yang paling prioritas.

Penggunaan warna desain layout juga perlu diperhatikan. Kalau bisa jangan hanya memikirkan estetik atau keindahan semata. Nilai fungsi atau efisiensi darinya juga harus diprioritaskan. Bahkan ini yang terpenting, karena menjadi alat penjamin pihak yang terundang akan mendapatkan informasi yang benar.

2. Pasrah Pada Sampel Umum Undangan

Kalau ingin membuat surat undangan pernikahan jangan pasrah pada sampel umum. Sebagai pemesan kita harus benar-benar mendapatkan preview yang real sesuai dengan pesanan. Jika hanya contoh di etalase, bisa jadi ketika dicetak hasilnya berubah. Untuk itu, selektif-lah melihat contoh atau pemesan akan kecewa.

Lebih baik pemesan meminta contoh surat undangan yang sudah melalui proses editing. Maksudnya yang tertulis di sana benar-benar sudah sesuai permintaan. Nah, jika hasilnya memang bagus, maka silakan sepakati dan minta langsung dicetak. Tidak perlu dilakukan proses editing kembali.

Baca Juga  Ingin Lolos Seleksi Prakerja? Cermati Langkah Berikut Ini
3. Pesan Undangan Menjelang Hari H

Jika beranggapan surat undangan instrumen penting, tentu pemilihannya tidak boleh asal. Paling tidak, si pemesan mulai melakukan survey jauh-jauh hari sebelum hari H. Namun faktanya, banyak yang justru memilih ketika pernikahan sudah hampir tiba. Tentu ini cara yang sangat tidak dianjurkan.

Untuk mendapatkan surat undangan yang bagus tidak cukup mencari dalam waktu satu dua hari saja. Melainkan dibutuhkan survey berhari-hari untuk mengetahui keunggulan masing-masing percetakan. Sebab, rencanakan dulu dengan matang beberapa bulan sebelum hari H. Sehingga ada list- jasa mana yang didatangi lebih dulu.

4. Memesan Surat Undangan Tanpa Nama Terundang

Karena alasan masih melakukan list calon terundang, maka pemesan pun memilih surat undangan kosongan. Mereka ber-alibi biar pengisiannya dilakukan secara manual saja. Padahal ini cara yang sangat keliru karena melelahkan, bahkan berpotensi melahirkan kesalahan penulisan nama dan gelar.

Untuk itu, silakan pasrahkan semua penulisan surat undangan kepada jasa percetakan, termasuk penulisan nama dan gelar orang yang bakal diundang. Ini lebih bagus dan si pemesan masih memiliki kesempatan untuk melakukan persiapan yang lain. Tidak menguras energi karena harus menulis ribuan nama.

5. Selesai Cetak, Undangan Langsung Disebar

Banyak orang yang beranggapan surat undangan selesai cetak maka pasti benar. Alasannya karena sebelumnya telah dilakukan list dengan pihak pemilik jasa. Padahal, para pekerja kreatif ini juga manusia yang bisa saja melakukan kesalahan. Kalau ini berhubungan dengan jam pelaksanaan, tentu efeknya sangat fatal.

Untuk itu, lebih baik lakukan koreksi menyeluruh pada undangan yang sudah tercetak. Kalau perlu lakukan pembacaan berulang-ulang sampai nyata tidak ada kesalahan. Dan jika memang sudah fix, maka silakan diperbanyak dan disebarluaskan. Si pemesan tidak perlu khawatir lagi pihak terundang akan mengalami mis informasi.

Baca Juga  Tips Keluar Rumah Malam Hari Bagi Perempuan agar Aman
6. Penggunaan Quotesy yang Berlebihan

Kesalahan memilih undangan pernikahan berikutnya, penggunaan quotesy yang berlebihan. Baik dari segi jumlah paragraf hingga jenis huruf yang digunakan. Jika ini terjadi, tentu hasrat mendapatkan yang estetis malah mendapatkan yang buruk. Apalagi kalau tipografi sampai menutupi informasi penting di dalamnya.

Quotesy atau kata-kata indah perlu diletakkan di surat undangan pernikahan. Tetapi perhatikan estetika atau keindahannya. Dan perlu diingat, estetika dari sebuah kata mutiara bukan terletak pada panjang kalimat, melainkan konten yang dituliskan dan diksi yang digunakan.

Si pemesan juga harus pintar memposisikan quotesy, biasanya ini disematkan di bagian belakang undangan. Bisa juga dengan menjadikan catatan kaki. Itu artinya, kata mutiara tersebut harus berukuran kecil, tetapi tetap bisa dibaca dengan jelas oleh pihak terundang. Untuk jenis font pilih yang normal saja atau memilih yang standar.

7. Memilih yang Banyak Foto Pre-Wedding

Foto Pre-wedding tidak hanya dijadikan dokumentasi tetapi juga jadi konten image surat undangan. Ini sah-sah saja selama tidak terlalu banyak. Ukurannya juga perlu diperhatikan jangan sampai menjadi yang paling dominan, karena inti dari surat undangan adalah informasi penyelenggaraan dan nama terundang.

Jika terundang fokus pada gambar, tentu potensi mereka mengalami miss informasi sangat besar. Risikonya, bisa jadi mereka gagal menghadiri acara karena lupa jam dan waktu. Untuk itu, letakkan gambar yang ideal saja. Pilih satu atau dua foto yang paling menarik dan memang layak dipasang di surat undangan.

Ketika memilih surat undangan, berpikirlah efisiensi bukan hanya estetika. Jika ini dilakukan, maka kesalahan memilih undangan pernikahan di atas tidak akan pernah terjadi. Pihak terundang akan mendapatkan informasi yang menyeluruh. Acara pun bisa dilangsungkan tanpa menghilangkan sisi sakralitas-nya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya