by

Wajib coba! Mencicipi Nasi Megono Khas Pekalongan, Sajian Menu Penggugah Selera

Bagi masyarakat asli Pekalongan maupun pelancong yang pernah singgah ke Pekalongan, pasti tidak asing lagi dengan nama nasi Megono. Ya, makanan ini berupa nasi dan lauk yang berbahan dasar cacahan nangka muda atau cecek, yang dikukus dengan kelapa parut serta aneka bumbu dan rempah.

Cita rasa yang gurih nan sedap ditambah dengan tempe mendoan yang masih panas menghasilkan perpaduan yang sungguh nikmat. Tak terlalu sulit menemukan penjual nasi megono di kota ini. Hampir disepanjang jalan baik pagi, siang maupun malam banyak warung makan yang menyajikan megono sebagai pilihan lauk pauknya.

Ada cerita asal mula mengapa makanan ini dinamakan nasi megono. Megono berasal dari bahasa Jawa yaitu mergo yang artinya sebab dan ono yang artinya ada.

Pada zaman dahulu ketika agama Hindu masuk ke pulau Jawa, sering diadakan upacara pemujaan dengan membuat sesaji untuk para dewa berupa tumpeng, di bagian tepinya diberi cacahan nangka muda dengan aneka bumbu, rempah dan kelapa parut yang dikukus, namun bumbu tersebut diletakkan terpisah.

Setelah masuknya ajaran Islam, tumpeng dan cacahan nangka tersebut tidak lagi dijadikan sesaji melainkan dijadikan jamuan ketika ada kegiatan di masjid.

Versi lain menyebutkan bahwa saat memasuki zaman pra kemerdekaan dimana para pejuang bergerilya melawan penjajah, mereka tidak mempunyai kesempatan untuk bercocok tanam meski lahan yang ada sangat subur.

Para warga pun memutar otak, agar bahan pokok yang ada bisa awet dengan cara memasak nasi menjadi kerak (nasi yang dimasak sampai kering). Para warga menambahkan urapan seperti sayur dan kacang-kacangan. Mereka juga membubuhkan nangka yang dicincang kasar beserta bumbunya.

Para warga yang melihat para pejuang, segera memberikan nasi dan lauk pauk tersebut sebagai sumber kekuatan untuk melawan penjajah. Dari situlah nasi megono tetap menjadi makanan tradisional yang melegenda dan tetap terjaga eksistensinya, sampai hari ini serta menjadi salah satu kuliner khas Pekalongan.

Baca Juga  5 Resep Minuman Segar yang Bisa Dibuat di Rumah

Perbedaannya ialah nasi megono saat ini sudah tidak berwujud tumpeng, melainkan di bungkus dengan daun pisang dan disematkan lidi atau menggunakan kertas minyak. Bumbu megono pun sekarang sudah dicampur menjadi satu dengan cacahan nangka yang sudah dikukus.

Cara membuat nasi Megono ternyata cukup mudah. Bahan-bahannya pun mudah dijumpai disekitar kita. Penasaran bagaimana cara membuatnya? Sebelumnya siapkan dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan :

  • 250 gram nangka muda yang sudah dikupas, dicacah kasar kemudian cuci dengan air mengalir.
  • ½ butir kelapa muda parut
  • 3 lembar daun salam
  • 1 ruas lengkuas, geprek
  • 3 lembar daun jeruk
  • 1 bunga kecombrang ukuran kecil (optional)
  • 1 papan petai, kupas, potong kecil-kecil (optional)
  • 3 cabai merah besar, iris menyerong
Bumbu halus :
  • 10 siung bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • Terasi matang secukupnya
  • 1 ruas kencur
  • 1 sendok makan ketumbar
  • 50 gram cabai rawit (optional)
  • 1 butir kemiri
  • 1 sendok teh garam
  • ½ sdt gula pasir
  • ½ sdt Merica bubuk
  • ¼ sdt Kaldu bubu
Cara membuatnya:
  1. Cuci bahan-bahan yang akan dimasak.
  2. Haluskan bumbu-bumbu dengan diulek atau menggunakan chopper.
  3. Panaskan kukusan.
  4. Tata cacahan nangka kemudian taruh bumbu dan kelapa parut di atasnya.
  5. Kukus sampai matang atau sekitar 25 menit.

Mudah bukan membuatnya? Jadi tidak perlu jauh-jauh datang ke Pekalongan untuk mencicipi nasi megono. Sekarang semua orang bisa membuatnya sendiri di rumah. Apalagi dimasa pandemi covid-19 ini. Walau kita selalu stay at home, kita masih bisa berkreasi membuat aneka jenis makanan dari daerah lain. Tunggu apa lagi, selamat mencoba..

Tulisan ini merupakan naskah lomba menulis resep yang disenggarakan oleh redaksi Lintashaba.com. Panitia lomba maupun redaksi tidak mengedit naskah yang masuk.

Comment

Artikel Terkait