by

7 Manfaat Sekolah Berbasis Alam untuk Meningkatkan Kualitas Siswa

Seharusnya seorang guru harus mengetahui manfaat sekolah berbasis alam, supaya ada semacam perbandingan yang tepat demi efektifitas belajar dan mengajar. Tidak dimungkiri, banyak pengamat menyampaikan kalau sekolah berbasis alam adalah model belajar yang lebih baik untuk siswa.

manfaat sekolah berbasis alam
sekolah berbasis alam//sehatq.com

Maka tidak perlu disangsikan lagi jika sampai saat ini telah banyak sekolah, yang menerapkan sistem naturalistic atau pembelajaran di luar kelas. Semuanya memang dikembalikan kepada kemampuan peserta didik atau siswa. Namun, jika melihat kondisi alam yang lebih bersahabat dan menenangkan, maka wajar kalau manfaatnya lebih besar daripada belajar di dalam kelas.

Untuk itu, di bawah ini akan coba dijelaskan tentang apa saja manfaat sekolah berbasis alam yang membuatnya begitu diminati oleh siswa. Jadi, silakan disimak saja, ini dia ulasan-ulasannya:

1. Membuka Cakrawala Berpikir

Ketika anak belajar langsung di tengah-tengah alam, maka otomatis cakrawala berpikirnya akan terbuka lebih luas, akibat terlihatnya pemandangan yang indah dan kondisi lingkungan yang teduh. Jika siswa sudah tiba di tahap ini, tentu mereka bisa belajar lebih nyaman dan tenang.

Anak akan berpikir secara bebas, yang diiringi dengan keinginan untuk berkarya dengan lebih berani dan kritis. Dalam kondisi ini pula, biasanya siswa tidak akan ragu untuk mengeluarkan kreativitasnya dalam belajar. Nah, seorang guru hanya mengarahkan saja sesuai dengan tema yang sedang diajarkan di waktu itu.

2. Pembelajaran Tidak Membosankan

Manfaat sekolah berbasis alam berikutnya adalah pembelajaran tidak akan membosankan. Sebab, pandangan peserta didik lebih bebas alias tidak fokus pada satu titik semata. Guru juga bisa merubah destinasi alam yang dipilih supaya tidak terjadi monotonitas pembelajaran semisal, hari ini belajar di taman, besok belajar di pinggir pantai.

Baca Juga  Pernyataan-pernyataan Mendasar Filsafat yang Paling Populer

Pembelajaran dengan sistem yang seperti ini, yang sejatinya lebih bagus untuk menghasilkan output siswa yang berkualitas. Sedangkan kalau pembelajaran semata di dalam kelas, tentu rasa bosan akan muncul begitu saja dikarenakan oleh titik fokus siswa hanya pada satu arah, yaitu kepada gurunya yang sedang mengajar di depan kelas.

3. Ada Kesempatan Belajar Sekaligus Berinteraksi dengan Lingkungan

Siswa tidak cukup jika hanya berinteraksi dengan sesama teman dan unsur sekolah lainnya. Namun, seorang siswa harus diberikan kesempatan untuk berinteraksi secara baik dengan lingkungan di luar sekolah. Maka dari itu, perlu kiranya untuk memberikan pendidikan dengan pola berbasis alam yang akan membantu interaksi tersebut.

Dengan berinteraksi bersama alam, siswa memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungan harmonisnya dengan lingkungan sekitar. Misal, mereka diberikan kesempatan untuk memperlakukan lingkungan dengan baik, semisal tidak mencabut tanaman sembarangan atau tidak mencemari air dan udara dengan hal-hal yang merusak.

4. Mampu Melahirkan Banyak Karya Kreatif

Seluruh anak manusia sejatinya merupakan sosok yang kreatif. Namun, seorang pendidiklah yang akan mengasah kreativitas tersebut menjadi sebuah keinginan untuk melahirkan karya kreatif atau tidak. Sedangkan kalau bersekolah dengan basis ajar lingkungan, kesempatan untuk siswa melahirkan karya kreatif tersebut sangat besar. Sebab, kondisi psikologi dan pikiran lebih nyaman, situasi fisik dan lingkungan juga memberikan dukungan setimpal.

Sedangkan kalau belajar di kelas, terkadang situasi pembelajaran kurang maksimal, terkait untuk kelahiran karya kreatif siswa. Sebab, kondisi tubuh sedang lelah dan capai apalagi jika disertai dengan pengelolaan kelas yang kurang seimbang untuk kematangan berpikir siswa.

5. Akan Lahir Banyak Inovasi Pembelajaran

Jika Anda mengajak siswanya untuk belajar di luar kelas atau pembelajaran berbasis alam, maka Anda pun akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Salah satunya guru akan melahirkan banyak inovasi pembelajaran. Artinya, yang diajarkan kepada siswa tidak hanya itu-itu saja, melainkan juga didukung oleh metode pembelajaran baru yang lebih mengena.

Baca Juga  7 Kegiatan Islami di Musholla untuk Si Kecil

Guru akan mampu untuk melahirkan inovasi pembelajaran semacam ini. Sebab, ketika sedang mengajar siswa di alam, bukan hanya siswa yang merasa nyaman tetapi gurunya juga merasa tenang dan bebas, untuk melahirkan teknik-teknik mengajar yang baik. Efeknya, tentu pembelajaran akan semakin inovatif, hasil belajar juga semakin memuaskan.

6. Menjadi Pengampu Bidang Studi yang Disukai

Jika siswa tidak suka pada satu bidang studi, bisa jadi, mereka juga tidak suka kepada guru yang mengampu bidang studi tersebut. Sebaliknya, kalau guru sudah disenangi, maka secara otomatis mata pelajaran yang diampu juga bakal disenangi oleh siswa. Nah, pembelajaran berbasis alam bisa juga dijadikan alat, untuk melahirkan rasa cinta siswa kepada bidang studi sekaligus guru yang mengajar.

Bukan tidak mungkin, dengan adanya metode belajar semacam ini, justru membuat si guru selalu ditunggu-tunggu kehadirannya. Siswa pun sudah menyiapkan mental, sikap dan pikiran untuk belajar dengan baik ketika sudah tiba pada waktu diajarkannya bidang studi yang dimaksud.

7. Siswa Lebih Mudah Mencerna Pembelajaran

Salah satu manfaat sekolah berbasis alam yang juga tidak boleh diremehkan, ialah siswa akan lebih mudah untuk mencerna pembelajaran. Sebab, sikap belajar mereka lebih nyaman daripada ketika sedang belajar di dalam kelas yang pengap apalagi kotor. Kalau kondisi ini dipertahankan, tentu seorang guru bisa dikatakan telah gagal.

Maka dari itu, pembelajaran berbasis alam atau sekolah lingkungan bisa dijadikan solusi terbaik untuk meningkatkan kemampuan dialektika dan keilmuan siswa. Dengannya mungkin sosok seorang guru lebih bermakna dan bisa dianggap berhasil, karena siswa memiliki keinginan untuk belajar lebih baik dan lebih nyaman.

Nah, jika membaca manfaat sekolah berbasis alam di atas, maka seharusnya, model ajar semacam ini yang harus dipakai oleh seluruh guru. Itupun, jika para guru menginginkan anak didiknya benar-benar menjadi insan yang akan menyerap seluruh ilmu, yang telah diajarkan tanpa mengalami gangguan-gangguan pembelajaran.

Comment

Artikel Terkait