by

6 Alasan Perempuan Ikut Arisan Kecil Maupun Besar

Ada banyak alasan ibu-ibu ikut arisan baik yang skala besar maupun kecil-kecilan. Alasan-alasan tersebut ada yang positif tetapi juga banyak yang negatif. Dan tidak dimungkiri, alasan inilah yang menyebabkan kaum perempuan seakan ada yang kurang jika tidak mengikuti arisan.

Arisan merupakan kegiatan mengumpulkan uang pada ketua dalam waktu tertentu. Dan dalam setiap perkumpulan, pasti ada yang mendapatkan uang tersebut yang prosesnya melalui pengundian. Kegiatan ini terus berjalan sampai seluruh anggota arisan mendapatkan lotre.

Di bawah ini akan dijabarkan beberapa alasan ketertarikan perempuan untuk mengikuti arisan. Untuk itu, silakan ulasan ini dibaca sampai selesai untuk mendapatkan informasi yang penting tentangnya. Ini dia informasi yang dimaksud:

1. Untuk Mendapatkan Lotre

Alasan yang utama perempuan suka mengikuti arisan adalah untuk mendapatkan lotre. Semua anggota pasti sepakat dengan alasan ini, karena tujuannya memang untuk mendapatkan lotre yang paling awal. Hampir mustahil ada anggota yang justru ingin mendapatkan lotre di akhir kegiatan.

Setiap orang pasti senang kalau memegang uang dengan jumlah besar. Sedangkan gaji biasanya habis hanya untuk belanja dan terkadang tidak sampai ke bulan berikutnya. Lain soal kalau mendapatkan lotre arisan. Si anggota pasti mendapatkan uang dengan jumlah besar yang bisa dibelanjakan sesuka hatinya.

Maka dari itu, tidak ada yang ditunggu-tunggu dari perkumpulan arisan melainkan pelotrean atau pengundian. Orang yang mendapatkan lotre pasti senang dan bahagia, hingga tidak segan untuk memberikan uang kecil pada peserta yang lain sebagai tanda kebahagiaan.

2. Untuk Kumpul-Kumpul

Yang jago kumpul-kumpul bukan hanya kaum pria tetapi juga kaum perempuan. Syaratnya, di dalam perkumpulan tersebut harus diadakan arisan dengan nominal tertentu. Semakin besar hasil lotre, peserta kumpul-kumpul tersebut otomatis juga semakin banyak.

Baca Juga  Manfaat Ngobrol Pinggiran (Ngopi) yang Oke Banget

Perkumpulan arisan merupakan perkumpulan yang sangat ramai dengan percakapan antara kaum perempuan. Mereka membicarakan apa saja, yang sekiranya menjadi hits atau sekadar untuk beramah tamah dengan teman sepermainan yang juga mengikuti kumpulan yang sama.

Saking ramainya, sampai ketua harus berteriak ketika menagih uang arisan kepada peserta. Bahkan ada yang sampai menyediakan mikrophon yang suaranya keras. Bisa dipastikan, perkumpulan kaum laki-laki tidak seramai kaum perempuan ketika sudah berkumpul saat arisan.

3. Untuk Bergosip terkait Berita yang Viral

Sekalipun tidak semua anggota arisan melakukannya, tetapi pasti ada satu dua orang perempuan yang ikut arisan hanya untuk bergosip tentang sesuatu yang viral. Termasuk membicarakan isu-isu hangat yang beredar di tengah-tengah masyarakat.

Tentunya, ini menjadi kebiasaan yang tidak baik karena bisa menjerumuskan pada perilaku gibah. Dan faktanya memang demikian. Banyak kasus pertengkaran antar perempuan akibat ketersinggungan yang terjadi di perkumpulan arisan. Biasanya, orang semacam ini tetap boleh ikut arisan tetapi agak dijauhi oleh anggota yang lain.

Alasan gibah semacam ini harusnya dibuang jauh-jauh oleh seluruh peserta arisan. Apalagi kalau di dalam perkumpulan tersebut, terdapat orang-orang yang tidak bisa menyimpan rahasia, sehingga kata-kata pun tersebar ke orang yang justru tidak mengikuti arisan.

4. Untuk Memenuhi Kebutuhan yang Mahal

Setiap perempuan, kadang menginginkan sesuatu yang mahal tetapi terkendala dengan nominal uang yang kurang dari harga beli kebutuhan tersebut. Sedangkan kalau menanti gaji, serasa kurang cukup dan harus menabung untuk waktu yang sangat lama. Akhirnya keinginan tersebut tidak menjadi kenyataan.

Akan tetapi, uang arisan bisa menjadi solusi yang terbaik. Dan kalau beruntung, si perempuan bisa mendapatkan lotre yang bersamaan dengan hasrat untuk membeli kebutuhan yang mahal tersebut. Maka dari itu, arisan menjadi populer di kalangan ibu-ibu dan sebagian di kalangan pria.

Baca Juga  7 Jenis Produk Rekomendasi Jualan yang Cocok untuk Online Shop

Kebutuhan yang biasanya berhasil terbeli pasca mendapatkan arisan adalah kebutuhan tersier yang mewah. Seperti kendaraan, ponsel, alat elektronik, perhiasan dan selainnya. Makanya jangan heran kalau ada orang membeli mobil baru setelah berhasil mendapatkan lotre arisan.

5. Agar Tetap Dianggap Satu Grup

Perempuan merupakan insan yang paling getol untuk membuat grup-grup arisan. Bahkan mereka siap menjalankan grup tersebut sekalipun jumlahnya hanya 2-3 orang saja. Mereka pun tidak mempersoalkan nominal yang penting ada kesepakatan di antara anggota.

Setiap anggota tersebut pasti risih kalau tidak mengikuti arisan yang telah disepakati. Karena anggapan mereka pasti dikeluarkan dari grup sehingga pertemanan pun terputus minimal di grup tersebut. Nah, kalau grup tersebut berisi orang-orang yang telah berteman lama, tentu secara tidak langsung ikut arisan merupakan kewajiban.

Grup-grup semacam ini sudah marak di Indonesia. Bahkan, mereka tidak lagi melakukan kegiatan arisan dari rumah ke rumah melainkan di restoran, café, hingga di tempat wisata. Tentunya, bukan hanya persahabatan yang mengikat tetapi juga karena adanya tuntutan arisan di dalamnya.

6. Untuk Menabung Sisa Uang

Banyak perempuan yang beralasan ikut arisan demi untuk menabung sisa uang. Misal, sisa uang bulanan adalah Rp100.000 yang sudah tidak dialokasikan untuk kebutuhan. Nah, daripada uang tersebut ditabung sendiri yang membutuhkan motivasi tinggi, mending ditabung di arisan dengan harapan bisa mendapatkan lotre di awal.

Menabung pola seperti ini sangat disukai oleh sebagian perempuan. Terutama kaum hawa yang status sosialnya di atas rata-rata. Sedangkan keuntungan lain adalah bisa berkumpul dengan teman-teman, bisa mendapatkan lotre, hingga tidak ketinggalan informasi seputar isu-isu terbaru di masyarakat.

Nah, terkait dengan alasan perempuan ikut arisan di atas, maka Anda harus mulai berpikir untuk masuk ke dalam kegiatan ini atau tidak. Jika memang ada dana dan siap membayar arisan dengan rutin, maka tidak mengapa untuk mengikuti kegiatan. Tetapi, kalau hidup masih pas-pasan, lebih baik alokasikan uang untuk kebutuhan yang mendasar terlebih dahulu.

Comment

Artikel Terkait