by

Lemea, Makanan Fermentasi Khas Tanah Rejang

Indonesia bukan hanya kaya akan budaya dan sumber daya alam, melainkan juga kaya akan ragam kulinernya yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Setiap makanan tradisional Indonesia memiliki kekhasannya sendiri, tergantung dari mana makanan tersebut berasal.

Di Sumatera, pohon bambu muda bisa dijadikan sebagai menu utama atau juga menu tambahan pada saat menyantap nasi, tetapi bambu muda tersebut telah diolah terlebih dahulu sedemikian rupa.

Lemea merupakan makanan khas Rejang. Suku Rejang merupakan salah satu suku tertua di Pulau Sumatera yang menempati daerah Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Utara dan sebagian menyebar ke wilayah Sumatera Selatan.

Makanan khas ini tak hanya memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat, tetapi juga mengandung gizi yang tinggi. Bahan utama Lemea adalah rebung (bambu muda) yang mengandung banyak protein, karbohidrat, asam amino, dan antioksidan jenis fitosterol, penangkal radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh.

Selain memiliki banyak nutrisi, Lemea juga memiliki rasa yang unik, yaitu agak asam dan pedas serta menghasilkan aroma yang tajam dan terkesan tidak sedap karena efek dari pembusukan ikan, yang dicampur dengan rebung pada proses fermentasi. Meskipun memiliki aroma yang kurang sedap, tapi banyak yang menyukainya.

Lemea termasuk salah satu makanan yang populer dan membudaya, di kalangan masyarakat Rejang sebagai hidangan pelengkap lauk-pauk sehari-hari.

Semua generasi tahu tentang hidangan khas ini, karena tidak pernah tergerus zaman hingga sekarang. Bahkan penduduk di luar masyarakat Rejang pun banyak yang menyukainya.

Foto: Rebung atau bambu muda

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk menghidangkan makanan khas ini, rebung atau bambu muda dicincang dan dicampur terlebih dahulu dengan ikan air tawar seperti ikan mujair, ikan sepat dan ikan-ikan kecil air tawar lainnya, setelah itu disimpan ke dalam wadah yang dilapisi dengan daun pisang dan ditutup rapat.

Baca Juga  Cerpen: Akar Berpulas Tak Patah

Proses fermentasi ini biasanya membutuhkan waktu hingga tiga hari. Fermentasi pada proses pembuatan lemea berasal dari mikroorganisme yang secara alami dihasilkan rebung (bambu muda) dan ikan air tawar tadi. Setelah proses fermentasi selesai, Lemea baru bisa untuk diolah dan dimasak.

Foto: Lemea siap olah

Jika tertarik mencicipi menu unik ini, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Selain bahan-bahan yang digunakan mudah didapat, cara membuatnya pun cukup mudah dan sederhana. Berikut ulasan resep Lemea khas Tanah Rejang.

Foto: Hidangan Lemea khas Tanah Rejang
Foto: Hidangan Lemea khas Tanah Rejang
Bahan-bahan:
Bahan utama:
  • ¼ kg Lemea siap olah.
  • 20 buah cabai merah.
  • 2 siung bawang putih.
  • 2 siung bawang merah.
  • Garam dan penyedap rasa (secukupnya).
  • Minyak goreng (secukupnya).
  • Air (secukupnya).
Bahan pelengkap:
  • ½ kg ikan laut segar.
  • 5 buah terong hijau.
Cara Membuat:
  1. Haluskan bumbu yang terdiri dari cabai merah, bawang putih, bawang merah dan garam.
  2. Siapkan wajan, lalu goreng ikan hingga matang.
  3. Setelah itu, tumis bumbu yang sudah dihaluskan tadi hingga beraroma harum.
  4. Tambahkan air secukupnya, kemudian masukkan Lemea dan terong hijau.
  5. Tambahkan garam dan penyedap rasa secukupnya.
  6. Setelah kurang lebih sepuluh menit, masukkan ikan yang telah digoreng sebelumnya.
  7. Tutup wajan hingga lemea mendidih dan airnya menyusut.
  8. Jangan lupa cek rasa.
  9. Setelah dirasa pas, angkat dan sajikan hidangan Lemea dengan nasi hangat.
  10. Hidangan khas ini bisa dinikmati dengan lalapan seperti petai, jengkol muda, atau daun singkong rebus sesuai selera.

Tulisan ini merupakan naskah lomba menulis resep yang disenggarakan oleh redaksi Lintashaba.com. Panitia lomba maupun redaksi tidak mengedit naskah yang masuk.

Comment

Artikel Terkait