by

5 Kalimat Filosofis Tentang Anak Menurut Islam

Kalimat filosofis tentang anak menurut Islam adalah ungkapan-ungkapan tentang anak dilihat dari perspektif kebijaksanaan. Ungkapan semacam ini yang mengisyaratkan kalau agama Islam merupakan agama universal yang di dalamnya berisi penjelasan tentang hukum atas seluruh manusia tanpa memandang usia.

kalimat filosofis tentang anak
kalimat filosofis tentang anak // jagokata.com

Terkait dengan hal tersebut, maka seluruh umat muslim harus mengetahui ungkapan-ungkapan filsafat semacam ini. Paling tidak, ada ajaran yang didapatkan baik yang berhubungan dengan pendidikan agama bagi anak maupun sikap anak ketika berhubungan dengan dinamika sosialnya kelak.

Di bawah ini terdapat beberapa kalimat filosofis tentang anak yang ada di dalam Islam. Silakan dibaca, jika Anda ingin mendapatkan pengetahuan yang detil tentangnya. Ini dia kalimat yang dimaksud:

1. Anak Laksana Kertas Kosong, Orang Tuanya yang Menjadikannya Nasrani atau Yahudi

Di dalam Islam, anak dianalogikan pada kertas kosong. Artinya anak memiliki fitrah kebersihan di dalam dirinya. Ungkapan ini didasarkan pada individu anak yang sejatinya tidak pernah melakukan kesalahan atau berbuat dosa. Anak yang masih belum balig memang tidak dicatat berdosa.

Sedangkan yang dimaksud dengan orang tuanyalah yang akan menjadikannya nasrani atau yahudi, maksudnya orang tualah yang akan memilihkan agama bagi anaknya. Di dalam Islam setiap anak dilahirkan muslim. Orang tualah yang sejatinya mengenalkan mereka pada agama ketika anak sudah dewasa.

Ini yang menjadi alasan mengapa sampai muncul istilah agama turunan dan selainnya. Nah, bagi keluarga muslim, seharusnya memberikan nilai-nilai keagamaan yang lebih serius lagi supaya si anak tidak semata berislam ikut orang tuanya tetapi karena memang dari hati nuraninya yang paling dalam.

2. Anak yang Sholeh adalah Pahala Tidak Terputus

Anak yang sholeh merupakan kebanggaan dari orang tuanya. Bahkan, mereka dianggap sebagai pahala jariah yang tidak akan terputus. Artinya sekalipun kedua orangtuanya sudah meninggal dunia, pahala tetap mengalir kepadanya akibat melahirkan anak yang sholeh.

Baca Juga  Tumbuhkan Karakter Anak, Bunda Yuli Berkolaborasi Dengan PKG Terpadu Kota Jantho di Sanggar Kegiatan Belajar Aceh Besar

Anak yang sholeh merupakan pahala jariah yang tidak akan terputus, disebabkan oleh anak sendiri yang tidak akan berhenti menduakan kedua orang tuanya. Oleh karena itu, secara otomatis orang tua akan mendapatkan hadiah keselamatan atas doa yang telah diberikan.

Oleh sebab itu, setiap orang tua harus melahirkan anak yang benar-benar sholeh dan sholeha. Anak yang senantiasa mendoakan kedua orangtuanya sekalipun orang tua telah meninggalkan dunia ini. Amal jariah ini yang diharapkan supaya kita bisa kembali dibangkitkan kelak sebagai insan yang beruntung.

3. Perlakukan Anak Sebagai Raja, Pesuruh dan Sahabat

Kalimat filosofis tentang anak menurut Islam yang berikutnya ialah perlakukan anak sebagai raja, pesuruh dan sahabat. Perlakukan anak sebagai raja maksudnya penuhi semua permintaan anak. Jangan sampai ada penolakan dari orang tuanya. Ini biasanya berlaku untuk anak yang masih bayi.

Ketika anak sudah menginjak usia sekolah, maka mulai perlakukan dia sebagai pesuruh. Maksudnya, jangan selalu memenuhi keinginan anak, serta anak harus dididik untuk patuh kepada orang tuanya. Apa yang diperintahkan oleh kedua orang tuanya, si anak harus patuh dan taat. Di sini, orang tua mulai men-dril etika dan tata krama bagi anak.

Ketika anak sudah menginjak remaja, maka jadikan dia sahabat. Maksudnya, orang tua harus mulai mengajak anak untuk berdiskusi di dalam keluarga. Orang tua juga harus mulai mendengarkan anak dan tidak segan untuk mengapresiasi kalau saran si anak itu baik dan bagus.

4. Anak Hafidz Akan Memasangkan Mahkota kepada Orang Tuanya

Allah akan memuliakan orang tua yang berhasil mendidik anaknya hingga menjadi hafids atau penghafal Al Quran. Menurut para ulama, orang tua yang memiliki anak penghafal Al Quran kelak akan dipasangkan mahkota di dalam surga. Sungguh suatu anugerah yang tiada tara.

Baca Juga  10 Tips Hafalan Tidak Cepat Hilang Untuk Kamu yang Pelupa

Anugerah ini diberikan kepada orang tua yang telah melahirkan penjaga-penjaga kitab suci. Maka dari itu, mulai sekarang mari didik anak-anak kita agar menjadi hafidz dan hafidza yang sholeh dan sholeha. Insan penghafal Al Quran yang sekaligus menerapkan segala ajarannya di dalam kehidupan.

Alangkah bahagianya orang tua yang mendapatkan anugerah ini. Sudah mendapatkan hadiah jannah dan ditambah lagi dengan diangkatnya sebagai raja dan ratu di surga. Ini yang sejatinya diharapkan oleh seluruh umat Islam di manapun berada.

5. Anak Bisa Menjadi Neraka Bagi Orang Tuanya

Yang dimaksud anak akan menjadi neraka bagi orang tuanya ialah, anak yang tidak dididik dengan baik oleh orang tuanya, hingga dia menjadi ahli maksiat, maka kedua orang tua akan mendapatkan limpahan dosanya. Bahkan, menurut para alim, kelak orang tua akan dibatalkan untuk masuk ke dalam surga karena tuntutan dari anaknya.

Tidak sedikit orang tua yang lebih suka anaknya sukses menjadi pejabat dan kaya raya sehingga pendidikannya hanya diarahkan ke arah tersebut. Sedangkan pendidikan agama dan etika sama sekali tidak tersentuh. Kelak orang tua semacam ini akan menyesal karena telah menyia-nyiakan anaknya.

Bukan sebuah kesalahan mendidik anak agar ia menjadi sosok yang sukses dan kaya raya. Akan tetapi, kalau didikan semacam ini saja yang diprioritaskan, tentunya anak tidak akan lahir dengan perilaku yang baik. Sebab, hanya pendidikan agama yang bisa menjadikan anak memiliki sifat yang luhur, bermoral serta berbudi pekerti.

Silakan renungkan kalimat filosofis tentang anak menurut Islam di atas. Jadikan kalimat-kalimat di atas sebagai motivasi bagi orang tua untuk senantiasa memberikan didikan terbaik kepada anak-anaknya. Tentunya, tauladan tetap penting daripada sekadar didikan secara verbatim atau verbal.

Penulis : Agus Heriyanto

Gravatar Image
Saya adalah seorang penulis artikel online yang telah menekuni profesi selama 8 tahun lebih. Ini Saya lakukan semata untuk memberikan informasi yang berharga kepada seluruh pembaca online di seluruh Indonesia.

Comment

Artikel Terkait