by

Apa Sih yang Harus Dilakukan Ketika Masuk Kampus?

Memasuki dunia perkuliahan merupakan salah satu tanda bahwa kamu sudah memasuki usia dewasa. Selain itu, memasuki dunia perkuliahan merupakan impian sebagian besar lulusan sekolah menengah atas atau SMA.

Namun, apa sih yang harus dilakukan ketika masuk kampus? Atau kamu ingin ketika kuliah skill kalian pun bertambah dan caranya bagaimana? Mengikuti organisasi itu penting nggak sih?

Atau pertanyaan-pertanyaan lainnya mengenai kebingungan harus melakukan apa, ketika sudah dinyatakan lulus masuk ke universitas atau ke institut atau politeknik. Hal ini pun bukan hal yang aneh ini sangat wajar. Seperti halnya ketika kita mengenal sesuatu yang belum pernah kita kenali sebelumnya, pasti menimbulkan kebingungan, bukan? Tapi tenang saja karena akan dibahas dalam artikel kali ini.

1. Kenali Budaya Kampus

Hal yang perlu kamu lakukan adalah menganalisa budaya dari kampus, yang kamu diami sekarang untuk mengenyam pendidikan. Kamu bisa belajar dari kegiatan-kegiatan yang akan kamu ikuti seperti ospek kampus maupun ospek jurusan.

Di sini kamu akan lebih memahami budaya dari kampus maupun jurusan. Mengapa mengenali budaya kampus penting? Karena ketika kamu mengenal budaya kampus secara mendalam, kamu akan mengetahui apa saja yang boleh dilakukan maupun tidak boleh kamu lakukan.

Selain itu pula, kamu akan mengenali fasilitas apa saja sih yang tersedia, organisasi apa saja yang ada, atau pengembangan diri apa yang disediakan atau bahkan kebiasan apa yang suka diselenggarakan oleh kampus.

Ini pula akan membantu kamu beradaptasi dengan lingkungan kampus dalam konteks positif. Misalnya, apabila kalian kuliah di universitas Islam, di sana ada aturan tidak boleh mengenakan celana jeans ketat misalnya, dengan mengetahui informasi ini, kamu pun tidak akan salah kostum ketika ke kampus, bukan?

Baca Juga  Atasi Writer’s Block dengan 4 Tips Menulis Cerdas Ini
2. Berkenalan dengan teman kelas bahkan teman kampus

Nah, selanjutnya adalah berkenalan dengan teman kampus atau teman kelas. Kamu bisa memanfaatkan acara ospek kampus atau acara ospek jurusan, dalam acara ini kamu bisa berkenalan dengan orang di sebelah kamu, di depan, atau bahkan di belakang kamu jika ada.

Ini akan membuat kamu lebih akrab dengan mereka, terlebih jika kamu mengajak mereka makan bersama atau menyediakan berbagai kebutuhan bersama. Kamu pun bisa saling menyimpan kontak no Hp atau akun sosial media untuk lebih akrab lagi.

Akan tetapi, kalau kamu tipikal orang yang mau dekat dengan orang, perlu waktu dan harus merasa aman terlebih dahulu, itu bukan menjadi masalah. Kamu tidak perlu memaksakan diri, tetapi bila hanya untuk sekedar berteman atau kenal, itu bisa saja dilakukan bukan?

3. Memilih UKM atau Organisasi

Dalam masa pengenalan kampus pasti akan dikenalkan seluruh UKM yang ada di kampus. Apa itu UKM? UKM merupakan singkatan dari Unit Kegiatan mahasiswa, jika di SMA (Sekolah Menengah Atas) UKM ini sama artinya dengan ekstrakulikuler.

Sehingga UKM ini terdiri dari berbagai macam bidang, ada bidang seni, olahraga, bahasa, bahkan ada UKM yang berfokus pada wirausaha dan lain sebagainya. Sehingga kamu bisa memilih mana yang cocok untuk kamu ikuti.

Selain UKM, kamu pun akan dikenalkan dengan berbagai organisasi oleh mentor kamu nantinya. Nah, organisasi ini ada organisasi intra ,yang mana organisasi ini dapat dibilang masih berhubungan dan orang yang ada di dalamnya pun adalah mahasiswa kampus tersebut.

Adapun organisasi ekstra, nah kalau organisasi ini cakupannya lebih luas karena anggotanya pun bisa dari berbagai mahasiswa yang berasal dari kampus berbeda. Kamu tidak perlu cepat-cepat memutuskan masuk ke UKM maupun organisasi mana.

Baca Juga  Cara Menjadi Food Vlogger Mudah Bagi Pemula

Ada baiknya, kamu perlu merenungkan kembali tujuan untuk mengikuti suatu Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM dan organisasi. Hal ini bertujuan agar waktu dan energi kamu dapat dimanfaatkan dengan optimal, karena tidak jarang orang mengikuti UKM atau organisasi karena ikut-ikutan atau hanya sebatas trend saja.

Akhirnya mereka cenderung belum bisa mengoptimalkan waktu serta energy mereka. Selain itu, output atau hasil dari mereka mengikuti UKM atau organisasi pun hampir tidak ada. Hal ini karena mereka mengikuti organisasi maupun UKM hanya sekedar numpang nama saja. Maka jika kamu masih bingung, tidak apa-apa.

4. Mengasah kemampuan

Bagian penting yang kadang dilupakan adalah mengasah kemampuan kamu, baik hard skill maupun soft skill. Hal ini karena kemampuan sangat dibutuhkan ketika kamu lulus kuliah, bahkan akan berguna meskipun kamu belum lulus kuliah.

Masa-masa kuliah adalah masa untuk belajar, termasuk belajar meningkatkan kemampuan. Selain itu, perkuliahan jenjang S1 lebih fokus kepada pendalaman teori, maka perlu diimbangi dengan kemampuan dalam praktek.

Misalnya, kamu kuliah jurusan jurnalistik, kamu bisa coba-coba mengasah teori yang telah disampaikan oleh dosen ke dalam tulisan-tulisan yang dikirim ke media massa. Atau apabila jurusan kamu tidak relevan dengan kemampuan yang ingin kamu kembangkan, tidak apa-apa.

Lambat laun pun kamu akan menemukan keterkaitannya. Untuk mengasah soft skill, misalnya jiwa kepemimpinan kamu bisa mengikuti organisasi atau masuk ke struktural UKM.

5. Mencari pengalaman kerja

Nah, ternyata pengalaman pun tidak hanya didapat dari mengikuti UKM ataupun organisasi saja, kamu bisa mendapatkan pengalaman dengan bekerja. Tentu bekerja disini nggak full time karena kalau fulltime bisa mengganggu aktivitas perkuliahan kamu.

Kamu bisa bekerja sebagai freelance atau part time. Apa bedanya freelance dan part time? Bedanya dari segi waktu atau pekerjaan yang mereka kerjakan. Biasanya kalau part time itu ditentukan jam kerjanya, misalnya hanya tiga jam atau empat jam atau sesuai kesepakatan.

Baca Juga  Inilah 3 Tradisi di Nusantara yang Jarang Diketahui!

Sementara kalau freelance lebih kepada mengerjakan pekerjaan per project, jadi bisa saja kamu bekerjasama dengan berbagai pihak selama memang kamu luang. Sampai sini jelaskan bedanya? Jenis pekerjaannya apa saja sih?

Nah kalau kalian yang mau bekerja part time bisa jadi guru privat, kerja di cafe atau di yang lainnya. Sementara bagi yang freelance bisa bekerja sebagai penulis lepas, desain grafis lepas dan lain sebagainya.

Namun, disarankan kalau kamu mau bekerja, pastikan perkuliahan kamu tidak terganggu. Sebaiknya, kamu mencari pekerjaan setelah sebulan atau dua bulan atau bahkan dalam waktu tertentu, setelah kamu memahami situasi dan kondisi di daerah atau kota tempat kamu berkuliah.

Nah sekarang lebih siap lagi bukan, untuk masuk kampus? Oh iya jangan lupa, kamu pun perlu mengetahui harga makanan maupun keperluan lainnya, sehingga kamu bisa memperkirakan biaya yang akan kamu keluarkan serta jangan lupa untuk menabung serta sedekah ya!

Comment

Artikel Terkait