by

5 Fungsi Evaluasi di Dalam Manajemen Sekolah yang Harus Diketahui

Sekolah disebut baik jika mampu melahirkan output siswa yang berkualitas. Dan ini tidak akan berhasil, jika manajemen-nya tidak dikelola dengan maksimal. Termasuk harus ada evaluasi di setiap semester atau akhir tahun pembelajaran. Nah, di artikel ini akan dijelaskan fungsi evaluasi di dalam manajemen sekolah.

Evaluasi merupakan instrumen penting di dalam manajemen, karena dari perangkat ini, bisa diketahui perkembangan sebuah lembaga. Sebaliknya, tanpa dilakukan evaluasi, pertumbuhan kelembagaan akan sulit dideteksi. Oleh karena itu, sekolah sebagai lembaga juga harus melakukan aktivitas ini.

Untuk itu, memang perlu kiranya dijelaskan fungsi dari evaluasi itu sendiri, sehingga ada semangat manajemen lembaga untuk segera melaksanakannya. Baik dalam bentuk monitoring, rapat aksidental terbatas maupun rapat-rapat menyeluruh. Nah, untuk fungsi evaluasi sekolah yang dimaksud, silakan baca di sini:

1. Untuk Rencana Lembaga Sekolah di Tahun Ajar Berikutnya

Evaluasi dibutuhkan demi menilai keberhasilan atau kegagalan lembaga sekolah di tahun ajar sebelumnya. Data dari instrumen ini bisa digunakan untuk menentukan rencana pembelajaran di tahun depan. Kesuksesan di tahun lalu harus dipertahankan, dengan sebisa mungkin menghindari kesalahan yang sama.

Jika tidak dilakukan evaluasi, kepsek tidak akan mengetahui kesuksesan dan kegagalan sekolah di tahun ajar yang lalu. Akhirnya perencanaan pembelajaran didasarkan atas data yang tidak jelas. Jika sudah seperti ini, wajar kalau lembaga berjalan di tempat. Karena memang tidak ada perbaikan atas kesalahan yang terjadi.

Dari analisis ini sudah jelas kalau evaluasi lembaga sekolah adalah instrumen yang penting. Bahkan menjadi penentu dari perkembangan lembaga yang dimaksud. Untuk itu, silakan agendakan instrumen ini secara teratur dan terjadwal. Minimal setiap akhir tahun menjelang kenaikan kelas.

Baca Juga  Bisa Kamu Coba, Inilah 6 Cara Agar Tidak Bosan Membaca
2. Sebagai Alat Penilai Kinerja Guru

Evaluasi lembaga sekolah bisa dijadikan alat menilai kinerja guru. Apakah etos mereka saat mengajar sesuai harapan atau masih di bawah standard. Jika masih kurang dari ekspektasi, pihak manajemen akan melakukan langkah monitoring. Untuk mengetahui apa yang menjadi masalah sehingga pendidik mengajar tidak maksimal.

Guru yang memiliki etos kerja buruk, maka harus diberikan punishment. Entah dalam bentuk pengurangan gaji, hingga pemberhentian. Ini bisa dilakukan, jika ada evaluasi yang dilaksanakan secara sistematis. Karena dari sana akan muncul alasan mengapa hukuman diberikan kepada yang bersangkutan.

Sebaliknya, tanpa evaluasi, kepada sekolah tidak boleh asal menghukum guru, karena yang bersangkutan pasti bertanya alasan mengapa dirinya mendapatkan punishment. Dan ini akan memicu konflik jika alasannya bersifat subjektif apalagi tendensius. Banyak pertengkaran guru dengan kepala sekolah akibat kasus semacam ini.

3. Sebagai Notulensi Manajerial Sekolah

Setiap kegiatan manajemen pasti tercatat di dalam notulensi acara. Begitu juga dengan aktivitas evaluasi lembaga sekolah. Nah, catatan tersebut akan disimpan secara rapi untuk ditunjukkan kepada pengawas. Itu sebagai data kalau lembaga memang melaksanakan manajerial dengan tepat.

Lain daripada itu, adanya notulensi manajerial, pengawas lebih mudah menaikkan akreditasi lembaga. Jika sebelumnya mendapatkan B maka di tahun ajar berikutnya bisa naik ke A. Kalau tiba di posisi ini, berarti sekolah memang bermutu. Sehingga layak direkomendasikan kepada masyarakat agar memasukkan anaknya ke sana.

Namun untuk itu, evaluasi harus dilaksanakan dengan sebenar-benarnya. Catatan notulensi juga harus sesuai dengan rapat evaluasional yang sedang dilaksanakan. Jangan hanya demi akreditasi, notulen lalu membuat data yang penuh dengan rekayasa. Tentunya ini sangat dilarang dan berpotensi menimbulkan masalah.

Baca Juga  Tren #StudyWithMe Sebagai Solusi Belajar Era Milenial Saat Ini
4. Sebagai Data Pemenuhan Sarpras Sekolah

Sarana dan pra-sarana (Sarpras) sekolah merupakan instrumen penting dan harus disediakan, karena tanpa alat tersebut pembelajaran tidak akan berjalan maksimal. Kalau ada instrumen rusak, tentu harus segera diperbaiki supaya bisa digunakan kembali. Sedangkan jika ada perangkat kurang, maka bendahara harus membelinya.

Narasi di atas, tidak akan bisa dikoridor dengan jelas kalau tidak ada data. Nah, catatan tersebut harus disampaikan ketika ada rapat evaluasi sekolah. Termasuk meminta pendapat para guru apakah sarpras memang membutuhkan penyegaran atau tidak. Setelah itu, pihak manajemen harus konsisten untuk menyediakan sarana secepatnya.

Kalau lembaga tidak melaksanakan evaluasi, tentunya tidak diketahui kondisi sarpras saat ini. Sekalipun ada data terkait alat tetapi catatan tersebut tidak akan tersampaikan. Lain daripada itu, guru juga tidak memiliki kesempatan untuk meminta perangkat belajar yang baru. Sehingga mereka mengajar dengan sarana yang ada saja.

5. Sebagai Portofolio Lembaga

Lembaga apapun pasti membutuhkan portofolio, termasuk lembaga persekolahan. Isinya berupa dokumentasi kegiatan yang telah dilakukan sejak sekolah tersebut berdiri sampai hari ini. Di sini terdapat catatan, berkas hingga foto-foto kegiatan yang telah dilaksanakan.

Portofolio sekali waktu pasti diminta oleh pengawas lembaga. Baik ketika tiba masa perpajangan akreditasi sekolah, maupun ketika ada kunjungan agresor terkait BOS. Catatan ini yang akan dijadikan rujukan terkait perkembangan sekolah. Artinya, portofolio adalah bahan dasar evaluasi pemerintah terhadap lembaga.

Ada banyak kegiatan yang bisa dijadikan portofolio sekolah. Aktivitas manajemen juga bisa dimasukkan ke dalamnya. Termasuk rapat evaluasi antara kepsek dengan dewan pengajar dan karyawan Tata Usaha (TU). Untuk itu, seluruh kegiatan evaluasional harus didokumentasikan dengan baik.

Baca Juga  Inilah Cara Mendidik Anak untuk Sholat 5 Waktu

Jika membaca ulasan ini, fungsi evaluasi di dalam manajemen sekolah memang begitu penting. Bahkan bisa menjadi koridor perkembangan dari lembaga itu sendiri. Oleh sebab itu, segera lakukan evaluasi dengan sistematis dan terjadwal dengan baik. Toh hasilnya akan kembali ke sekolah yang bersangkutan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Publikasi Terkait Lainnya