by

5 Manfaat Belajar Sastra untuk Para Remaja

Ada yang mengatakan kalau sastra adalah ilmu pengetahuan yang tidak berfaedah. Secara tidak langsung anggapan di atas menjadi satu asumsi kalau ternyata belajar sastra juga aktivitas yang sia-sia belaka. Benarkah tidak ada manfaat belajar sastra?

Nah, pada artikel berikut ini, akan coba diulas tentang manfaat belajar sastra terkhusus bagi para remaja. Jadi silakan disimak saja sampai tuntas, semoga apa yang akan dijabarkan bisa mengubah paradigma tentang sastra dan belajar sastra. Ini dia manfaat-manfaat yang dimaksud:

1. Memicu Kreativitas Berpikir

Karya sastra merupakan karya imajinasi yang untuk membuat dan menafsirkan membutuhkan pikiran kreatif yang tinggi. Oleh sebab itu, siapapun yang bisa membuat puisi, cerpen, novel, dongeng, humor dan yang lain berarti kreativitasnya sangat luar biasa apalagi sampai mampu menafsirkan.

Remaja yang kreatif tentu sebuah kebanggaan tersendiri yang perlu diapresiasi. Sebab, anak remaja yang kreatif bisa hidup lebih nyaman, tanpa harus menggantungkan diri kepada orang tua. Bahkan masalah dalam kehidupan pun bisa diatasi sendiri dengan cara berpikir kreatif yang dimiliki.

Maka dari itu, jika membaca ulasan di atas, tentu belajar sastra adalah hal yang penting bagi anak remaja. Sehingga menjadi wajar pula kalau remaja tidak cukup belajar Bahasa Indonesia tetapi di dalamnya juga ada mata pelajaran sastra.

2. Meningkatkan Kepekaan Intuisi atau Perasaan

Karya sastra terlahir dari kepekaan intuisi pengarangnya. Ya, hanya orang yang memiliki perasaan begitu lembut sehingga mampu membuat puisi yang menyentuh orang lain. Nah, dalam konteks ini, pembelajaran sastra diberlakukan semata untuk memberikan pemahaman kalau anak remaja harus memiliki kepekaan intuisi yang tinggi.

Anak remaja yang bisa membuat karya sastra dan menafsirkan, berarti kepekaan perasaannya sudah bagus. Akhirnya, pembelajaran moralitas dan etika menjadi jauh lebih mudah. Bahkan, jika memiliki anak dengan kepekaan intuisi yang tinggi, orang tua tidak perlu khawatir si anak tidak sopan atau akan mengganggu orang lain.

Baca Juga  Cerbung: Nur Jannah (Part 3)

Orang yang mendapatkan cacian dari orang lain, tidak akan langsung membalas cacian tetapi menguraikannya menjadi puisi. Alhasil, kemarahan yang ada di dalam hati malah berganti menjadi kata-kata puitis yang indah. Ini sifat sastrawan, apakah tidak menyenangkan jika anak remaja memiliki sifat dan rasa seperti ini.

3. Bisa Menjadi Sastrawan Terkenal

Manfaat belajar sastra yang berikutnya ialah bisa menjadikan diri sebagai sastrawan terkenal. Dia akan diundang kesana kemari hanya untuk membaca puisi atau mengajarkan cara membuat karya sastra yang baik. Tak hanya itu, karya sastra yang berhasil dibukukan juga bisa dijual dan bisa menjadi penghasilan bagi remaja.

Memang, menjadi sastrawan tidak lantas menjadikan diri sebagai orang kaya atau orang sukses. Namun paling tidak, penghasilan yang didapatkan bisa menjadi kebanggaan tersendiri karena tidak semua orang bisa membuatnya. Apalagi jika memang sukses dari membuat karya sastra seperti Sujiwo Tedjo, WS Rendra, D Zawawi Imron atau sastrawan terkemuka yang lain.

Jika diukur dari konteks ini memang sepertinya anak remaja harus belajar sastra tanpa harus mengesampingkan ilmu yang lain seperti bahasa, matematika dan IPS. Bahkan ketiganya bisa terintegrasi yang harus sama dipelajari oleh sastrawan jika ingin hasil karya lebih berkualitas.

4. Menambah Kecerdasan

Jika anak remaja hobi membuat karya sastra akibat kecenderungan belajar sastra, maka secara otomatis mereka tidak akan berhenti untuk menuntut ilmu yang bisa membantu mengembangkan karyanya. Nah, semakin banyak ilmu yang masuk ke dalam otak, tentu si remaja ini akan tumbuh menjadi manusia yang cerdas.

Ya, jika suka belajar sastra, maka sepertinya remaja akan haus dengan ilmu terutama ilmu sosial. Sebab, sastra adalah sebuah karya yang di dalamnya berisi nilai kehidupan. Kalau segala ilmu kehidupan sosial tidak dipelajari, tentu amat kesulitan untuk melahirkan karya sastra yang multi interpretasi dan berkualitas tinggi.

Baca Juga  Bingung Cara Daftar PPDB Online? Lakukan Ini Dulu Sebelum Daftar

Orang tua mana yang tidak ingin memiliki anak yang cerdas dan haus ilmu pengetahuan. Maka dari itu, membelajarkan sastra bukan hal yang tabu bahkan sangat memungkinkan memiliki nilai fungsi yang sama, dengan ilmu pengetahuan yang lain dalam hal membantu menumbuhkan kecerdasan remaja.

5. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Imajinasi

Kesuksesan terkadang dimulai dari imajinasi bahkan mimpi. Ya, orang yang sukses terkadang memang dimulai dari dua hal tersebut tetapi ketika ada di dunia nyata, mereka mencoba untuk merealisasikan menjadi sebuah kerja yang nyata.

Nah, belajar sastra sejatinya untuk membangkitkan imajinasi anak remaja. Paling tidak, mereka memiliki pandangan ke depan (horizon harapan) tentang apa yang semestinya dilakukan yang sekiranya bisa membuat dirinya bisa hidup lebih nyaman. Bukan tidak mungkin, anak yang suka menulis cerpen, terpatri di hatinya, dia ingin menjadi tokoh dalam cerpen tersebut di masa depan.

Imajinasi semacam inilah yang sangat dibutuhkan oleh anak remaja saat ini. Terutama anak yang terlahir dari orang tua yang sejatinya tidak memiliki imajinasi untuk membawa anak ke depan. Nantinya, si anak sendiri yang akan mengarahkan kehidupan kepada hal yang lebih baik, sekalipun tidak perlu diarahkan oleh orang tuanya.

Itulah beberapa manfaat belajar sastra bagi remaja yang perlu diketahui para guru bahkan orang tua. Jika memang ada esensi dari apa yang sudah dijelaskan, mungkin seyogyanya pembelajaran sastra diberikan sejak dini dan disesuaikan juga dengan bakat minat mereka.

Intinya, semua tergantung kita apakah tetap mengajarkan sastra kepada remaja atau justru meninggalkan dan lebih membelajarkan ilmu yang lebih bermanfaat baginya.

Penulis : Agus Heriyanto

Gravatar Image
Saya adalah seorang penulis artikel online yang telah menekuni profesi selama 8 tahun lebih. Ini Saya lakukan semata untuk memberikan informasi yang berharga kepada seluruh pembaca online di seluruh Indonesia.

Comment

Berikan Komentar Untuk Tulisan Ini

Artikel Terkait