by

7 Kerugian Jika Jadi Tipe Orang yang Suka Menunda

Alarm jam di HP-mu berbunyi. Kamu terjaga dari tidur nyenyak dan segera mematikan alarm sambil berkata, “Tidur lima menit lagi, ah! Masih terlalu pagi.” Tahu-tahu, kamu baru bangun dua jam kemudian. Jelas kamu panik! Segala kegiatan yang sudah kamu rencanakan jadi berantakan karena waktunya meleset jauh dari jadwal yang sudah direncanakan.

Orang yang suka menunda, terutama menunda pekerjaan, seringkali mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan yang dikarenakan kebiasaannya tersebut. Jika masih belum yakin betapa buruknya kebiasaan menunda, coba baca uraian berikut. Tipe orang yang suka menunda seringkali mengalami kerugian-kerugian ini.

1. Bertambahnya Pekerjaan Akibat Rencana yang Tidak Berjalan Semestinya

Sering menunda dapat berakibat pada lancar atau tidaknya pekerjaan terselesaikan. Pada saat sebuah rencana tidak berjalan dengan semestinya, maka rencana-rencana berikutnya akan terkena dampaknya.

Jadwal rencanamu menjadi rusak dan berantakan. Jadwal yang sudah ditata secara terorganisir, terpaksa harus dibuat ulang. Tentu saja hal ini menambah beban kerjamu. Pekerjaan utama belum beres, eeeh… ditambah mengatur ulang jadwal pekerjaan yang tertunda. Menjadi bagian dari tipe orang yang suka menunda sangatlah merepotkan, bukan?

2. Kehilangan Peluang Berharga

Kebiasaan menunda pekerjaan akan membuatmu kehilangan peluang berharga. Baik itu berupa peluang untuk mendapatkan nilai sempurna pada saat ujian, memperoleh nilai IPK yang tinggi, promosi kenaikan jabatan, bertemu orang-orang berpengaruh, mengikuti kegiatan bermanfaat, dan berbagai peluang lainnya.

Kehilangan banyak peluang positif dapat menghambat proses perjalananmu menunju sukses yang didambakan. Jika begini terus, kamu sendiri yang akan mengalami kerugian. Dalam hati kecilmu, kamu pasti berkata, “Aku tidak ingin kehilangan peluang berharga!”

 3. Merenggangkan Hubungan Persahabatan

Menunda pekerjaan dapat merenggangkan hubungan persahabatan. Kok bisa? Contohnya, hari ini kamu ada janji nonton film di bioskop dengan sahabatmu. Pada saat hari H, kamu baru ingat ada pekerjaan yang belum terselesaikan karena kamu berulang kali menunda mengerjakannya.

Baca Juga  4 Tips Mempertahankan Gaya Hidup Sehat

Sementara kamu menyelesaikan pekerjaanmu di rumah, sahabatmu sudah menunggu-nunggu di bioskop. Kamu tak kunjung datang, tidak juga memberi kabar. Hayooo… sudah dapat dibayangkan seperti apa kesalnya sahabatmu. Sekali barangkali tidak apa-apa. Namun, kalau terjadi hal yang sama berulang kali, masih bisakah persahabatan kalian dipertahankan?

4. Menyebabkan Kerugian bagi Orang Lain

Banyak sekali contoh kerugian yang ditimbulkan bagi orang lain akibat kebiasaanmu menunda pekerjaan. Cermati situasi berikut. Kamu adalah pelajar dan tergabung dalam suatu tim kegiatan ekstrakurikuler bola voli. Pada suatu ketika, tim volimu akan bertanding melawan tim sekolah lain. Kamu bertugas mempersiapkan kaos yang akan dipakai tim pada saat pertandingan.

Kamu menyanggupi. Desain kaos sudah kamu buat. Namun, kamu menunda pemesanan kaos pada pihak penjahit dan percetakan sablon kaos. Alasanmu sederhana, “Penjahit dan percetakannya dekat rumahku. Gampanglah! Nanti aku pesan tiga hari sebelum hari H. Pasti selesai.”

Namun, tiga hari sebelum hari H, ternyata pihak penjahit dan percetakan kaos penuh orderan lain. Mereka menolak mengerjakan pesananmu. Kamu terburu-buru mencari penjahit lain yang tidak jelas kualitasnya. Ketika kaos selesai dibuat, hasilnya membuatmu kecewa. Ukuran kaos tidak tepat! Hasil sablon tidak rapi! Kamu merugikan teman satu tim.

Andai saja waktu bisa diputar ulang, akankah kamu memesan kaos jauh-jauh hari sebelumnya? Atau, masih tetap ingin menunda-nunda? Pilihan ada padamu.

5. Mengalami Kekecewaan Akibat Hasil Pekerjaan yang Tidak Maksimal

Kebiasaan menunda pekerjaan bukan tanda gangguan mental. Melainkan lebih pada kecenderungan yang terjadi ketika seseorang “merasa aman”. Contohnya, kamu diberikan tugas dengan tenggat waktu yang masih lama. Tenggat waktu yang lama inilah yang membuatmu merasa aman menunda pengerjaannya. Tanpa terasa, tenggat waktu tinggal satu hari. Alhasil, kamu terburu-buru mengerjakan tugas tersebut. Hasil pekerjaan menjadi tidak maksimal, dan kamu mengalami kekecewaan.

Baca Juga  Menderita Insomnia? Ini 5 Makanan Yang Bisa Bikin Tidur Nyenyak

Tipe orang yang suka menunda sering mengalami hal semacam ini. Tugas yang seharusnya dapat dikerjakan secara maksimal, ternyata hasilnya tidak sesuai harapan. Bukan karena malas, bukan karena tidak bisa, tetapi karena suka menunda.

6. Menyia-nyiakan Waktu yang Berharga

Sebagian besar orang menjadi sukses karena dapat memanfaatkan waktunya dengan baik. Dia menyadari betapa pentingnya manajemen waktu, sehingga dia merasa akan kehilangan berbagai kesempatan berharga jika tidak menggunakan waktu dengan baik. Setiap orang dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik jika dia dapat mengelola waktu secara efektif, tanpa menunda-nunda.

Contohnya, tugasmu menjadi tertunda karena kamu lebih memilih mengisi waktumu dengan menonton drama di televisi selama berjam-jam. Jika tidak ingin dianggap sebagai tipe orang yang suka menunda, mulailah belajar mengatur waktu dan menaati aturan yang sudah kamu buat sendiri.

7. Kehilangan Motivasi untuk Beraktivitas

Jika kamu termasuk tipe orang yang suka menunda, dapat dipastikan tidak sedikit pekerjaan yang menumpuk di akhir tenggat waktu. Siapa pun akan stres melihat tumpukan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu bersamaan. Alih-alih menyelesaikan pekerjaan tersebut satu per satu, kamu malah memutuskan untuk tidak mengerjakan pekerjaan tersebut sama sekali.

Motivasimu untuk mengerjakan semua tugas tersebut hilang entah ke mana. Kamu hanya bisa pasrah pada konsekuensi yang akan diterima. Konsekuensinya apa? Siap-siap saja disebut sebagai orang yang tidak bertanggung jawab, kehilangan kepercayaan dari rekan sekerja, dan nama baikmu sudah pasti akan dipertaruhkan.

Itulah 7 kerugian yang dapat terjadi akibat menjadi tipe orang yang suka menunda. Apakah kamu pernah mengalami beberapa di antaranya? Kerugian-kerugian tersebut adakalanya berkembang menjadi kerugian yang lebih besar lagi. Jika tak ingin menanggung bermacam risiko akibat kerugian yang terjadi, segera kikis kebiasaan menundamu, ya. Hidup dalam kedisiplinan lebih menyenangkan loh daripada dikejar-kejar rasa bersalah akibat suka menunda.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya