by

Sarat Nilai Sejarah, Inilah 16 Benteng di Indonesia

Ketika mendengar atau membaca kata “benteng”, yang melintas di kepala kita adalah suatu konteks pertahanan dan peperangan, khususnya yang terjadi pada masa lalu. Benteng dibangun dengan tujuan sebagai tempat perlindungan bagi mereka yang tinggal di dalamnya.

Belanda, Inggris, Portugis, dan Jepang membangun banyak benteng di Indonesia ketika mereka masih menjajah bangsa kita. Benteng-benteng tersebut masih ada hingga sekarang. Yuk, sekarang kita sedikit menapak tilas untuk mengenang fakta sejarah masa lalu Indonesia melalui benteng-benteng di Indonesia. Eh, ternyata ada juga loh benteng-benteng yang dibangun sendiri oleh bangsa Indonesia. Tahukah kamu nama benteng tersebut?

1. Benteng Anoi Itam di Sabang

Pada awalnya, Benteng Anoi Itam merupakan pusat persenjataan pasukan Jepang. Ketika pasukan Jepang mendarat di Sabang pada tanggal 12 Maret 1942, mereka langsung menggali terowongan bawah tanah di sepanjang bibir pantai sebagai benteng pertahanan mereka.

Benteng dibangun berbentuk tapal kuda berukuran 1,5 meter bujur sangkar, menghadap ke laut. Setengah bagian bangunan benteng terletak di bawah tanah dan dilengkapi dengan meriam sepanjang tiga meter. Meriam berfungsi untuk mencegah kapal musuh memasuki wilayah perairan Sabang.

 2. Benteng Marlborough di Bengkulu
Majalahteras

Benteng Marlborough adalah benteng peninggalan Inggris. Benteng ini dibangun pada tahun 1713, dan menjadi pusat pemerintahan Inggris di Bengkulu selama lebih dari 140 tahun (1685-1825). Nama benteng diambil dari nama seorang jenderal sekaligus bangsawan Inggris, yaitu John Churchill, Duke of Marlborough.

3. Benteng Tujuh Lapis di Riau
Benteng 7 lapis di riau
wesata.id

Benteng Tujuh Lapis terletak di Dalu-Dalu, Provinsi Riau. Benteng ini didirikan pada tahun 1835 oleh Tuanku Tambusai. Fungsinya adalah sebagai kubu pertahanan untuk melawan penjajah Belanda. Benteng ini sangat kokoh dan kuat karena terdiri dari tanggul pertahanan yang berjumlah tujuh lapis. Tiap lapis dilapisi lagi oleh bambu-bambu berduri. Pada awalnya, benteng ini bernama Kubu Aur Duri, karena parit dan tanggul pertahanan benteng diperkuat dengan aur (bambu) berduri.

4. Benteng Fort De Kock di Bukittinggi, Sumatra Barat
Benteng Fort de Kock, Pertahanan Belanda Selama Perang Padri Halaman all - Kompas.com
atourin.com

Benteng Fort De Kock adalah benteng berukuran kecil. Benteng ini didirikan oleh Kapten Bouer pada tahun 1825 untuk menangkal gempuran rakyat Minangkabau selama Perang Padri. Nama Benteng Fort de Kock diambil dari nama Baron Hendrik Merkus de Kock. Dia adalah wakil gubernur jenderal Hindia Belanda pada saat itu, yang berkedudukan di Bukittinggi. Pada saat ini, kawasan benteng telah dipugar oleh pemerintah daerah dan berubah nama menjadi Taman Kota Bukittinggi.

Baca Juga  5 Villa Terapung di Indonesia dan Makanan Terbaik di Wilayahnya
5. Benteng Toboali di Bangka Selatan
Benteng Toboali di Bangka Selatan
i.ytimg.com

Pembangunan Benteng Toboali diperkirakan dimaksudkan untuk menjaga kepentingan Belanda di wilayah Bangka Selatan, terutama yang berkaitan dengan penguasaan terhadap pertambangan timah. Timah di Bangka ditemukan pertama kali pada tahun 1709 pada penggalian di Sungai Olin oleh orang-orang dari Johor.

Kemudian, pada tanggal 2 Juni 1722 Belanda memperoleh hak istimewa, untuk menguasai perdagangan timah dari Kerajaan Palembang Darussalam secara monopoli. Setelah Kerajaan Palembang berhasil ditaklukkan Belanda, terjadi perseteruan yang semakin menajam dan mengarah pada ”perang timah”.

6. Benteng Martello di Kepulauan Seribu
Benteng Martello di Kepulauan Seribu
pikianrakyat

Benteng Martello berbentuk bundar dan terbuat dari batu-bata merah. Namun, warnanya menjadi tembaga jika terkena sinar matahari sore. Lubang-lubang besar di permukaan benteng menjadi saksi meriam-meriam Belanda, yang dapat diputar 360 derajat dan mengarahkan peluru ke kapal-kapal Portugis, yang akan menyerang Batavia pada abad ke-17.

Sekarang benteng ini mengalami kerusakan. Salah satu penyebab runtuhnya beberapa bagian bangunan dalam benteng ini, diperkirakan akibat letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883.

7. Benteng Vastenburg di Surakarta, Jawa Tengah
Benteng Vastenburg di Surakarta, Jawa Tengah
Benteng Vastenburg di Surakarta, Jawa Tengah

Benteng Vastenburg dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada tahun 1745. Gubernur tersebut bernama Baron van Imhoff. Dalam sejarahnya, Benteng Vastenburg pernah beberapa kali berganti fungsi. Dulu pernah digunakan sebagai pusat garnisun. Kemudian pasca-kemerdekaan, benteng digunakan sebagai markas Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mempertahankan kemerdekaan.

8. Benteng Vredeburg di Daerah Istimewa Yogyakarta
Benteng Vredeburg di Daerah Istimewa Yogyakarta
cloudfront.net

Benteng Vredeburg memiliki arti “Benteng Perdamaian”. Pada awalnya dinamai Rustenburg, yang berarti “Peristirahatan”. Dibangun pada tahun 1760 atas perintah dari Sri Sultan Hamengku Buwono I, dan permintaan dari pihak pemerintahan kolonial Belanda.

Pembangunan benteng ini, pada awalnya dimaksudkan untuk mengontrol pergerakan dan perkembangan yang terjadi di dalam keraton. Kemudian, pada tahun 1830-1945 fungsi benteng berganti menjadi markas militer Belanda dan Jepang.

Lalu, pada 1945-1977 beralih fungsi sebagai markas militer RI. Selanjutnya, Benteng Vredeburg ditetapkan sebagai pusat informasi dan pengembangan budaya Nusantara pada tanggal 9 Agustus 1980. Pada tanggal 23 November 1992, Benteng Vredeburg berganti nama menjadi Museum Benteng Yogyakarta.

Baca Juga  Apa Saja Tips Menghindari Informasi Hoax?
9. Benteng Pendem Van Den Bosch di Ngawi, Jawa Timur
Benteng Pendem Van Den Bosch di Ngawi, Jawa Timur
tempatwisatapro

Nama benteng ini diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada masa itu, yaitu Johannes van den Bosch. Benteng dibangun pada tahun 1839. Benteng Pendem Van Den Bosch dibangun lebih rendah dari tanah sekitarnya, sehingga dari luar terlihat terpendam (bahasa Jawa: pendem = tertimbun tanah).

Oleh karena itu, benteng ini disebut juga Benteng Pendem. Benteng Pendem dibangun sebagai zona pertahanan Belanda, untuk melumpuhkan transportasi logistik pasukan Pangeran Diponegoro.

10. Benteng Erfprins di Madura
Benteng Erfprins di Madura
Benteng Erfprins di Madura

Benteng Erfprins terletak di Kota Bangkalan, Madura. Bangunan itu dikelilingi tembok setinggi 4,5 meter, dan setebal 0,5 meter. Di dalam dinding tersebut terdapat gedung seluas 980 meter persegi. Benteng ini dibangun pada masa Raja Belanda, yakni Williams I pada tahun 1817-1848.

Pada masanya, Benteng Erfprins merupakan pusat militer kolonial Belanda di Bangkalan. Di sana para serdadu kolonial beraktivitas. Pada saat sekutu kalah dalam Perang Dunia II, Benteng Erfprins berhasil direbut oleh pejuang kemerdekaan yang ada di Bangkalan. Sejak saat itu, Benteng Erfprins menjadi pusat pertahanan pejuang kemerdekaan. Sayang sekali, situs sejarah yang dulunya megah ini kini terbengkalai dan tidak terurus.

11. Benteng Rotterdam di Makassar, Sulawesi Selatan

Ternyata Benteng Rotterdam dibangun sudah sangat lama, yaitu pada tahun 1545. Pada awalnya, benteng ini bernama Benteng Ujung Pandang dan merupakan peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Dibangun oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ Kallonna. Ketika Kerajaan Gowa-Tallo menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667, Benteng Ujung Pandang beralih menjadi milik Belanda, dan namanya diganti menjadi Fort Rotterdam.

12. Benteng Keraton Buton di Sulawesi Tenggara
Benteng Keraton Buton di Sulawesi Tenggara
promediateknologi

Benteng Keraton Buton merupakan salah satu benteng terluas di dunia. Luasnya sekitar 23 hektar dan memanjang hingga 3 kilometer. Benteng Keraton Buton dibuat dari batu-batu gunung, yang disusun menggunakan perekat berupa adonan kapur dicampur cairan putih telur. Benteng ini dibangun sekitar abad ke-16 oleh Sultan Buton III, La Sangaji. Tujuannya adalah untuk menjaga wilayah Kesultanan Buton.

Baca Juga  Resep Berbagai Makanan Khas Bali: Enak, Mudah dan Halal! 
13. Benteng Tolukko di Maluku
Benteng Tolukko di Maluku
jakpos.net

Konon nama “Tolukko” diambil nama seorang penguasa di Kesultanan Ternate. Pada awalnya, Benteng Tolukko bernama Benteng Hollandia, dibangun oleh Fransisco Sereo pada tahun 1540. Siapakah Fransisco Sereo? Dia adalah seorang panglima perang Portugis. Selain menyimpan rempah, benteng juga berfungsi sebagai pertahanan Portugis dari serangan penjajah lain.

14. Benteng Belgica di Banda Neira, Maluku
Benteng Belgica di Banda Neira, Maluku
goodnewsfromindonesia

Pada awalnya, Benteng Belgica dibangun oleh Portugis pada abad ke-17. Namun, benteng direbut oleh Belanda dan dibangun kembali pada tahun 1611. Di bawah kekuasaan Belanda, Benteng Belgica digunakan untuk menghalau perlawanan rakyat Banda, yang menentang kebijakan monopoli pala di Kepulauan Banda.

Benteng ini identik dengan gerbang utamanya yang menjulang tinggi, berliku-liku, serta dindingnya yang langsung menghadap ke laut. Benteng Belgica sering dijuluki The Indonesian Pentagon, kerena bentuk bangunannya menyerupai Gedung Pentagon di Amerika Serikat (AS).

15. Benteng Duurstede di Maluku
Benteng Duurstede di Maluku
idntimes

Pada tahun 1691, Gubernur Nicolas van Saghen mendirikan sebuah benteng di atas bukit karang di tepi laut. Benteng tersebut diberi nama Duurstede, yang berarti “Kota Mahal”. Benteng Duurstede berfungsi sebagai bangunan pertahanan serta pusat pemerintahan VOC selama menguasai wilayah Saparua.

Pada tanggal 16 Mei 1817, benteng diserbu oleh rakyat Saparua dibawah pimpinan Kapitan Pattimura, seluruh penghuni benteng tewas kecuali putra Residen yang bernama Juan van den Berg.

16. Benteng Victoria di Ambon, Maluku
Benteng Victoria di Ambon, Maluku
indonesia.travel

Benteng tertua di Ambon ini dibangun oleh Portugis pada tahun 1575, yang kemudian diambil alih oleh Belanda. Belanda kemudian menjadikan benteng ini sebagai pusat pemerintahan, untuk mengeruk rempah-rempah yang melimpah di bumi Maluku.

Benteng ini juga digunakan sebagai tempat pertahanan dari berbagai serangan masyarakat pribumi yang melakukan perlawanan. Tepat di depan benteng ini, pada tanggal 6 Desember 1817, Pahlawan Nasional Pattimura dihukum gantung.

Setelah masa penjajahan berlalu, di antara benteng-benteng tersebut ada yang masih berdiri kokoh dan beralih fungsi menjadi tempat wisata. Jadi, benteng manakah yang pernah kamu kunjungi?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya