by

Kiat Mengajar agar Tidak Membosankan bagi Seorang Guru

Menjadi seorang guru tidak cukup hanya berbekal pintar saja, tetapi juga harus mengetahui kiat mengajar agar tidak membosankan. Karena cara mengajar semacam inilah yang akan membuat siswa bisa menyerap pembelajaran dengan cepat, sehingga mereka bisa bertumbuh menjadi peserta didik yang cekatan dan cerdas.

Guru bukan hanya pahlawan tanpa tanda jasa, tetapi juga pioner untuk mencerdaskan bangsa. Profesi inilah yang senantiasa berada di depan dalam pembentukan karakter generasi muda supaya memiliki kecerdasan pikiran sekaligus kematangan jiwa.

Terkait dengan hal di atas, maka di bawah ini akan coba penulis jabarkan tentang kiat menjadi guru yang mampu mengajar dengan menarik dan menyenangkan. Jadi, silakan disimak ulasannya dari awal sampai akhir lalu lakukan kiatnya secara utuh. Ini kiat yang dimaksud:

1. Mengajar Sambil Bermain
potret anak kecil kaukasia asia bermain balok warna-warni di kelas. belajar dengan memainkan konsep studi kelompok pendidikan. murid internasional melakukan kegiatan pelatihan otak di sekolah dasar. - learn and play potret stok, foto, & gambar bebas royalti
istockphoto

Mengajar menggunakan metode ceramah sudah bukan zamannya lagi, serta sudah tidak cocok jika diterapkan saat ini. Pembelajaran semacam inilah yang sejatinya bisa membuat anak malas, bosan dan jemu sehingga pembelajaran yang diberikan tidak masuk ke dalam otaknya.

Satu solusi cerdas untuk mencegah anak bosan adalah mengajar dengan sistem bermain atau mengajar dengan sistem permainan. Tentunya, jika anak bermain, mereka akan lebih senang dan bisa belajar dengan bergembira. Nah, guru bisa menyelipkan materi ilmu pengetahuan ketika kondisi mental siswa sudah sedemikian bagus.

Sejatinya, anak lebih suka bermain daripada belajar. Namun, jika bermain terus, tentu tidak akan ada ilmu yang diserap anak sehingga bisa berefek buruk pada masa depannya kelak. Oleh sebab itu, solusi yang tepat adalah menggabungkan keduanya, belajar dan bermain lalu jadikan satu model pembelajaran yang baku.

2. Manfaatkan Perangkat Belajar Audio Visual
istockphoto

Siswa lebih suka belajar dengan sistem perangkat audio visual daripada audio saja. Makanya, jika guru hanya berceramah di depan kelas, anak akan bosan bahkan akan menjadi wajar kalau gurunya sedang menerangkan, anak malah tertidur di belakang.

Baca Juga  5 Kulit Buah Ini Bisa Membuat Kulit Glowing

Oleh sebab itu, silakan manfaatkan perangkat pembelajaran audio visual. Guru bisa mempertontonkan video pembelajaran yang menarik agar anak tidak hanya bisa belajar tetapi juga untuk rileks. Guru juga harus mampu membuat suasana belajar yang memungkinkan tontonan tersebut semakin menghibur.

Artinya, guru tidak hanya duduk sedangkan anak dibiarkan menonton video sendiri. Guru harus mampu mencairkan suasana, supaya anak benar-benar mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari video yang dilihatnya. Kiat yang juga sesuai dengan konteks ini adalah seorang guru harus bisa mengajar dengan memanfaatkan aplikasi Microsoft Powerpoint.

3. Selipkan Humor dalam Pembelajaran
murid laki-laki hi lima dengan guru di kelas di sekolah dasar. anak siswa belajar di sekolah dasar. anak-anak menulis catatan di kelas. pengetahuan pendidikan, konsep kerja tim yang sukses - teaching in class potret stok, foto, & gambar bebas royalti
istockphoto

Kiat mengajar agar tidak membosankan yang berikutnya adalah coba selipkan humor di dalam pembelajaran. Terutama untuk pembelajaran yang terbilang sulit seperti mata pelajaran matematika, fisika maupun bahasa Inggris. Kalau mata pelajaran ini diampu oleh guru yang killer, dijamin anak akan bosan bahkan malas untuk belajar.

Guru yang layak mengajar mapel di atas adalah guru yang memiliki selera humor tinggi. Paling tidak, mereka memiliki kemampuan untuk mencairkan suasana dengan joke yang mendidik, supaya rasa tegang tersebut berganti menjadi keceriaan dan kebahagiaan.

Walaupun demikian, bukan berarti guru harus melucu terus di depan kelas. Sekali-kali tidak, Cuma yang diharapkan hanya bagaimana kelucuan tersebut bisa meningkatkan minat belajar siswa, sehingga ilmu yang diberikan si guru benar-benar masuk ke dalam otaknya.

4. Atur Kelas Senyaman Mungkin
guru laki-laki asia memberikan penjelasan kepada siswa perguruan tinggi luar negeri perempuan - teaching in class potret stok, foto, & gambar bebas royalti
istockphoto

Sebagus apapun seorang guru mengajar jika kelasnya tidak memungkinkan, maka pembelajaran tetap tidak akan maksimal. Salah satu contohnya kelas yang pengap, kecil serta bersuhu panas jika siang hari. Dijamin, kelas semacam ini tidak akan membuat siswanya betah belajar.

Oleh sebab itu, silakan atur kelas se-nyaman mungkin termasuk memasang kipas angin supaya anak tidak kepanasan. Jangan terlalu banyak menggunakan perabotan, karena kondisi semacam itu justru akan membuat kelas terasa sempit dan pengap.

Baca Juga  Game Pendidikan Online untuk Si Kecil

Biasanya, yang mengatur kelas adalah siswanya sendiri. Namun, sebagai seorang guru atau wali kelas, harus bisa mengontrol siswanya ketika bekerja. Termasuk memastikan apakah kelas yang dihias benar-benar mampu memberikan rasa nyaman belajar atau justru sebaliknya.

5. Belajar Sambil Berkarya
anak disabilitas asia dan seni belajar anak autisme di kelas dengan guru - child learn and work potret stok, foto, & gambar bebas royalti
istockphoto

Konsep pembelajaran zaman dulu hanya berbasis transfer ilmu pengetahuan saja. Makanya, di dalam kurikulum terdahulu, konten indikator yang muncul adalah guru menjadi pelaku aktif sedang siswa menjadi pendengar pasif. Seyogyanya, sistem pendidikan semacam ini sudah tidak berlaku lagi.

Pembelajaran di masa kini, lebih ke arah belajar sambil berkarya. Maksudnya, di dalam satu pertemuan, minimal ada satu karya yang dihasilkan yang tentunya karya yang sesuai dengan materi pelajaran yang diberikan.

Dengan adanya sistem pembelajaran belajar sambil berkarya, tentu anak tidak hanya duduk manis mendengarkan ceramah saja. Tetapi lebih jauh dari itu, siswa juga bisa melakukan sesuatu yang bisa membuatnya tetap belajar dengan penuh semangat.

Jadi, seorang guru yang baik bukan hanya mereka yang memiliki khasanah ilmu yang luas saja. Tetapi guru yang baik adalah guru yang juga memiliki kreativitas serta terampil. Justru, kemampuan yang terakhir inilah yang bisa menjadi satu jaminan kalau anak akan menjadi pribadi yang komplet.

Itulah beberapa kiat mengajar agar tidak membosankan khusus bagi seorang guru. Jika semua kiat di atas dimiliki dan dilakukan oleh seorang guru, tentu siswa yang dididiknya akan tumbuh menjadi manusia yang dialektis, kritis serta berbudi luhur. Jadi, kalau ingin menjadi guru teladan, silakan terapkan teknik-teknik mengajar di atas.

Penulis : Agus Heriyanto

Gravatar Image
Saya adalah seorang penulis artikel online yang telah menekuni profesi selama 8 tahun lebih. Ini Saya lakukan semata untuk memberikan informasi yang berharga kepada seluruh pembaca online di seluruh Indonesia.

Comment

Artikel Terkait