by

Tumpi-tumpi, Nugget Ikan Gurih Bikin Nagih

“Makanan adalah segalanya bagi kita. Ini merupakan perpanjangan dari perasaan nasionalis, perasaan etnis, sejarah pribadimu, provinsimu, daerahmu, sukumu, nenekmu. Itu tidak dapat dipisahkan sejak awal.” – Anthony Bourdain

Kutipan terjemahan di atas tepat menggambarkan bagaimana selera kuliner seseorang tidak akan pernah terlepas dari identitas budaya aslinya.

Orang mungkin bisa saja berada jauh dari kampung halamannya, namun masakan khas daerah akan selalu menjadi hal yang dirindukan khususnya di saat-saat tertentu yang berkaitan dengan perayaan ataupun festival adat daerah tersebut.

Untuk membuat sebuah olahan khas daerah, masyarakat setempat pastinya akan memberdayakan hasil alam yang tersedia ataupun cukup banyak ditemukan di tempat tersebut, contohnya di Sulawesi Selatan yang didominasi kawasan pesisir, tentunya cukup mudah menemukan hasil laut.

Oleh karena itu, makanan khas daerah tersebut banyak yang berasal dari berbagai jenis ikan maupun hasil tangkapan laut lainnya.

Salah satu olahan khas suku Bugis Makassar yang notabene berada di Propinsi Sulawesi Selatan, adalah tumpi-tumpi bale mairo yang artinya tumpi–tumpi ikan teri.

Tumpi-tumpi sendiri ialah salah satu kudapan tradisional, yang sudah diwariskan secara turun-temurun dan tetap terjaga eksistensinya hingga saat ini, karena memang memiliki cita rasa khas yang menggugah selera, juga membawa ingatan penikmatnya akan beberapa hari-hari besar penting yang menambah nilai khas santapan ini.

Contohnya pada acara adat dan keagamaan seperti perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, peringatan tanggal 10 bulan Muharam ataupun acara Mapacci yaitu malam sebelum pelaksanaan akad nikah suku Bugis Makassar, tumpi-tumpi menjadi lauk khas yang wajib ada dalam acara tersebut, juga pada saat bulan Ramadan, banyak penjual makan dadakan yang menyediakan hidangan ini dimana biasanya tidak dibuat diluar bulan puasa.

Baca Juga  Cerpen: Keadaan yang Berbalik

Namun demikian, untuk sebagian pedagang lauk pauk, tumpi-tumpi tetap akan dipasarkan dihari-hari biasa dan masih dapat dijumpai di beberapa pasar tradisional tertentu.

Tumpi-tumpi sebenarnya berasal dari daging ikan teri yang dicincang dan dicampur berbagai jenis rempah, juga kelapa parut, lalu dibentuk segitiga sebelum akhirnya digoreng untuk dapat dinikmati bersama nasi hangat ataupun kakdo minyyak, yaitu beras ketan yang di masak dengan santan kental sebagai pengganti nasi.

Uniknya, tumpi-tumpi bisa awet beberapa hari bahkan hingga seminggu, walapun sudah digoreng dan tidak akan berubah menjadi basi.

Selain itu, keunikannya juga berasal dari bentuknya yang harus berupa segitiga dimana hal ini berkaitan dengan makna filosofisnya, yaitu sudut-sudut yang melambangkan ketentraman, sukacita dan kedermawanan, yang diilhami dari sifat-sifat kearifan lokal masyarakat Bugis Makassar itu sendiri.

Di samping bentuknya yang unik dan mengandung makna khusus, sudah pasti mengonsumsi tumpi-tumpi juga akan menambah gizi pada tubuh, karena bahan dasarnya yang merupakan ikan teri yang kaya akan berbagai macam nutrisi diantaranya kalsium untuk pertumbuhan dan penguatan tulang, juga asam omega 3 yang baik bagi kesehatan jantung, salah satunya mencegah penggumpalan trombosit yang kerap kali menyebabkan terhambatnya aliran darah.

Dengan demikian, sangat baik bagi kita untuk mengonsumsi tumpi-tumpi yang mengandung banyak nilai gizi juga lezat, untuk menjadi lauk makan siang ataupun malam.

Perpaduan ikan dan kelapa parut menambah cita rasa gurih nugget ikan ini, juga berbagai jenis rempah yang bercampur membuat sensasi khas dan aroma wangi, yang menggoda selera makan siapapun yang mencium bau harumnya dan rasa ketagihan, untuk terus mencicipinya.

Jadi, daripada penasaran, coba buat sendiri kudapan ini karena bahan bahannya mudah didapatkan sebagi berikut ini:

Bahan utama:
  • ½ kg ikan teri basah (buang kepala dan isi perutnya)
  • ½ butir kelapa parut (pilih kelapa yang setengah tua)
  • ½ sdt kunyit bubuk
  • 3 sdm air asam
  • 1 butir telur
  • Air secukupnya
  • Garam secukupnya.
Bumbu halus:
  • 1 Ruas jahe
  • 1 Ruas lengkuas
  • 1 Batang sereh
  • ½ sdt ketumbar
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya
  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • ½ sdt merica bubuk
  • 2 biji cabai merah besar atau sesuai selera.
Cara membuat:
  1. Rebus ikan teri dengan air yang sudah dicampur garam, kunyit bubuk, gula dan air asam lalu biarkan beberapa saat hingga air menyusut dan meresap seluruhnya ke daging ikan.
  2. Haluskan semua bahan bumbu (sebaiknya gunakan blender), lalu masukkan ikan yang sudah direbus dan ulek hingga ikannya halus, sisihkan.
  3. Kemudian ulek kelapa lalu campurkan adonan ikan tadi sambil diuleni perlahan, agar semua bahan dan bumbu tercampur merata.
  4. Setelah itu tambahkan telur lalu aduk hingga rata, bentuk adonan menjadi segitiga yang padat menggunakan cetakan daun pisang yang sebelumnya sudah dimodel demikian, boleh juga dibalur telur lagi sebelum digoreng agar adonan tidak mudah pecah saat berada di wajan.
  5. Terakhir, panaskan minyak lalu goreng tumpi-tumpi sampai kuning kecoklatan, angkat kemudian tiriskan.
  6. Sajikan tumpi-tumpi selagi hangat bersama nasi dan rasakan kelezatannya.
Baca Juga  Mirip Sushi Jepang, Ini Resep Ikan Mas Naniura Khas Sumatera Utara

Tulisan ini merupakan naskah lomba menulis resep yang disenggarakan oleh redaksi Lintashaba.com. Panitia lomba maupun redaksi tidak mengedit naskah yang masuk.

Comment

Artikel Terkait