by

Tahapan Membuat Buku untuk Penulis Pemula

Kalau hobi menulis, cobalah untuk belajar tahapan membuat buku. Paling tidak, Anda akan memiliki kumpulan karya tulis yang disebut portofolio. Sekalipun buku tidak untuk dijual, tetapi tetap bisa dijadikan koleksi pribadi. Otomatis, kalau berhasil membuat buku, maka kepuasan di dalam diri ini begitu tinggi.

Cuma keinginan ini tidak mudah. Si penulis juga harus memiliki semangat yang tinggi. Kalau semangat membuat buku sudah ada, maka tinggal menjalankan tahapan-tahapannya saja. Di artikel ini akan diulas terkait hal tersebut. Jadi, silakan dibaca sampai selesai, ini ulasannya:

1. Buat Kerangka Tulisan

Tahapan membuat buku yang pertama ialah membuat kerangka tulisan. Usahakan tidak menulis kalau rancangannya masih belum selesai. Artinya, penulis harus berpikir secara serius untuk menemukan peta pikiran yang bagus. Pastikan, konsep ini digunakan untuk satu buku bukan per-bab.

Biar lebih mudah harus memiliki target. Misalnya, dalam satu hari harus bisa membuat satu kerangka tulisan untuk bab pertama. Kalau ini dilaksanakan dengan konsisten, maka dalam satu bulan sudah memiliki peta pikiran untuk 30 bab atau mungkin satu buku. Kalau bisa jangan langsung digarap tetapi baca dulu berulang-ulang.

2. Mulai Menulis

Kalau kerangka kepenulisan sudah ada, berarti sudah waktunya menulis. Jadi, silakan menulis tetapi pastikan tidak mengedit saat menulis. Artinya, apa yang ada di pikiran silakan dituliskan di kertas atau diketik di komputer. Usahakan tidak berhenti menulis sekalipun banyak typo. Karena sekali berhenti, rasa malas akan segera muncul.

Pada waktu menulis tetap membutuhkan target. Misalnya dalam satu hari harus selesai menggarap tulisan di bab satu. Berarti kalau ada 30 bab, satu bulan tulisan sudah selesai sekalipun masih mentah. Harus bisa dipastikan kalau tulisan tidak keluar dari peta konsep. Juga tolong jangan sampai mengedit tulisan.

Baca Juga  Rekomendasi Channel Youtube Edukasi Luar Negeri
3. Lakukan Editing Typo

Kalau tulisan satu buku sudah selesai, baru lakukan editing. Silakan dicari, siapa tahu ada kata-kata yang salah ketik (typo). Perbaikan dikhususkan untuk masalah ini dulu jangan ke yang lain. Kalau sudah selesai, baru masuk ke dalam editing struktur kalimat. Cuma sebelumnya, teks harus dibaca berulang-ulang.

Pekerjaan mengedit tulisan tidak bisa sehari selesai. Maka dari itu, penulis harus memiliki target yang nyata. Kalau jumlah halaman buku hanya 100 lembar maka satu minggu, proses editing harus sudah selesai. Sedangkan untuk naskah yang lebih tebal, tentu kebutuhan waktu editing juga lebih lama.

4. Endapkan Naskah Terlebih Dahulu

Kalau cuma baru selesai editing, buku jangan langsung dikirim ke penerbit. Lebih baik, simpan atau endapkan terlebih dahulu sampai tenggat waktu yang diinginkan. Tetapi bukan disimpan saja melainkan dibaca di setiap ada kesempatan. Tujuannya siapa tahu ada pembahasan baru yang perlu dimasukkan ke dalam naskah.

Di tahapan ini, revisi dan editing masih tetap bisa dilakukan. Tentunya jumlah kesalahan sudah tidak banyak karena sudah diselesaikan di proses editing pertama. Kalau sudah tiba di tahapan ini, berarti sebentar lagi tulisan akan segera rampung. Jadi jangan berhenti, dan jangan patah semangat melainkan terus melangkah.

5. Mulai Melakukan Layout

Tahapan membuat buku yang berikutnya ialah mulai melakukan layout. Yang dimaksud layout ialah mengatur agar tampilan buku lebih menarik dan elegan. Maka dari itu, yang perlu diatur adalah bentuk font, margin, halaman cover, sampul dan selainnya. Silakan lakukan layout tetapi yang rapi supaya bisa dicetak dengan lebih mudah.

Sesungguhnya percetakan bisa melakukan layout. Cuma harus membayar lagi dengan biaya lebih mahal. Daripada uang digunakan untuk layout kan lebih bagus dipakai menambah halaman. Pesan dan informasi di dalam buku lebih banyak dan bobot mutunya lebih bagus. Sedangkan di internet banyak cara me-layout buku yang benar.

Baca Juga  Tips Supaya HP Awet, Harus Tahu Nih!
6. Mulai Mencari Penerbit

Kalau proses layout sudah selesai berarti buku rapi dan siap dicetak. Tahapan berikutnya ialah mulai mencari penerbit. Usahakan mencari penerbit resmi yang siap meletakkan ISBN di buku yang dicetak. Ini memang berbayar tetapi buku yang tercetak tetap memiliki nilai jual. Bisa dikatakan ISBN adalah penanda kualitas dari buku.

Kalau bisa cari penerbit yang sedang merilis even kepenulisan. Biasanya, program ini gratis dan si penulis tetap mendapatkan satu eksemplar buku cetak. Yang paling sering merilis even ini adalah penerbit baru. Jadi kalau masih penulis pemula, maka tidak mengapa kalau mencobanya. Paling tidak bisa dijadikan pengalaman di awal.

7. Pasarkan Buku di Media Sosial

Sesungguhnya mencetak buku untuk koleksi pribadi tidak masalah. Cuma kurang bijak, kalau informasinya bagus tetapi tidak tersampaikan ke masyarakat. Maka dari itu, kalau buku baru selesai dicetak, segera pasarkan. Silakan jual buku di media sosial seperti di Facebook, Tiktok, Twitter. Bahkan kalau bisa jual di marketplace yang populer.

Sesungguhnya dengan menjual buku, si penulis telah membantu mencerdaskan masyarakat. Harganya memang agak mahal, karena ini hasil kerja kreatif. Cuma kalau bisa jangan menulis hanya karena ingin mendapatkan royalti saja. Sehingga tulisan amburadul dan kurang menarik untuk dibaca.

8. Kembali Menulis Buku

Kalau sudah berhasil membuat satu buku, jangan lantas berhenti menulis. Satu karya harus disusul dengan karya yang lain. Kualitas tulisan harus lebih ditingkatkan. Bahkan kalau bisa di karya berikutnya harus mendapatkan plakat best seller. Nah, semakin banyak buku best seller, popularitas si penulisnya juga bakal meningkat.

Anda benar-benar serius untuk mencetak buku? Silakan kerjakan tahapan membuat buku di atas. Perlu diketahui, semangat menulis tidak boleh menurun. Karena sebab semangat tersebut penulis bisa menyelesaikan semua tahapan sampai selesai. Kalau sudah ada karya tulis yang berbentuk buku, silakan rasakan kepuasan di dalam jiwa.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya