by

Yuk Simak Fakta Tentang Si Wedang Ronde, ‘Boba Tradisonal’ yang Cocok Diminum Saat Hujan Turun

Aduuh, musim hujan dah dateng nih! Di cuaca yang dingin-dingin ini, kami ada rekomendasi minuman yang paling mantap untuk diminum saat hujan rintik-rintik telah tiba. Siapa lagi kalau minuman terbaik si Wedang Ronde.

Pasti, udah pada tahu kan sama wujud minuman Wedang Ronde yang anget-anget maknyus ini? Eits, tapi tahukah kamu jika Wedang Ronde ini dapat julukan si Boba Tradiosional loh!

Dan tentunya nih masih ada banyak lagi fakta-fakta yang belum kamu tahu pastinya. Kalau begitu, berikut ini ada beberapa fakta yang telah kami rekap tentang minuman Wedang Ronde ini, yuk simak!

Tanah Kelahiran si Wedang Ronde Dari China loh!

Yap, jadi bener banget nih kalau si Wedang Ronde ini ternyata dilahirkan di negara yang mendapat julukan Negeri Tirai Bambu yaitu Negara China, kaget? Sama kok! Di Negara kelahirannya, Wedang Ronde ini memiliki nama asli tangyuan (汤圆 tāngyuán) yang berarti ‘reuni keluarga’.

Nah, uniknya lagi si Wedang Ronde ini nggak bisa asal dinikmati di hari-hari biasa loh. Masyarakat China zaman dahulu sering mengonsumsi Wedang Ronde ini saat adanya perayaan atau festival-festival, misalnya saja Festival Lampion, Pesta Pernikahan atau sebagainya.

Selain itu, pada setiap perkumpulan dengan keluarga besar, pasti seru banget kan waktu kumpul disuguhi minuman anget yang begitu nikmat rasanya, kasih jempol deh!

Kisah Awal Mula Adanya Si Wedang Ronde!

Eits, mungkin bahasanya rada tingkat tinggi tapi usahakan baca yaa, haha. Berdasarkan kisah legenda pada masa Dinasti Han, terdapat seorang dayang istana yang sangat merindukan orang tuanya.

Akan tetapi, sangat disayangkan akibat peraturan yang mengharuskan dayang untuk tidak pergi keluar meninggalkan istana. Namanya adalah Yuan Xiao.

Setiap malam tiba, Yuan Xiao sering menangis dan sempat menginginkan untuk bunuh diri. Suatu saat, terdapat seorang menteri yang mengetahui hal tersebut dan telah berjanji untuk menolongnya.

Tapi, sang menteri memberikan sebuah syarat yang harus dilakukan oleh Yuan Xiao, yaitu dengan membuat masakan terbaik Tangyuan sebanyak mungkin. Selanjutnya, Tangyuan tersebut akan digunakan seagai persembahan kepada Dewa.

Tepatnya pada hari persembahan tersebut, Yuan Xiao berhasil mendapat pujian dari sang Kaisar hingga Yuan Xiao berhasil dipertemukan dengan kedua orang tuanya.

Dan sejak hari itu, menurut kalender China pada tanggal 15 bulan 1 diadakannya perayaan yang saat ini dikenal sebagai perayaan Imlek serta adanya Festival Yuanxiao atau Festival Lampion, tamat.

Jadi, seperti itulah awal mula adanya si Wedabf Ronde atau Tangyuan, senang nggak nih kisahnya berakhir happy  ending?

Dapat Julukan ‘si Boba Tradisional’!

Bagi kamu yang sudah pernah mencicipi minuman ini, pasti sudah tahu visual dari si Wedang Ronde. Ingatkan dengan yang bundar-bundar dan kenyal rasanya juga warna-warni? Nah, bagian itulah yang menyebabkan si Wedang Ronde ini mendapatkan julukan ‘si Boba Tradisonal’.

Lebih jelasnya lagi, yang bundar-bundar tersebut dibuat dengan campuran tepung ketan, yang diolah dengan cara dicampur sedikit air dan dibentuk bola-bola yang berukuran kecil-kecil hingga besar.

Kemudian, bundar-bundar tersebut akan direbus dan disajikan dengan kuah manis deh, selesai! Oya, nilai plusnya lagi, bundar-bundar itu bisa diberi isian loh, tapi sesuai selera yaa. Karena, jika tak diberi isian pun tetap dijamin kenikmatannya kok!

Dibedakan menjadi dua Jenis loh!

Jadi, menurut kisah aslinya terdapat dua versi dari si Wedang Ronde ini. Nah, supaya kita lebih tahu si Wedang Ronde di Indonesia lebih mirip yang mana, yuk cek faktanya!

Wedang Ronde versi original ada yang disebut sebagai Tangyuan dan Yuanxiao. Versi Tangyuan secara umum dikonsumsi oleh penduduk China di daerah selatan, dan versi Yuanxiao dikonsumsi di daerah utara. Kalau kamu berpikir bentuknya berbeda, maka itu salah sebab yang berbeda hanya dikarenakan perbedaan selera penduduk di utara dan selatan.

Penduduk daerah selatan lebih menyukai Tangyuan yang diberi isian manis. Sedangkan di daerah utara lebih menyukai Yuanxiao berisi daging giling juga sayuran. Selain itu, juga terdapat perbedaan dari cara pembuatannya loh.

Untuk Tangyuan akan dibuat dengan cara memadatkan isian nya dalam balutan tepung ketan yang juga berbentuk bulat. Selanjutnya, adonan tersebut digulingkan hingga berbentuk bulat atau bola sempurna. Jadi, lebih jelasnya nih dari dalam dan luar juga sama-sama berbentuk bulat.

Kemudian, untuk versi Yuanxiao, isiannya langsung dimasukkan adonan tepung ketan dan secara langsung dibulatkan menjadi satu. Oya, untuk isiannya harus tepat dibagian tengahnya ya! Dan si wedang Ronde versi Indonesia mengikuti versi Yuanxiao ini loh!

Nggak Boleh Asal Comot, Ada Aturan Makan Wedang Ronde!

Yang biasanya asal comot, harap baca ini ya, haha. Nah, ternyata nih untuk menikmati si Wedang Ronde ini ada peraturannya loh! Parahnya, peraturan si Wedang Ronde ini bisa termasuk dalam peraturan yang unik, mau tahu nih peraturannya?

Jadi, tahukan si bulat-bulat dalam Wedang Ronde ini. Nah, si bulat-bulat itulah yang harus dihitung saat makan. Dan perhitungannya, adalah dengan menambahkan usia si penikmat atau pemakan Wedang Ronde dengan 1.

MIsalnya saja nih, ada anak kecil berusia 10 tahun maka berarti si anak kecil itu harus memakan si bulat-bulat sejumlah 11 buah. Bahkan saat ada seorang nenek atau kakek yang sudah berusia hingga 60 tahun, maka si nenek atau kakek harus menyantap 71 buah. Aduh, nenek sama kakek harus kuat yaa!

Wih, mencengangkan banget kan fakta dari Si Wedang Ronde dengan julukannya si Boba Tradisional ini? Kalau kamu tahu tentang fakta si Wedang Ronde lainnya, kamu dapat langsung memberi komentar di bawah, Semangat!

Baca Juga  Spot Wisata Puncak Grapela Aceh Selatan, Surganya Desa Panton Luas

Comment

Berikan Komentar Untuk Tulisan Ini

Artikel Terkait