by

Sejarah dan Makna Hari Kemerdekaan Indonesia

Penjajahan memang meninggalkan beberapa infrastruktur yang berguna sampai sekarang. Namun, Bangsa Indonesia mengalami penderitaan yang luar biasa dikarenakan penjajahan tersebut, sehingga hari kemerdekaan merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh Bangsa Indonesia.

Dan hari itu tiba tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 beberapa puluh tahun lalu. Tentu hal ini merupakan kabar gembira yang sangat luar biasa. Setelah melewati berbagai masa sulit, akhirnya mereka dapat menghirup udara segar. Lalu bagaimanakah Sejarah Hari Kemerdekaan dan apa makna dari hari kemerdekaan ini sebenarnya?

A. Sejarah

Kemerdekaan diraih oleh bangsa Indonesia dengan berbagai perjuangan dan  pengorbanan, bahkan nyawa dijadikan taruhan agar bangsa Indonesia merdeka dan menjadi Negara yang dapat mengatur sistemnya sendiri.

Sebelum merdeka, Indonesia dijajah oleh Negara Portugis tahun 1509-1595,  Negara Spanyol tahun 1521-1692, Belanda (1602-1942), Perancis (1806-1811), Inggris (1811-1816) dan Jepang (1942-1942).

Dari deretan Negara penjajah yang menjajah Indonesia, Negara Belanda lah yang paling lama. Dimana Belanda menjajah rakyat Indonesia sekitar 200 tahun lebih. Tidak bisa dibayangkan rakyat Indonesia pada saat itu, hidup seperti apa.

Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa bangsa luar sangat tertarik dengan Indonesia. Salah satunya karena hasil bumi yang dihasilkan oleh Negara Indonesia, buah-buahan, sayur mayur, bahan pokok makan, rempah-rempah, minyak bumi dan lain sebagainya ada di Indonesia. Itulah yang membuat bangsa lain tertarik untuk datang ke Indonesia dan berusaha mengendalikannya.

Indonesia pun disebut-sebut sebagai paru-paru dunia karena banyaknya hutan-hutan di Indonesia. Setelah berjuang ratusan tahun untuk mengusir para penjajahan, akhirnya Indonesia mencapai kemenangan, ini ditandai dengan terjadinya proklamasi dan banyak yang melatarbelakangi proklamasi ini, di antaranya:

  • Jepang kalah

Pada tahun 1944, Jepang sudah mengumumkan bahwa Negara Indonesia diperbolehkan merdeka di kemudian hari. Tentu hal ini tidak terjadi begitu saja, ini dilatarbelakangi oleh keadaan Jepang yang semakin lama semakin terdesak oleh sekutu, bahkan kepulauan Saipan pun akhirnya berhasil direbut dari tangan Jepang.

Baca Juga  Kiat Mengajar agar Tidak Membosankan bagi Seorang Guru

Hal inilah yang melahirkan BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tahun 1945. Badan ini dibentuk untuk menarik rasa simpati rakyat Indonesia agar mereka mau membantu mengalahkan musuh.

Namun pada tanggal 6 Agustus 1945, Hiroshima dibom lalu kemudian pada tanggal 9 Agustus 1945, Nagasaki pun di bom oleh sekutu, sehingga mengakibatkan 1.400 jiwa rakyat Jepang meninggal. Hal inilah yang membuat Jepang kalah dari sekutu dan berjanji memberikan kemerdekaan pada Negara Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1945.

  • Peristiwa Rengasdengklok

Menjelang kemerdekaan Negara Indonesia atau pembacaan proklamasi pun menuai pro kontra, antara golongan tua dengan golongan muda. Dimana golongan tua terdiri dari Soekarno dan Hatta, serta merupakan bagian dari BPUPKI. Sementara dari golongan muda diwakili oleh Anggota PETA dan para mahasiswa.

Hal ini terjadi karena golongan muda menganggap bahwa golongan tua terlalu konservatif, serta menghendaki pembacaan proklamasi sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan oleh Jepang yakni, 24 Agustus 1945. Selain itu golongan muda pun tidak  menyetujui, jika pembacaan proklamasi harus melalui PPKI.

Ini dikarenakan golongan muda menganggap bahwa PPKI pun merupakan hasil bentukan dari Jepang, meskipun itu merupakan badan khusus yang didirikan untuk kemerdekaan, sehingga golongan muda menginginkan kemerdekaan dengan kekuatan sendiri tanpa campur tangan Jepang.

Salah satu orang yang masuk pada golongan muda bernama Sutan Syahrir, merupakan tokoh yang mendesak Soekarno dan Hatta untuk secepatnya proklamasi.

Setelah itu pada tanggal 15 Agustus 1945 di Penggagas Timur  Jakarta, diadakan rapat resmi yang dihadiri oleh Djohar Nur, Subianto, Subadio, Wikana, Kusnandar, Chairul  Saleh, dan Armansyah. Rapat ini menghasilkan suatu keputusan bahwa kemerdekaan adalah milik rakyat.

Baca Juga  Tips Anti Gugup saat Berpidato yang Pasti Tokcer

Keputusan inilah yang melatarbelakangi penculikan soekarno di kabupaten karawang, tepatnya di daerah Rengasdengklok. Penculikan ini dilakukan untuk menjauhkan Soekarno dan Hatta, agar tidak terpengaruh oleh Jepang. Mengapa ke Rengasdengklok? Hal ini karena daerah tersebut terpencil sehingga para golong muda (Tentara PETA) dapat dengan mudah mengawasi pergerakan Jepang.

  • Perumusan dan Pengesahan Teks Proklamasi

Penculikan Soekarno dan Hatta yang dilakukan oleh golongan muda mengubah pikiran Soekarno dan Hatta, yang akhirnya mereka pun setuju dengan golongan muda yakni pembacaan proklamasi haruslah segera dibacakan.

Mereka kembali ke Jakarta dan langsung menuju rumah Laksamana Maeda, Kepala Perwakilan kantor Kekaisaran Jepang sehingga rumah Laksamana Maeda dianggap aman dari ancaman militer Jepang. Ternyata semua panitia PPKI, Miyusi dan Maeda sudah berada rumah tersebut. Sementara itu golongan muda, menunggu di luar.

Setelah mereka bercengkrama sebentar, Soekarno, Sayuti Malik, Hatta, Sukarni dan Subardjo pergi ke sebuah  kamar kecil. Di kamar itu mereka mulai mendiskusikan tentang teks proklamasi. Sebenarnya, tanggal 22 juni teks tersebut sudah dibuat, akan tetapi diantara mereka tidak ada yang membawanya.

Maka, Soekarno menunjuk Hatta untuk menyusun kembali teks Proklamasi. Ini dikarenakan Soekarno menganggap Hatta paling baik bahasanya. Maka Hatta pun meminta Soekarno untuk menuliskannya, sementara Hatta Mendiktekannya. Naskah pun jadi dan setelahnya diketik oleh Sayuti Melik dan mengalami  tiga perubahan.

  • Pembacaan Teks Proklamasi

Bahkan menjelang pembacaan proklamasi pun, militer Jepang berusaha memblokade Lapangan Ikada. Ini dikarenakan rakyat dan Militer Jepang, mengira bahwa pembacaan teks proklamasi akan dibacakan di Lapangan Ikada sehingga lapangan pun di blockade.

Hal ini diketahui oleh Soekarno berdasarkan informasi dari Pemimpin Barisan Sodiro yang hadir ke lapangan tersebut, sehingga Soekarno pun memutuskan untuk membaca proklamasi di kediamannya sendiri (Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta). Menjelang detik-detik pembacaan proklamasi, halaman rumah Soekarno dipadati oleh massa.

Baca Juga  Stres Sistem Kebut Semalam? Ini Tips Cepat Selesaikan Skripsi

Semua pihak yang terlibat sibuk mempersiapkan teks proklamasi, termasuk Fatmawati (Istri Soekarno) yang menjahit bendera merah putih dengan ukuran yang melebihi ukuran standar, beliau pun menjahitnya dengan tangannya sendiri. Akhirnya Proklamasi pun dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945, dan disambut suka cita oleh  Masyarakat Indonesia.

B. Makna Hari Kemerdekaan

Kemerdekaan menurut KBBI adalah keadaan dapat berdiri sendiri, tidak terjajah, lepas, dan bebas. Dengan begini, kemerdekaan merupakan sebuah tanda bahwa bangsa Indonesia memiliki hak kebebasan. Bebas dari segala bentuk penjajahan bangsa asing. Selain itu, bangsa Indonesia memiliki kebebasan dalam menentukan nasib  dan bertanggung jawab atas pilihan sendiri.

Dengan begitu, diharapkan hari kemerdekaan dapat mengingatkan para bangsa Indonesia tentang perjuangan orang-orang terdahulu, dan dapat melanjutkan perjuangan  untuk memperkuat rasa rasa nasionalisme dan dapat membangun Indonesia lebih baik.

Untuk meraih kemerdekan memanglah didapatkan dengan perjuangan yang sangatlah besar, sehingga tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari kemerdekaan Indonesia dan merupakan hari kebahagiaan seluruh masyarakat Indonesia.

Comment

Berikan Komentar Untuk Tulisan Ini

Artikel Terkait