by

Perlukah Sekolah Berbasis Lingkungan? Baca Dulu Manfaatnya

Sekolah berbasis lingkungan merupakan bentuk dan pola pendidikan terbaru, yang diharapkan bisa diterapkan dengan segera. Ternyata, konsep pendidikan semacam ini memang memiliki manfaat yang luar biasa terutama bagi peserta didik itu sendiri. Maka wajar, kalau implementasinya harus segera dirampungkan dan dilaksanakan.

Salah satu manfaat umum dari pendidikan semacam ini ialah, peserta didik bisa belajar dengan nyaman. Di sisi lain juga terdapat pola pembelajaran yang lebih menyeluruh dengan hasil pemahaman juga lebih multi ilmu. Nah, untuk mengetahui manfaat yang lebih lengkap silakan lanjutkan membaca narasi berikut ini:

1. Peserta Didik Belajar Langsung Praktek

Kalau bisa memilih yang mana yang lebih berkualitas antara mengajar dengan ceramah materi dan mengajar langsung praktek, tentunya akan memilih yang kedua. Nah, ini juga yang menjadi alasan mengapa sekolah berbasis lingkungan tentu lebih bermutu, daripada pendidikan di dalam kelas. Karena peserta didik akan mengeksplor langsung objek yang dimaterikan.

Di sisi lain, peserta didik juga menjadi sadar dengan manfaat dari materi yang dibelajarkan. Jadi bukan sekadar ceramah verbal semata. Ringkasnya ialah, dengan peserta didik belajar langsung di lingkungan, materinya sudah ada di situ beserta instrumen-instrumen ajar yang lainnya.

2. Membangun Sadar Cinta Lingkungan

Gerakan sadar dan cinta lingkungan harus digodok sejak dini, minimal ketika anak masih berusia sekolah. Karena nantinya, merekalah para penerus bangsa yang akan menjaga lingkungan sekitarnya agar tetap bagus, lestari dan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Seperti peserta didik yang rajin membuang sampah ke tempatnya, tidak asal memetik dedaunan dan selainnya.

Perlu diketahui, generasi yang sadar lingkungan adalah jaminan kalau kehidupan akan tetap aman terkendali. Salah satunya terbebas dari bencana yang terkadang diakibatkan oleh tangan manusia. Seperti banjir karena penebangan hutan. Jika ada sadar lingkungan sejak dini, tentu aktivitas ini tidak akan pernah dilakukannya.

Baca Juga  7 Manfaat Menanam Pohon, Mampu Sehatkan Lingkungan Dengan Baik
3. Wawasan Lingkungan Semakin Kuat

Peserta didik juga harus diberikan wawasan lingkungan yang bagus dan berbobot tinggi. Sehingga mereka menjadi insan yang serba tahu baik dari segi profil lingkungan, peran, fungsi maupun dampak dan akibatnya jika lingkungan dirusak. Nah, wawasan semacam ini yang cukup penting sebagai perbendaharaan keilmuan bagi mereka.

Dengan bersekolah yang berbasis lingkungan, tentunya mereka akan mendapatkan informasi seputar lingkungan dengan jumlah yang lebih banyak. Alhasil, peserta didik menjadi lebih mengetahui dan memahami kalau ada objek-objek tertentu yang berada di sekitarnya. Sehingga ketika ada yang bertanya tentangnya mereka bisa langsung memberikan jawaban yang tepat.

4. Belajar Sambil Rekreasi

Manfaat sekolah berbasis lingkungan yang berikutnya ialah peserta didik bisa belajar sambil rekreasi. Pasalnya, mereka langsung diajak ke tempat yang alami seperti pantai, kebun, sawah yang memang identik dengan panorama menawan. Bisa dipastikan, mereka tidak akan bosan berlama-lama di tempat tersebut.

Mungkin ini yang menjadi alasan mengapa sekolah tingkat dasar begitu getol memprogramkan jalan-jalan sambil belajar. Terutama lembaga PAUD dan TK yang pastinya mengagendakan program ini untuk dilaksanakan secara rutin di waktu tertentu. Dan ini sangat bagus karena juga menjadi sarana untuk memotivasi peserta didik agar  bisa belajar dengan rasa terhibur.

5. Materi Ajar Lebih Multi Pola dan Pengetahuan

Yang senang dengan sekolah berbasis lingkungan bukan hanya peserta didik tetapi juga para guru. Sebab, mereka juga ikut terhibur serta tidak perlu mempersiapkan metode pembelajaran yang lengkap. Toh semua pola sudah ada di dalam kegiatan ini baik yang bersifat metode ilmu yang teoritis maupun pengetahuan yang lebih praktis.

Bahkan guru bisa memadukan kedua-duanya ke dalam satu bentuk pembelajaran interaktif. Artinya, di dalam kegiatan berbasis lingkungan tersebut, guru bisa memperlihatkan gambar nyata dari lingkungan sekaligus menanyakannya. Setelah itu, intruksikan peserta didik untuk bekerja dengan objek yang diperlihatkan.

Baca Juga  Mengenal Beberapa Penyair Populer di Indonesia
6. Melibatkan Segala Perangkat Ajar

Seorang guru dituntut untuk selalu mempersiapkan perangkat ajar yang lengkap. Namun di sekolah berbasis lingkungan, perangkat ajar tidak begitu dibutuhkan. Apalagi kalau materinya memang tentang alam yang sudah disodorkan secara nyata di depan peserta didik. Jadi tidak perlu lagi memperlihatkan foto, video dan lain sebagainya.

Bahkan di dalam sekolah berbasis lingkungan, guru tidak perlu terlalu banyak menjelaskan materi. Biarkan peserta didik yang mengeksplorasi lingkungan yang dilihatnya. Guru hanya memfasilitasi saja jika ada masalah yang muncul atasnya. Inilah sistem pembelajaran modern yang berbasis siswa bukan pengajar.

7. Merangsang Keingintahuan Peserta Didik

Sebagai guru, tentunya harus mengetahui cara merangsang peserta didik supaya selalu ingin tahu. Karena nantinya, kebiasaan ini yang akan menjadi tolak ukur dirinya apakah akan berilmu atau tidak. Yang otomatis juga akan menjadi alat barometer apakah si peserta didik akan memiliki kecerdasan di atas rata-rata atau justru sebaliknya.

Nah, pembelajaran berbasis lingkungan merupakan sarana yang akan memancing peserta didik supaya keingintahuan-nya terus ditingkatkan. Termasuk tidak ragu untuk bertanya kepada gurunya seputar lingkungan yang sedang dilihat dan di-eksplor. Seorang guru pun harus sigap dengan memberikan jawaban yang tepat dan dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.

Sekolah berbasis lingkungan memang sejatinya harus diterapkan sejak dini dan harus sudah dimulai. Implementasinya pun tidak boleh terpisah-pisah melainkan harus digabungkan di dalam kurikulum khusus. Sehingga manfaat-manfaat di atas bisa dirasakan oleh seluruh peserta didik tanpa terkecuali. Oleh sebab, itu mari terapkan mulai sekarang juga.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya