by

Apa Perbedaan Desain Industri dan Paten? Ketahui yuk!

Anda dapat mengenali perbedaan desain industri dan paten dari definisi dan contohnya. Selain itu, terlepas dari hal tersebut kedua hal tersebut memang sangat penting diketahui. Kedua hal tersebut pun termasuk dalam bagian hak kekayaan intelektual hak kekayaan industri.

Mengingat pentingnya desain industri dan paten bagi pemilik karya cipta. Maka, akan lebih aman apabila didaftarkan dengan segera. Hal ini karena desain industri maupun hak paten telah didaftarkan. Hal tersebut dilindungi secara legal. Sehingga, tidak akan ada orang maupun kelompok yang menjiplak karya tersebut.

Perbedaan Desain Industri dan Paten

Desain industri maupun paten memberikan hak eksklusif kepada orang yang menerimanya. Sehingga, individu maupun kelompok tidak dapat menggunakan hal tersebut secara sembarangan. Selain itu, hal tersebut menjadi suatu identitas bagi produk maupun jasa. Adapun perbedaannya adalah sebagai berikut!

1. Desain Industri

Menurut UU Desain Industri pasal 1 angka satu dalam UU No. 31 tahun 2000. Dimana menurut UU tersebut dinyatakan desain industri merupakan suatu kreasi. Baik mencakup konfigurasi, bentuk, maupun komposisi (warna atau garis atau gabungan) yang membentuk dua atau tiga dimensi.

Dimana hal tersebut memberikan suatu kesan estetis. Selain itu, dapat digunakan pula untuk menghasilkan suatu komoditas industri, kerajinan tangan, maupun produk. Contohnya, produk jam tangan dengan desain dari brand Rolex.

2. Paten

Paten merupakan hak eksklusif yang diberikan negara kepada individu yang berhasil menemukan teknologi. Dimana penemuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi kehidupan. Maka, jika ada orang yang menggunakan temuannya tersebut.

Maka penemu berhak mendapatkan keuntungan secara finansial dari penggunaan atau penjualan produk teknologi tersebut. Contohnya, Aeronautika yang berhasil ditemukan oleh anak bangsa yaitu BJ Habibie.

Baca Juga  5 Aplikasi Belajar Matematika Android yang Akan Membuat Anda Mahir Berhitung
Syarat untuk Mendaftarkan Desain Industri dan Paten

Ada beberapa syarat yang perlu kamu ketahui untuk mendaftarkan desain industri maupun paten. Dengan mengetahui hal ini kamu akan lebih mudah untuk mengurusnya. Adapun syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut!

1. Syarat Mendaftarkan Desain Industri

Kamu ingin mendaftarkan desain industri? Karena khawatir mengalami hal yang tidak diinginkan? sehingga mendapatkan perlindungan hukum jika terjadi hal yang dapat merugikan? Jika iya, maka kamu perlu memenuhi beberapa persyaratan yang sesuai dengan aturan  yang berlaku. Sebelum hal tersebut diserahkan kepada pihak HKI. Syarat tersebut diantaranya adalah sebagai berikut!

a. Menyerahkan permohonan dalam bentuk tertulis dengan menggunakan Bahasa Indonesia

b. Permohonan tersebut sudah dibumbui tandatangan oleh pemohon atau kuasanya. Selain itu, perlu melampirkan beberapa dokumen seperti:

  • Surat kuasa.
  • surat pernyataan yang menyatakan desain tersebut adalah milik pemohon.
  • contoh fisik/foto/ gambar/ dan urai dari desain tersebut.
  • Sudah mengisi formulir permohonan. Dimana hal tersebut mencakup:
  • Alamat lengkap, kewarganegaraan permohonan, dan nama.
  • Tahun, bulan, dan tanggal surat permohonan.
  • Jika permohonan diajukan oleh kuasa maka sertakan alamat dan alamat kuasa yang menangani hal tersebut.
  • Tanggal penerimaan dan nama negara permohonan yang diajukan pertama kali dengan hak prioritas.

c. Jika permohonan diajukan oleh lebih dari satu orang. Maka, permohonan hanya ditandatangani oleh satu pemohon saja dan dilengkapi dengan persetujuan secara tertulis dari pemohon lain.

d. Apabila permohonan diajukan oleh orang yang bukan pendesain. Maka, permohonan tersebut perlu disertai dengan pernyataan yang lengkap. Dimana terlampir bukti bahwa pemohon memang berhak atas desain industri tersebut.

e. Membayar biaya sesuai dengan aturan yang berlaku (Rp 300.000 bagi UKM dan Rp 600.000 bagi nom-UKM)

Baca Juga  Tips Anti Gugup saat Berpidato yang Pasti Tokcer
2. Syarat mendaftarkan Paten

Untuk mendapatkan hak paten terhadap penemuan yang kamu temukan. Perlu ada beberapa hal perlu disiapkan. Dari persyaratan penemuan hingga pada dokumen yang dibutuhkan. Inilah beberapa syarat yang harus dipenuhi!

1. Bersifat Inventif

Untuk memperoleh hak paten maka sebuah produk atau karya cipta yang sebelumnya belum ada. Dengan kata lain, hak paten dapat diberikan kepada sebuah karya cipta yang baru. Selain itu, penemu tersebut memiliki kemampuan yang memadai sesuai dengan penemuan yang ingin diajukan.

b. Bersifat Aplikatif

Sebuah dapat memperoleh hak paten apabila penemuan tersebut memang bermanfaat. Sehingga, digunakan berulang kali oleh masyarakat. Pasalnya memberi dampak yang baik untuk kehidupan. Selain itu dapat dijadikan sebuah solusi untuk permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat.

c. Bersifat Baru

Penemuan pun perlu bersifat baru, dimana artinya adalah penemuan tersebut belum terpublikasi di media manapun. Ketika penemuanmu memang seperti itu. Maka kamu dapat langsung mendaftarkan penemuan ke HKI. Setelah permohonan dini dilakukan. Maka kamu akan mendapatkan tanggal penerimaannya.

d. Mengikuti  Prosedur yang Berlaku

Selain syarat yang disebutkan tadi, ada beberapa prosedur yang perlu dilakukan untuk memperoleh hak paten diantaranya adalah:

  • Mengecek apakah penemuan yang diajukan di database kantor paten luar negeri dan DJHKI. Hal ini dilakukan untuk mengetahui, apakah penemuan tersebut memang baru atau tidak.
  • Membuat proposal pengajuan hak paten.
  • Melakukan pembayaran pendaftaran, mengisi formulir permohonan, dan memenuhi spesifikasi hak paten yang berlaku.
  • Melengkapi dokumen (surat kuasa dan pernyataan hak, fotocopy NPWP badan hukum, fotocopy KTP pemohon dan disertakan tanda tangan surat kuasa dan surat pernyataan, fotocopy akta pendirian secara legal).
Baca Juga  6 Cara Menjadi Mahasiswa yang Produktif

Perbedaan desain industri dengan paten terletak pada penggunaan karya ciptanya. Dimana desain industri yang terdaftar hanya boleh digunakan oleh pemilik karya cipta. Sementara paten boleh digunakan oleh orang lain. Namun, pemilik hak paten berhak mendapatkan keuntungan dari produk tersebut.

Comment

Artikel Terkait