by

Roti Buaya Lambang Setia

Resep:
  • Tepung Terigu 500 gram
  • Ragi 8 gram
  • Gula Pasir 50 gram
  • Telur Ayam 1 butir
  • Pelembut ½ sendok teh
  • Susu Bubuk 15 gram
  • Margarin 50 gram
  • Garam secukupnya
  • Air 250 cc
  • Pewarna Makanan ( optional ).
Proses Pembuatan:
  1. Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan.
  2. Masukkan tepung terigu, ragi, gula pasir, susu bubuk, pelembut, garam dan air. Aduk hingga rata.
  3. Setelah rata, masukkan telur, margarin dan pewarna makanan secukupnya dengan menggunakan mixer hingga adonan menjadi kalis.
  4. Setelah kalis, diamkan adonan dalam wadah selama kurang lebih 30 menit agar adonan mengembang.
  5. Ambil adonan secukupnya dan bentuk menyerupai buaya. Ayah ibu lengkap dengan anaknya.
  6. Bentuk terus sampai adonan habis.
  7. Siapkan loyang yang sudah diolesi margarin sebelumnya, lalu letakkan adonan yang sudah jadi di atasnya.
  8. Panggang roti selama kurang lebih 25 menit atau hingga roti matang.
  9. Jika sudah matang, keluarkan roti buaya dari oven.
  10. Diamkan di tempat terbuka, lalu hias secukup nya.
  11. Roti buaya siap untuk di hidangkan ataupun untuk seserahan.

Roti Buaya merupakan makanan asli daerah Betawi, yang biasanya hanya terdapat pada acara-acara besar orang betawi, seperti pernikahan.

Uniknya, roti buaya ini tidak disajikan hanya seorang diri melainkan lengkap, mulai dari ayah, ibu dan anak. Dimana adat istiadat ini memiliki filosofi bahwa, roti buaya yang dibawakan sebagai seserahan dengan lengkap ini merupakan sebuah doa bagi mempelai laki-laki dan wanita, yang baru saja menempuh hidup baru agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah, serta dijauhkan dari segala biduk rumah tangga yang tidak mengenakan.

Roti buaya ini juga melambangkan simbol cinta untuk kedua mempelai yang nantinya akan memiliki momongan, agar saling mencintai dan menyayangi keluarganya, juga memiliki simbol setia terhadap pasangan, yang dimana filosofi ini diambil dari hewan buaya itu sendiri.

Baca Juga  Aneka Resep Bakso Aci yang Enak: Dari yang Rasanya Pedas Sampai Keju

Buaya termasuk hewan yang setia karena buaya hanya kawin dengan satu pasangan saja. Maka tidak heran jika buaya disimbolkan sebagai kesetiaan pada roti buaya dalam pernikahan adat betawi.

Berikut merupakan arti dari setiap roti buaya yang biasanya digunakan untuk seserahan, dimana roti buaya ini berjumlah 3 yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak.

  1. Ayah roti buaya, ini melambangkan seorang pemimpin keluarga yaitu ayah. Biasanya ukuran nya lebih besar dibandingkan roti buaya ibu dan anak.
  2. Ibu roti buaya, ini melambangkan seorang ratu rumah tangga yaitu ibu, pemilik surga bagi anaknya. Biasanya ukuran nya lebih kecil dibandingkan dengan ukuran roti buaya ayah, dan lebih besar dibandingkan dengan roti buaya anak.
  3. Anak roti buaya, melambangkan hasil buah cinta dari ibu dan ayah, yaitu seorang anak yang selalu diimpikan kehadiran nya. Biasanya ukuran paling kecil diantara roti buaya ayah dan roti buaya ibu.

Roti buaya ini biasanya digunakan untuk seserahan acara pernikahan orang betawi. Kebiasaan ini merupakan adat istiadat orang betawi yang sudah menjadi turun temurun. Dahulu, roti buaya ini dibiarkan hingga mengeras karena merupakan simbol kesetiaan bagi kedua pasangan.

Tetapi seiring berjalan nya waktu, roti buaya biasanya akan dibagikan setelah akad nikah kepada kerabat kedua mempelai, keluarga kedua mempelai, maupun kepada teman yang masih lajang. Dengan harapan agar bisa segera mendapatkan pasangan dan menyusul ke jenjang pernikahan.

Resep By: Ayu Bela Safitri

Tulisan ini merupakan naskah lomba menulis resep yang disenggarakan oleh redaksi Lintashaba.com. Panitia lomba maupun redaksi tidak mengedit naskah yang masuk.

Comment

Artikel Terkait