by

4 Bahan Ajar Membaca Permulaan pada Anak Selama Belajar di Rumah

Pendidikan penting bagi anak, bahkan ketika anak baru memulai sekolah di taman kanak-kanak. Namun, cara anak belajar pada tahap ini berbeda dengan anak yang sudah sekolah menengah.

Akibat pandemi yang terjadi saat ini, proses belajar anak terkendala, tidak dapat belajar di sekolah bersama guru. Hal ini berdampak sangat besar bagi peserta didik, yang baru memulai semester pertama di taman kanak-kanak.

Hanya orang tua yang bisa mengajari anak di rumah menggunakan 4 model bahan ajar membaca permulaan bagi anak di taman kanak-kanak maupun sekolah dasar. Melalui bahan ajar ini, orang tua tidak perlu repot-repot mencari guru les privat bagi anak. Berikut adalah cara-cara yang bisa orang tua lakukan, untuk mendidik anak dari rumah.

1. Visual
Father Reading His Son a Book A little boy is sitting in his dad's lap while his father reads him a book. They are both enjoying spending quality time together on father's day. picture reading book stock pictures, royalty-free photos & images
Foto: istockphoto.com

Anak yang akan memulai pelajaran membaca, sebaiknya tidak diberi buku dengan tulisan yang penuh atau bersifat polos. Anak akan kurang tertarik dengan bahan ajar seperti itu. Oleh karena itu, anak membutuhkan bahan ajar yang menarik dan bersifat menyenangkan.

Saat ini sudah banyak buku belajar membaca dengan tema kertas berwarna-warni, serta memiliki gambar-gambar yang lucu, untuk membuat anak merasa tidak bosan dengan pelajaran membaca yang ia terima. Dan juga, visual yang menarik dapat membantu menumbuhkan kemampuan daya ingat anak terhadap objek.

2. Auditory
Kid with tablet computer sitting at table with books notebooks Kid with tablet computer sitting at table with books notebooks. electronic book for children stock pictures, royalty-free photos & images
Foto: istockphoto.com

Saat ini banyak media elektronik yang membantu anak selama proses pembelajaran. Media elektronik bisa dijadikan bahan ajar membaca permulaan dengan mudah dan menyenangkan. Anak bisa mendengar pelafalan huruf atau kata melalui media tersebut, sehingga anak tertarik dan menirukan bunyinya dengan senang hati.

Temukan aplikasi membaca untuk anak melalui ponselmu, untuk membantu anak dalam memulai membaca, dengan cara yang lebih efekif dan efisien.

Baca Juga  5 Aplikasi Belajar Matematika Android yang Akan Membuat Anda Mahir Berhitung

Terdapat fitur yang jika sebuah huruf ditekan, maka bisa mendengar pelafalannya. Selain huruf, terdapat juga auditory dari hewan-hewan agar anak dapat mengenal bunyi-bunyi hewan.

3. Read/Write
Foto: istockphoto.com

Tahap selanjutnya, anak bisa mulai membaca dengan lancar hingga menuliskan abjad secara bertahap. Anak bisa diajarkan cara membaca sambil membuat bentuk abjadnya, agar anak mudah mengerti dan belajar dengan cepat.

Langkah ini perlu dilakukan dengan pelan, telaten, dan penuh kesabaran karena anak mungkin merasa terlalu sulit, untuk mempelajari dan mengerti tahap ini dengan mudah. Yang terpenting anak mau belajar dan bisa mengikuti prosesnya, tanpa paksaan terlebih dahulu.

4. Kinaesthetic
Learning Styles
Foto: familyeducation.com

Pembelajaran kinaesthetic merupakan metode pembelajaran dengan ciri-ciri seperti menyentuh, kegiatan yang bisa membuat anak terus bergerak, menunjukkan sesuatu daripada menjelaskannya, dan mencoba segala sesuatu dengan tangan sendiri.

Teknik pembelajaran ini cocok diterapkan kepada anak yang mulai belajar membaca. Menarik perhatian anak dengan cara yang tepat membuat anak mau menumbuhkan rasa semangat, agar belajar lebih banyak hal lagi. Selain itu, model kinaesthetic pada proses belajar anak membuat orang tua tidak perlu mengajari anak terlalu keras.

Orang tua bisa memilih dan mengontrol model bahan ajar membaca permulaan bagi anak, dan selalu menyesuaikannya secara bertahap. Memilihkan model yang tepat bagi sang anak dan membimbing anak dengan baik.

Media elektronik hanyalah alat bantu yang membuat orang tua lebih mudah, dalam mengajari anak dan anak lebih tertarik pada pelajaran serta teknologi saat ini. Karena penggunaan media elektronik bisa berdampak buruk bagi anak, maka orang tua hanya memberikannya secara berkala dan tetap mengacu pada bahan ajar yang realistis.

Comment

Berikan Komentar Untuk Tulisan Ini

Artikel Terkait