by

5 Penyebab Rusaknya Keuangan Keluarga yang Paling Umum Terjadi

Penyebab rusaknya keuangan keluarga sangat banyak. Kita harus berhati-hati dengan faktor penyebab ini, atau rumah tangga akan rusak tanpa bisa diperbaiki lagi. Untuk itu, masyarakat pembaca harus diberitahu penyebab apa saja yang bisa merusak keuangan keluarga.

Keuangan keluarga adalah sebuah pra syarat agar keluarga bisa langgeng sepanjang hayat. Paling tidak, kondisi keuangan yang sehat akan menjadikan pemenuhan kebutuhan keluarga semakin mudah dan tercukupi. Sebaliknya, jika keuangan rusak tentu kebutuhan harian tidak akan terpenuhi yang ada hutang semakin bertumpuk.

Maka dari itu, di artikel berikut ini akan coba dijabarkan tentang penyebab rusaknya keuangan keluarga yang harus dihindari sejak dini. Jadi, silakan ulasan tersebut dibaca lalu tanamkan di dalam jiwa, kalau penyebab-penyebab tersebut tidak boleh dilakukan atas dasar apapun. Ini dia penyebab-penyebab yang dimaksud:

1. Pola Hidup Boros/konsumtif

excited woman in living room with shopping bags - extravagant shopping potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Faktor penyebab rusaknya keuangan keluarga yang pertama ialah kecenderungan keluarga berpola hidup boros atau konsumtif. Maksudnya, penyebab rusaknya keuangan keluarga terdapat pada si keluarga itu sendiri yang tidak bisa diam saat ada produk baru, sehingga produk tersebut tidak boleh tidak harus dibelinya.

Pola hidup boros semacam ini sangat tidak dianjurkan apalagi jika keluarga yang melakukannya tidak memiliki penghasilan yang memadai. Yang ada mereka harus berhutang kesana kemari hanya untuk memuaskan birahi belanjanya tersebut.

Oleh sebab itu, silakan berbelanja tetapi produk yang dibeli yang sekiranya memang dibutuhkan. Jikalau masih bisa ditunda, lebih baik ditunda saja dan uang yang ada lebih baik dialokasikan untuk membeli barang yang memang penting dan memiliki nilai guna tinggi.

2. Ikut Arisan dengan Nominal Besar

banyak uang tunai di tangan memegang, kaya kaya konsep kaya, gumpalan uang kertas baht thailand, tangan menghitung uang terisolasi di putih, ruang copy - money potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Hampir sebagian besar perempuan menggemari arisan karena dianggap sebagai jalan termudah untuk mendapatkan uang dengan nominal besar dalam waktu cepat. Sedangkan kalau dengan sistem menabung sendiri di rumah, terkadang ada saja sesuatu hal yang membuat tabungan tersebut harus diambil sebelum jumlahnya sesuai target.

Baca Juga  Tips Menghemat Uang dan Hidup Minimalis

Sesungguhnya, tidak ada yang salah dengan kaum ibu atau istri yang menggemari arisan. Akan tetapi, jika nominal arisannya besar serta tidak sesuai dengan penghasilan, tentu kegiatan ini bisa menjadi masalah. Bahkan, potensi ibu-ibu tidak sanggup membayar tunggakan arisan sangat besar.

Walaupun demikian, masih saja ada sebagian orang yang beralibi kalau nominal arisannya kecil dan terjangkau. Namun, yang menjadi masalah berikutnya, jumlah arisannya yang justru berlebihan. Bahkan ada seseorang yang mengikuti 2-5 arisan dengan nominal standar tetapi karena terakumulasi, nilainya akhirnya juga menjadi tinggi.

3. Transaksi Keuangan Keluarga tidak Tercatat dengan Baik

uang terbang ke dompet yang dipegang di tangan pengusaha - spend money ilustrasi stok

Sekalipun hanya berupa keuangan keluarga, transaksi yang terkait dengannya tetap harus dicatat dengan baik. Bahkan kalau perlu silakan gunakan jasa konsultan keuangan pribadi yang memang memiliki kompetensi dan berkualitas.

Keuangan keluarga yang tidak tercatat dengan baik dan sistematis bisa menjadi penyebab rusaknya keuangan keluarga. Pihak suami sebagai kepala rumah tangga patut curiga, kalau penghasilan bulanan tidak sampai pada bulan berikutnya atau habis di pertengahan bulan.

Nah, jika ini yang terjadi, tentu konflik rumah tangga karena masalah keuangan akan muncul. Pertengkaran kronis pun tidak bisa dihindarkan bahkan bisa berujung KDRT hingga perceraian. Oleh sebab itu, supaya timbul rasa percaya lebih baik semua transaksi keuangan keluarga dicatat dengan detail.

4. “Gila” Belanja Online

wanita muda membongkar paket yang dia pesan secara online - spend money potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Memang tidak ada yang salah dengan aktivitas berbelanja produk secara online, apalagi saat ini ketika puluhan marketplace bermunculan di Indonesia. Namun, yang menjadi masalah adalah kebiasaan berbelanja online yang hingga saat ini hampir menjadi trade mark masyarakat Indonesia.

Jika kebiasaan berbelanja produk secara online tidak diputus sejak dini, potensi kerusakan keuangan keluarga terbuka lebar. Iya, kalau keluarga tersebut berada di tataran keluarga kaya raya yang untuk membeli produk apapun tinggal menggesek kartu kredit saja. Tetapi bagaimana dengan keluarga sederhana yang untuk makan saja harus ngutang ke tetangga.

Baca Juga  5 Penyebab Munculnya Jerawat Membandel di Wajah

Ironinya, kebiasaan berbelanja online tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, tetapi anak-anak dan remaja juga banyak yang melakukannya. Sehingga jangan heran, kalau ada anak remaja yang selalu minta tambahan uang saku maupun uang sekolah, padahal uang tersebut hanya diperuntukkan untuk membeli barang di internet.

5. Tidak Membayar Tagihan Rumah Tangga di Awal Bulan

wanita tangan terbuka dompet kosong mencari uang memiliki masalah bangkrut pecah - spend money potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Penyebab rusaknya keuangan keluarga yang terakhir adalah tidak membayar tagihan rumah tangga di awal bulan. Maksudnya, ketika gaji bulan ini sudah di tangan tidak langsung digunakan untuk membayar biaya listrik, air, atau televisi berlangganan. Sedangkan ketika sudah tiba di pertengahan, uang gaji sudah habis, tetapi tagihan masih penuh.

Jika fenomena ini yang terjadi, tentu untuk membayar tagihan harus meminjam terlebih dahulu kepada kerabat maupun tetangga. Akhirnya, hutang semakin menumpuk yang membuat program finansial keluarga ke depan tidak berjalan alias gagal total.

Sekadar saran, jika gaji sudah di tangan lebih baik segera bayarkan tagihan rumah tangga yang mendesak. Jangan sampai air maupun listrik diputus hanya karena telat membayar tagihan. Belum lagi kerusakan keuangan yang bakalan terjadi, jika konsep “bermain-main” dengan tagihan tidak segera dihilangkan.

Demikianlah beberapa penyebab rusaknya keuangan keluarga yang perlu diwaspadai oleh pembaca. Itupun jika Anda ingin memiliki keluarga yang langgeng sampai menjadi kakek dan nenek. Jadi, mari jaga keharmonisan rumah tangga dengan cara mengatur finansial di dalamnya supaya berjalan lebih sistematis dan terbuka.

Penulis : Agus Heriyanto

Gravatar Image
Saya adalah seorang penulis artikel online yang telah menekuni profesi selama 8 tahun lebih. Ini Saya lakukan semata untuk memberikan informasi yang berharga kepada seluruh pembaca online di seluruh Indonesia.

Comment

Artikel Terkait