by

7 Tips Sukses Bisnis Preloved yang Paling Oke

Menjadi pebisnis preloved sejatinya profesi yang sangat progresif. Apalagi kalau pelakunya menerapkan tips sukses bisnis preloved yang cantik. Paling tidak, dengan teknik ini, cara mencari pelanggan menjadi lebih mudah. Serta tidak perlu mengeluarkan biaya marketing yang besar.

Namun sebelum dijelaskan perihal tips menjalankan bisnis preloved, penulis akan menjabarkan terlebih dahulu pasal pengertiannya. Sehingga pembaca mengetahui dengan jelas apa maksud dari usaha ini. Untuk itu, silakan disimak ini ulasan selengkapnya:

Pengertian Bisnis Preloved

Secara sederhana, bisnis preloved bisa diartikan sebagai bisnis jual beli barang bekas. Namun bukan yang rusak melainkan yang masih baru. Seperti produk yang baru dibeli namun tidak cocok atau barang yang memang jarang digunakan. Ini yang diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan.

Pada umumnya, pebisnis akan mencari orang yang ingin menjual barangnya dengan sistem preloved. Setelah itu, ia akan menawar dengan harga yang rendah. Kalau sudah deal, maka barang tersebut akan dijual kembali ke pelanggan dengan harga lebih tinggi. Bisa juga dengan menjual barang tidak terpakai milik sendiri.

Bisnis preloved pasti menguntungkan. Pasalnya, konsumen memiliki kesempatan memiliki produk berkualitas tinggi dengan harga murah. Kategori produknya memang bekas. Tetapi, masih belum rusak cuma lama tidak digunakan saja. Bahkan ada produk baru sehari dibeli langsung dijual kembali dengan banting harga.

Tips Sukses Bisnis Preloved

Bisnis preloved memang bisnis yang memiliki progresifitas begitu tinggi. Walaupun demikian, pebisnis harus menggunakan tips khusus untuk mendapatkan pelanggan yang banyak. Nah, di bawah ini terdapat penjelasan tentangnya. Jadi, silakan disimak sampai selesai dan ini ulasannya:

1. Menjual Produk dari Brand Ternama

Sekalipun hanya menjual produk bekas pakai, pebisnis harus memilih yang memang bermerek. Sebab, sasaran konsumen adalah produk preloved semacam ini. Asumsinya kapan lagi bisa menggunakan barang mahal dengan harga murah. Oleh sebab itu, pastikan memilih dan memilah produk yang tepat.

Baca Juga  Apa Saja Minuman dan Makanan yang Dilarang Saat Batuk?

Produk dari brand ternama lebih direkomendasikan untuk dijual dengan sistem preloved. Karena ini merupakan trandmark dari usaha. Pelanggan tidak akan membeli kalau produknya tidak bermerek. Sehingga pengusaha pun akan gagal untuk mendapatkan keuntungan.

2. Melabel Harga dengan Selisih Lebih Rendah dari Harga Beli

Pebisnis preloved harus pintar memainkan harga supaya pelanggan lebih tertarik membeli produk. Termasuk merilisnya dengan konsep selisih yang lebih rendah dari harga beli. Bukan justru di atasnya. Karena sekalipun menjual barang branded kategorinya tetap bekas pakai.

Artinya, pebisnis harus menjual produk dengan harga lebih murah. Bahkan ada penjual yang menjual dengan selisih hingga 50%. Sekalipun demikian, keuntungan tetap harus diperhatikan. Namun nominalnya jangan terlalu berlebihan. Yang terpenting masih ada selisih lebih tinggi dari biaya modal saja.

3. Menawarkan Produk di Media Sosial

Tips sukses bisnis preloved yang berikutnya ialah menawarkan produk di media sosial. Ini dilakukan demi mendapatkan jumlah pelanggan yang banyak. Silakan memilih media yang memiliki akun jutaan orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Kalau perlu penjual membuat grup khusus di sana.

Ada banyak media sosial yang bisa dijadikan tempat membuka usaha preloved. Di antaranya, Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, Tiktok dan yang lain. Ini merupakan laman yang berisi ribuan bahkan jutaan akun dari seluruh Indonesia dan dunia. Dan semuanya berpotensi menjadi pelanggan.

4. Rilis Program Diskon Harga

Sekali waktu, pebisnis preloved bisa merilis program diskon harga. Ini penting demi memberikan pengalaman terbaik kepada seluruh pelanggan. Memang, karenanya, laba penjual juga akan berkurang. Tetapi di sisi lain, pada transaksi berikutnya profit tersebut akan kembali normal.

Diskon harga hanya di awal saja. Hitung-hitung salam pembuka bagi pelanggan. Sedangkan untuk selanjutnya, harga bisa dikembalikan ke semula. Dan kalau produk memang berkualitas, jumlah pelanggan justru akan semakin banyak. Makanya, silakan diskon produk tetapi tidak berlebihan.

Baca Juga  Calon Pebisnis, Kamu Harus Tahu Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Online!
5. Bergabung di Event-Event Belanja

Jangan lupa, di setiap ada even belanja, penjual juga harus tampil. Ini dilakukan demi memperluas jaringan. Biasanya even dilaksanakan di tempat perbelanjaan. Seperti di mall, swalayan dan pasar. Di sini, penjual bisa memainkan harga dengan leluasa. Namun pastikan tetap menjaga kualitas dan kerjasama.

Produk preloved memang layak dipasarkan di tempat umum. Pasalnya, statusnya adalah produk bermutu dan branded sekalipun bekas. Lagipula peminatnya bukan kalangan dewasa saja, karena kalangan remaja sekalipun ternyata banyak juga yang mengincar.

6. Buat Catatan Keuangan

Sekalipun yang dijual hanya barang bekas, pastikan penjual tetap melakukan pencatatan keuangan, karena ini penting demi keteraturan. Jika transaksi tidak tercatat, tentu tidak diketahui berapa laba dan modal yang dikeluarkan. Akhirnya tidak jelas juga pasal untung dan rugi. Kalau ini terjadi, pasti bisnis berjalan di tempat.

Silakan buat catatan keuangan dengan detail dan menyeluruh, termasuk wajib mencatat seluruh instrumen transaksi. Seperti mencatat data modal, jumlah negosiasi harian, pemasukan dan pengeluaran. Pastikan tidak ada satu pun yang salah pencatatan. Sebab, kesalahan tersebut berpotensi merusak yang lain.

7. Jangan Lupakan Barang Bekas Pakai Sendiri

Untuk menjadi penjual preloved tidak harus membeli produk dari orang lain. Yang selanjutnya dijual kembali dengan harga rendah. Tetapi penjual juga bisa menjual barang pribadi yang tidak digunakan. Yang terpenting masih baru. Ini tidak hanya demi keuntungan. Tetapi juga menghemat lemari, etalase dan dinding.

Jika Anda sudah paham tips sukses bisnis preloved di atas maka jalankan sekarang juga. Jangan lupa ajak keluarga untuk turut serta. Namun keuntungannya harus adil atau sama rata. Supaya tidak terjadi konflik di dalam bisnis yang bisa berujung pada ketidakpercayaan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Publikasi Terkait Lainnya