by

6 Penemuan Bawah Laut yang Fenomenal

Jika dilihat dari segi luas, laut di Bumi menguasai 71% bagian Bumi, yang berarti seluas 361,1 juta kilometer persegi. Mengapa laut bisa lebih luas daripada daratan? Hal ini dikarenakan sejak awal mula terbentuk, Planet Bumi sudah diliputi oleh lautan. Oleh karena itu, Bumi juga dikenal sebagai Planet Air.

Permukaan laut yang sangat luas dan kedalamannya yang seolah tak terjangkau, menyebabkan penjelajahan manusia ke dalamnya sangat terbatas. Akibatnya, hingga sekarang laut masih menjadi tempat yang banyak menyimpan misteri. Meskipun demikian, misteri tersebut satu per satu mulai terkuak walaupun sudah sekian lama tersimpan di bawah laut. Penemuan bawah laut yang fenomenal tersebut adalah sebagai berikut.

1. Bimini Road di Bahama
Bimini road
crystalinks.com

Bimini Road—terkadang disebut Bimini Wall—adalah formasi batuan bawah laut yang menyerupai jalan. Formasi batuan yang terletak di Pulau Bimini ini ditemukan pada tahun 1968. Asal-mula Bimini Road masih misterius. Para ahli geologi dan arkeolog tidak dapat menjelaskan secara pasti apakah formasi batuan tersebut alami ataukah dibuat oleh manusia.

Meskipun banyak yang menganggap terbentuknya Bimini Road sebagai peristiwa geologi, karena penyusunan dan bentuk batu yang tidak biasa, ada beberapa ilmuwan yang percaya kalau Bimini Road merupakan bagian dari Pulau Atlantis yang hilang.

2. Reruntuhan Atlit Yam di Israel
squarespace

Atlit Yam juga merupakan salah satu penemuan bawah laut yang fenomenal. Desa neolitik seluas 40.000 meter persegi tersebut tenggelam di dasar laut, di dekat Pantai Atlit, Israel. Reruntuhannya—yang membentang sepanjang 8 hingga 12 meter—berupa beberapa rumah, sumur air, artefak, dan beberapa bangunan kuno lainnya. Di antara reruntuhan tersebut, ada struktur yang diyakini merupakan situs ritual. Struktur tersebut berisi beberapa batu besar membentuk lingkaran di sekitar lubang yang menyerupai mata air.

Baca Juga  Fakta Zara Adhisty: Artis Muda Cantik yang Berbakat Hingga Kontroversi

Para peneliti meyakininya sebagai bekas sumur batu yang menjadi tempat pembuangan jenazah manusia. Hingga sekarang peneliti menganggap Atlit Yam sebagai salah satu situs kehidupan purba di dalam air yang paling tua. Penanggalan karbon menunjukkan usia situs, yaitu antara 8.300 dan 8.900 tahun.

3. Monumen Yonaguni di Jepang
travelbook

Monumen Yonaguni merupakan tumpukan batu besar yang ditemukan di lepas pantai Yonaguni, sebelah selatan Kepulauan Ryukyu, Jepang. Pada awalnya sejumlah orang berpendapat jika Monumen Yonaguni dibangun di area di atas laut sekitar 10 ribu tahun lalu yang kemudian tenggelam ditelan lautan. Adapun sebagian orang lain menduga situs tersebut berada di dalam laut akibat gempa dahsyat yang terjadi sekitar 2.000 hingga 3.000 tahun yang lalu.

Uniknya, para ahli memiliki pendapat berbeda pada penemuan bawah laut yang fenomenal ini. Mereka mengatakan bahwa Monumen Yonaguni kemungkinan pada dasarnya adalah struktur alam yang digunakan, ditingkatkan fungsinya, dan dimodifikasi oleh manusia yang hidup pada zaman lampau.

4. Kota Kuno Bawah Laut Pavlopetri di Yunani
voonze.com

Kota Pavlopetri ditemukan pada tahun 1967. Para arkeolog percaya bahwa Kota Pavlopetri merupakan ibu kota perdagangan pada masanya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tembikar dan alat tenun kuno yang ditemukan di dalamnya. Luas kota kuno ini diperkirakan sekitar 100.000 meter persegi. Lokasinya yang terpencil diyakini menjadi penyebab kondisi Kota Palopetri tetap terpelihara.

Kota Pavlopetri diduga pertama kali dihuni pada tahun 2800 SM. Adapun bangunan dan jalannya berasal dari peradaban Mikenai (1680-1180 SM). Ahli geologi kelautan belum dapat mengetahui dengan pasti penyebab kota kuno tersebut tenggelam. Teori yang sangat mungkin adalah karena perubahan permukaan laut, penurunan tanah akibat gempa bumi, atau tsunami.

Baca Juga  Lebaran Sudah Tiba, Kini Saatnya Berwisata Ke Kebun Kurma Barbate Aceh Besar
5. The Great Blue Hole di Belize, Amerika Tengah
phinemo.com

Great Blue Hole adalah salah satu lubang terbesar yang pernah ada di Bumi. Lubang berdiameter 318 meter dengan kedalaman 125 meter ini sudah mendapat perhatian sejak ditemukannya pada tahun 1971. Great Blue Hole sebenarnya adalah gua batu kapur purba yang berasal dari Zaman Es. Meskipun banyak yang telah berkunjung ke sana, belum ada seorang pun yang pernah sampai ke bagian dasar lubang raksasa ini.

Menurut para ahli kelautan, Great Blue Hole tidak selalu terendam air laut. Hal ini terlihat dari temuan stalaktit besar di dinding selatan lubang, yang berarti Great Blue Hole sebelumnya adalah gua. Hal ini juga membuktikan bahwa dulu permukaan laut jauh lebih rendah dan naik secara dramatis dikarenakan adanya perubahan iklim.

6. Gading Gajah Purba di California, Amerika Serikat
gannett

Pada tahun 2019, seorang pilot bernama Steven Haddock dan seorang ilmuwan bernama Randy Prickett, menjelajahi dasar laut sedalam 3 ribu meter, di sekitar 300 kilometer lepas pantai California, Amerika Serikat. Di kedalaman laut tersebut, mereka melihat potongan benda yang tampak seperti gading gajah. Potongan kecil gading tersebut dibawa ke permukaan.

Pada bulan Juli 2021, Steven Haddock kembali ke lokasi dan mengambil seluruh benda yang diperkirakan sebagai gading tersebut. Pada bulan November 2021, dengan bantuan para peneliti, dipastikan bahwa benda tersebut adalah gading gajah purba, yaitu mamut Kolombia, yang semasa hidupnya memiliki tinggi lebih dari 4 meter dan berat sekitar 9 ton. Gading tersebut berusia lebih dari 100.000 tahun.

Itulah 6 penemuan bawah laut yang fenomenal. Tentu masih banyak misteri bawah laut yang mungkin tidak semuanya dapat dipecahkan misterinya oleh manusia. Kira-kira, temuan apa lagi yang akan didapatkan dari dasar laut, ya?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya