by

Pèdè: Kuliner Penduduk di Pinggiran Sungai Musi

Semua orang pasti kenal dengan terasi ya, bahkan keberadaan salah satu tambahan makanan ini membuat masakan menjadi sedap tak terkira. Namun, di daerah Sumatra Selatan, di sebuah dusun kecil di Musi Banyuasin, ada masakan yang patut untuk dicoba para pencinta kuliner. Ada yang tahu apakah itu?

Sumatra Selatan yang dikelilingi oleh sungai Musi terdapat berbagai jenis ikan. Inilah yang merupakan kekayaan alam dari daerah kami. Dengan kekayaan alam itulah, masyarakat setempat mengelola ikan-ikan yang diperoleh agar tahan lama. Salah satunya dibuatlah pèdè.

Cara mengawetkan sebagian ikan sungai yang diperoleh adalah dengan cara dibuat salai, yaitu dipanggang di atas perapian (tungku) untuk memasak. Ada juga yang dikeringkan dengan garam atau diasinkan. Syaratnya, penjemuran dengan matahari harus sampai kering sehingga ikan tidak akan busuk.

Simak ya, siapa tahu kamu mau mencobanya dan suka pada cita rasanya. Di dusun kami, yaitu Musi Banyuasin, kami menamakan masakan ini dengan sebutan pèdè (pakai è epepet ya). Nah, kalau tahu rusip dari Bangka, pèdè ini pun terbuat dari ikan yang difermentasikan.

Cita rasa rusip berbeda dengan pèdè. Bagaimana ya untuk menggambarkan perbedaan kedua masakan ini? Rasanya hampir mirip tetapi beda. Dari segi aromanya pun berbeda. Adakah yang pernah merasakan perbedaan keduanya?

Biasanya rusip terbuat dari ikan kecil, tetapi pède bisa dibuat dari ikan kecil sampai ikan besar. Namun, yang saya tahu, ikan untuk membuat pèdè ini adalah ikan sungai. Bahkan ada yang membuat ikan gabus yang dipotong beberapa bagian dan dimasak tidak hancur.

Cara membuat masakan ini pun sangat sederhana. Sebelum membuatnya, kita harus mempersiapkan tempat untuk memfermentasikan (gentong atau gelok/setoples beling yang kedap udara). Pemilihan gentong atau tempayan yang terbuat dari tanah liat akan lebih nikmat dibandingkan dengan penggunaan stoples.

Baca Juga  Mendoan, Cemilan yang Mengenyangkan dan Filosofinya

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat pèdè ini juga mudah didapat, yaitu ikan kecil atau besar (jenis wader atau ikan sungai, bisa juga ikan patin), garam, nasi yang sudah dikeringkan (dijemur) lalu disangrai dan dihaluskan.

Langkah selanjutnya adalah mengolah bahan hingga menjadi siap digunakan. Ikan yang telah dibersihkan harus ditiriskan kering ya, lalu lumuri dengan garam dan sangraian nasi yang telah dikeringkan sampai rata.

Setelah rata, masukan ikan tadi ke dalam setoples beling dan tutup hingga rapat. Jangan biarkan udara masuk ke dalamnya. Setelah itu diamkan kurang lebih selama 2 minggu.

Setelah 2 minggu atau kurang, ikan tadi siap dimasak. Caranya, tumis iris bawang merah, bawang putih, dan cabai merah/rawit. Kemudian masukan ikan pèdè tadi ke dalam tumisan, beri air sedikit dan gula. Tunggu hingga masakan agak kering.

Masakan pèdè ini akan disajikan pada acara keluarga besar sebagai pengganti sambal. Biasanya, kalau kumpul keluarga, masakan ini akan sangat dicari karena jarang ada yang menjualnya. Pengonsumsi pèdè sangat terbatas, hanya sebatas orang tertentu saja.

Sepertinya gampang ya membuatnya, tetapi tidak semua orang bisa mendapatkan rasa pèdè yang enak dan sesuai di lidah. Hal ini karena proses pembelajaran. Nenek moyang dulu banyak bereksperimen sehingga setelah sekian lama barulah mendapatkan cita rasa yang pas di lidah.

Pèdè sangat cocok dimakan dengan nasi hangat dan rebusan daun singkong atau pepaya. Selain itu, secara nilai gizi, tentu saja pèdè ini akan melengkapi protein hewani yang dibutuhkan oleh tubuh.

Jika kamu suka, maka jangan salahkan ibumu yang memasak nasi sedikit. Makan pèdè kadang bisa menghabiskan sepanci nasi loh. Silakan mencoba 🙂

Baca Juga  Panduan Lengkap Resep Kebab Khas Turki Serta Manfaat Makan Kebab

Tulisan ini merupakan naskah lomba menulis resep yang disenggarakan oleh redaksi Lintashaba.com. Panitia lomba maupun redaksi tidak mengedit naskah yang masuk.

Comment

Artikel Terkait