by

Kegiatan Literasi untuk Sekolah yang Paling Tepat Sasaran

Literasi merupakan program terbaik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengannya, minat baca dan minat tulis siswa semakin tinggi, sehingga mereka terlahir sebagai insan yang tidak hanya kreatif tetapi juga produktif.

Maka dari itu, setiap kepala sekolah maupun guru harus mengetahui apa saja kegiatan literasi untuk sekolah yang bagus diterapkan kepada siswa.

Nah, berangkat dari ilustrasi di atas, tentunya penting kalau kegiatan-kegiatan Literasi diterapkan di sekolah. Fungsinya pun tidak boleh dikerucutkan pada kegiatan literasi siswa semata, tetapi gurunya pun harus diliterasi supaya ada semacam kondisi pembelajaran literer yang bagus di sekolah tersebut.

Oleh karena itu, pada artikel berikut ini akan coba dijabarkan beberapa kegiatan literasi yang penting dan perlu ada di sekolah. Jadi, silakan disimak sampai selesai, dan ini ulasannya:

1. Membuat Antologi Puisi

Kegiatan literasi di sekolah yang pertama ialah membuat antologi puisi. Ini merupakan kegiatan yang sangat mudah dan menarik, bahkan akan sangat disukai oleh siswa karena puisi merupakan karya sastra yang indah. Sekalipun tanpa latihan, biasanya siswa sudah mampu membuatnya. Anak Sekolah Dasar pun banyak yang suka menulis puisi.

Ini harus dimanfaatkan oleh para guru dalam rangka meningkatkan bakat menulis siswa, dalam bentuk kegiatan literasi. Antologi yang dibuat tidak semata individu, karena antologi kolektif juga lebih layak untuk dibuatkan. Apalagi jika kegiatan tersebut masih pertama kali dilakukan.

Antologi tidak semata dibuat oleh siswa, gurunya pun harus membuatnya. Sifatnya pun memaksa dalam artian guru yang tidak menyetorkan karya puisinya akan mendapatkan denda. Kalau ini berhasil, maka otomatis ada satu kegiatan literasi yang berjalan. Dari segi keilmuan pun tentu wawasan edukatif siswa dan guru juga semakin luas.

Baca Juga  Atasi Writer’s Block dengan 4 Tips Menulis Cerdas Ini
2. Rutin Membaca Buku Satu Minggu Sekali

Indonesia adalah negara yang minat baca masyarakatnya sangat rendah dibandingkan negara lain di dunia. Ini juga menjadi penyebab rendahnya kualitas pendidikan di tanah air, dibandingkan negara yang minat baca masyarakatnya sudah tinggi seperti Malaysia dan Jepang. Untuk itu dibutuhkan kegiatan literasi khusus supaya masalah ini terselesaikan.

Cara terbaik untuk meningkatkan minat baca masyarakat utamanya, diawali dari sekolah adalah rutin membaca buku setiap satu minggu sekali. Silakan pilih waktu yang tepat semisal akhir pekan setelah jam akhir sekolah. Alokasikan satu-dua jam untuk kegiatan tersebut dan melibatkan seluruh unsur sekolah.

Jika kegiatan ini dilakukan terus menerus, maka lama kelamaan keinginan masyarakat sekolah untuk membaca akan semakin tinggi. Sebab, sekali mereka sudah membaca, maka rasa senang itu akan muncul dengan sendirinya. Apalagi jika buku yang dibaca memang berkualitas dan memiliki nilai bagi kehidupan.

3. Mendiskusikan Masalah dari Buku yang Dibaca

Membaca buku tanpa mendiskusikan masalah yang ada di dalamnya, laksana makan sayur tanpa garam alias hambar. Memang, manfaat literasi tetap muncul di sana namun akan lebih hebat lagi kalau sehabis membaca, guru dan siswa saling berdiskusi untuk membedah buku tersebut.

Tujuan dari berdiskusi di atas tidak hanya untuk meningkatkan wawasan tetapi juga untuk menambah ketajaman berpikir. Ada kreativitas di dalamnya, yang jika kesemuanya digabungkan akan menjadi informasi paling berharga di dalam otak. Makanya, ada sebuah jargon, kalau orang sering diskusi sejatinya ilmu di dalam pikirannya juga pasti bertambah.

Oleh sebab itu, jika seluruh guru dan siswa sudah selesai membaca, maka silakan atur waktu untuk mendiskusikannya. Berikan waktu seluruh masyarakat sekolah untuk mengurai masalah melalui sudut pandang yang diinginkan. Semakin banyak yang mengomentari masalah, khasanah keilmuan akan semakin luas.

Baca Juga  Apa Saja Barang yang Wajib Dibawa Saat Travelling? Yuk Simak Penjelasannya!
4. Buka Ekskul Teater

Banyak masyarakat bahkan guru sekalipun yang memandang remeh pada ekstra kurikuler teater atau drama. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang menyematkan “kegilaan” kepada orang-orang yang memainkannya. Padahal, ini merupakan argumen yang kurang tepat, sekalipun tidak dimungkiri ada beberapa teatrikalis yang memang seperti ini.

Teater sejatinya dunia lain yang dimasuki oleh manusia. Dunia rekaan yang mana mereka bebas melakukan apapun di dalamnya. Maka dari itu, di dunia lain inilah, siswa akan belajar untuk hidup seideal dan sebaik mungkin. Mereka akan belajar menjadi insan yang peka terhadap lingkungannya serta menolak segala hal yang merusak.

Nah, dengan bermain teater tentunya mereka akan memiliki girah untuk hidup dengan baik di dalam dunia yang nyata. Literasi juga muncul di sana, karena mereka harus bermain peran sebaik mungkin, membaca skenario bahkan menulis adegan. Bukan tidak mungkin, kesukaan bermain teater akan membuat siswa menemukan jati diri dan kecerdasannya akan semakin meningkat.

5. Adakan Even Debat Ilmiah

Debat ilmiah bisa diterapkan di sekolah, jika ingin memunculkan program literasi yang bagus. Salah satu tujuan even ini di antaranya untuk meningkatkan ketajaman berpikir dan dialektika, serta memperbaiki retorika atau kemampuan berbicara yang bagus di depan publik.

Hal-hal di atas harus ada di dalam diri seorang siswa. Sebab, dengan berpola pikir logis dan keberanian untuk menyampaikan pendapat sekaligus mempertahankannya, adalah bekal untuk bisa hidup dengan nyaman di dunia yang keras. Mereka juga terlatih untuk menghadapi persoalan secara pikiran bukan sentimen dan dendam.

Untuk materi debat mungkin disesuaikan dengan kondisi pikiran serta info apa yang muncul sesuai usianya. Ini juga program mudah, karena tidak dimungkiri kadang siswa memang suka berbantah-bantahan dengan temannya. Mungkin yang membedakan hanya programnya lebih resmi, terarah dan masalah yang disampaikan sedikit lebih serius saja.

Baca Juga  Ini Dia 6 Tips Menabung agar Tidak Bosan

Nah, kegiatan literasi untuk sekolah di atas adalah satu solusi untuk memajukan sekolah dari sisi produktivitas dan kreativitas siswa. Jika kegiatan ini dilakukan di seluruh sekolah secara konsisten, tentunya pendidikan di Indonesia akan semakin bagus dan berkualitas.

Penulis : Agus Heriyanto

Gravatar Image
Saya adalah seorang penulis artikel online yang telah menekuni profesi selama 8 tahun lebih. Ini Saya lakukan semata untuk memberikan informasi yang berharga kepada seluruh pembaca online di seluruh Indonesia.

Comment

Artikel Terkait