by

7 Kegiatan Guru Selain Mengajar yang Bikin Guru Jadi Profesional

Menjadi seorang guru harus selalu aktif berkegiatan di luar jam mengajar. Guru patut melakukan kegiatan guru selain mengajar yang sekiranya bisa meningkatkan kemampuan dan mengembangkan potensi diri. Ini penting karena menjadi seorang guru memang dituntut untuk terus belajar dan mengajar.

Kegiatan positif untuk seorang guru itu sangat banyak. Semuanya bisa dilakukan di sela-sela aktivitas mengajar materi pelajaran untuk siswa di depan kelas. Ini dia aktivitas-aktivitas tersebut:

1. Membaca Buku Lintas Disiplin

siswa perempuan - guru baca buku potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Seorang guru seharusnya sosok yang memiliki minat baca cukup tinggi. Buku yang dibaca juga harus lintas disiplin tidak semata buku paket dan LKS saja. Semakin banyak buku yang dibaca, wawasan si guru juga akan semakin luas. Nantinya, wawasan ini yang akan mendukung teori-teori yang dipakai ketika mengajar di kelas.

Membaca buku merupakan aktivitas yang bisa dilakukan guru di luar jam mengajar. Seperti pada saat istirahat atau beberapa saat sebelum pulang sekolah. Untuk itu, perpustakaan sekolah tidak boleh sepi dari guru dan siswa. Kalau perlu beri jadwal khusus supaya minat baca di sekolah tersebut semakin tinggi.

2. Menulis Karya Sastra

mengerjakan proyek - guru menulis potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Seorang guru yang tidak menyukai sastra, mungkin saja membuatnya kurang memiliki kreativitas dalam berpikir. Untuk itu, cobalah kembangkan lagi bakat kesastraan dengan cara menulis karya sastra di waktu senggang. Semakin sering menulis, pikiran kreatif juga bakal semakin terpupuk.

Jika pikiran kreatif sudah menjadi “jiwa” dari seorang guru, tentu si guru akan semakin mudah untuk melahirkan teknik mengajar di kelas yang menarik. Termasuk mengajar dengan strategi yang membuat siswa tidak bosan dan jenuh. Karya sastra yang harus ditulis beraneka ragam, seperti puisi, cerpen, pentigraf, pantun dan karya kesusasteraan yang lain.

Baca Juga  Tumbuhkan Minat Baca, Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh Adakan Kegiatan Story Telling Untuk Anak-anak
3. Menghadiri Seminar Keilmuan dan Bakat

seorang pria berbicara di konferensi bisnis - guru seminar potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Kegiatan guru selain mengajar yang selanjutnya adalah menghadiri seminar keilmuan dan bakat. Tujuannya bukan semata untuk mendapatkan sertifikat saja, tetapi juga ada ilmu dan wawasan yang penting untuk pengembangan diri di sana. Tentunya wawasan ini merupakan hal yang vital karena menjadi penunjang guru ketika mengajar.

Untuk mengikuti seminar keilmuan memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain biaya untuk transportasi, juga ada biaya pendaftaran yang biasanya di atas Rp50.000. Sekalipun demikian, mengingat ilmu yang akan didapatkan begitu berharga, sehingga biaya semahal apapun tidak akan menjadi masalah.

4. Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)

tangan dibesarkan untuk pemungutan suara dan bertanya di ruang rapat seminar konferensi - diklat potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Seorang guru yang berkualitas, tidak akan pernah berhenti untuk mengasah kemampuan. Baik kemampuan yang terkait dengan profesi maupun kemampuan yang bersifat keterampilan dan seni. Kemampuan-kemampuan semacam ini tetap dibutuhkan terutama bagi profesi seorang pendidik.

Salah satu aktivitas yang bisa meningkatkan kemampuan seorang guru, adalah mengikuti pendidikan dan pelatihan atau Diklat. Cobalah untuk mengikuti semua Diklat yang ada namun dengan catatan, yang sekiranya tidak mengganggu kewajiban mengajar di sekolah. Semakin banyak Diklat yang diikuti, tentunya kemampuan dan keterampilan serang guru juga bakal semakin meningkat.

5. Berbicara di Depan Cermin

wanita berlatih pidato - bicara cermin potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Berbicara di depan cermin memang terbilang lucu dan unik. Bahkan akan dianggap “gila” jika dilakukan di tempat yang kurang tepat. Akan tetapi, bagi seorang guru, aktivitas ini tergolong normal bahkan diharuskan demi untuk melatih kemampuan berbicara (retorika).

Kegiatan berbicara di depan cermin, bisa dilakukan di rumah beberapa saat sebelum masuk ke sekolah. Kontennya bisa apa saja dan yang lebih bagus adalah berlatih ujaran dan wacana, yang akan disampaikan nanti ketika sudah ada di depan kelas. Jika latihan retorika ini dilakukan dengan baik, tentu tidak ada waktu mengajar yang sia-sia sebab memikirkan perkataan yang akan disampaikan kepada siswa.

Baca Juga  Ssst, Ini Nih Tips untuk Menjaga Rumah Tetap Terasa Sejuk dan Segar Bahkan Tanpa AC 
6. Bergabung dengan Komunitas Diskusi

mentor perempuan mengajar kelompok karyawan menganalisis proyek online yang menjelaskan strategi - guru diskusi potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Jangan berharap, siswa akan mau diajak berdiskusi di kelas, jika guru atau pengampu tidak memiliki minat diskusi yang bagus. Ironinya, tanpa diskusi, pembelajaran di dalam kelas akan berjalan satu arah. Efeknya, siswa akan merasa bosan karena tidak ada dinamika yang menarik untuk diperbincangkan.

Untuk itu, seorang guru wajib bergabung dengan komunitas diskusi. Temanya tidak harus tentang guru dan peserta didik tetapi harus mengangkat tema yang lebih pluralis, menyeluruh dan mengundang pikiran kritis. Peserta diskusi juga harus dari kalangan akademisi atau cendekia, yang memiliki nalar ilmiah lebih bagus daripada orang kebanyakan.

7. Membuat Resume Pembelajaran

tersenyum pria bisnis india majikan sdm, guru atau pengacara memegang dokumen cv memiliki pertemuan wawancara kerja virtual melalui panggilan konferensi video, berkonsultasi klien di laptop di saran hukum online. - resume guru potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Seorang guru yang baru selesai mengajar, seharusnya membuat résume pembelajaran. Nantinya, karya yang berupa rangkuman tersebut bisa dimasukkan ke dalam map dan bisa dijadikan sebagai portofolio profesi. Bahkan Anda bisa membukukannya dengan rapi dan dibaca setiap saat.

Resume yang telah terkumpul selama satu tahun, bisa dijadikan sebagai data untuk pembuatan modul ajar di tahun berikutnya. Bahkan, selama silabus tidak mengalami perubahan, modul tersebut bisa dipakai selama-lamanya. Jadi, membuat resume pembelajaran pasca mengajar merupakan aktivitas yang memiliki banyak fungsi dan manfaat.

Seorang guru juga berpotensi menjadi penulis yang sukses, hanya dengan berbekal menulis buku resume dengan rutin sehabis mengajar. Buku tersebut bisa dijual kepada masyarakat banyak terutama kepada guru-guru di sekolah lain yang mengampu mapel yang sama.

Kegiatan guru selain mengajar di atas merupakan solusi bagi guru yang ingin menjadi tenaga pengajar profesional. Memang, sebagian aktivitas membutuhkan biaya yang besar termasuk biaya untuk membeli buku bacaan. Namun, nominalnya pasti sebanding dengan meningkatnya kemampuan diri yang semakin prestisius. Untuk itu, mari mulai beraktivitas sekarang juga.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Publikasi Terkait Lainnya