by

3 Tipe Belajar Anak, Perlu Diketahui Agar Proses Belajar Lebih Optimal!

Anak pasti lebih suka mendengar ajakan bermain daripada belajar. Jangankan anak balita, anak usia remaja pun cenderung “malas” ketika diminta belajar. Namun, anak yang “malas” belajar belum tentu merupakan anak yang tidak memiliki keinginan menjadi pintar. Mereka juga ingin menjadi pintar, tetapi dengan cara yang mereka inginkan. Jauh dari paksaan, jauh dari hukuman.

Kecenderungan tersebut tidak luput dari penelitian para ahli, yang kemudian memunculkan berbagai pandangan tentang tipe belajar. Tipe belajar adalah gaya belajar yang dimiliki oleh masing-masing orang yang merupakan cara termudah dalam menyerap, mengatur, memahami, dan mengolah informasi dalam situasi belajar. Oleh karena itu, tipe belajar tiap orang akan berbeda-beda, karena terkait dengan cara belajar yang paling cocok dan disukainya.

Walaupun dalam judul artikel ini disebutkan “tipe belajar anak”, bukan berarti artikel ini hanya ditujukan bagi orang tua yang memiliki anak balita. Kamu yang sudah beranjak remaja pun perlu mengetahui tipe-tipe belajar ini. Dengan mengetahui tipe belajar, proses belajar akan berjalan lebih nyaman dan menyenangkan. Seru kan kalau belajar dengan perasaan senang?

Yuk, sekarang simak uraian 3 tipe belajar anak beserta strategi belajar yang dapat digunakan.

1. Tipe Belajar Visual

Tipe belajar anak yang pertama adalah tipe belajar visual. Bagi anak yang memiliki tipe belajar visual, maka yang berperan penting dalam proses belajarnya adalah mata atau penglihatan (visual). Oleh karena itu, metode pengajaran yang digunakan sebaiknya terfokus pada peragaan. Ajaklah anak ke objek-objek yang terkait dengan pelajaran tersebut. Bisa juga dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung atau menggambarkannya di papan tulis.

Adanya gambar-gambar yang dilihatnya akan menstimulasi daya kerja otaknya untuk menyerap pelajaran lebih cepat. Gambar-gambar yang dimaksud dapat berbentuk diagram, buku pelajaran bergambar, dan video.

Baca Juga  Punya Masalah Kulit Komedo? Ini Penyebab Dan Cara Mengatasi Komedo

Selain itu, anak yang memiliki tipe belajar visual lebih cepat menangkap materi pelajaran jika dia dapat melihat langsung bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya. Dia pun memiliki kecenderungan duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Di dalam kelas, anak yang belajarnya bertipe visual lebih suka mencatat hingga untuk mendapatkan informasi.

Pada umumnya, anak yang bertipe belajar visual memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Tidak mudah terganggu keributan.
  • Lebih mudah mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar.
  • Lebih suka belajar dengan cara membaca daripada dibacakan.
  • Merupakan pembaca yang tekun.
  • Seringkali anak bertipe visual mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak terlalu pandai berbicara.
  • Lebih suka melakukan demonstrasi menggunakan gambar peraga daripada diminta untuk berpidato.
  • Terkadang memiliki masalah untuk mengingat instruksi verbal, tetapi sangat memahami instruksi tertulis.

Strategi belajar yang cocok bagi anak yang bertipe belajar visual adalah sebagai berikut.

  • Menggunakan variasi warna dalam melakukan pencatatan, seperti memberi blok warna atau garis bawah pada tulisan dan membuat grafik.
  • Mengingat suatu materi pelajaran dengan menggunakan gambar-gambar kecil. Gambar-gambar biasanya digunakan hanya sebagai penanda. Misalnya, memberi gambar bunga dengan warna yang berbeda pada tiap bagian buku yang sudah dibacanya.
  • Membaca buku yang memiliki banyak ilustrasi menarik.
  • Mengingat sesuatu dengan cara membayangkan dan membuat tulisan yang memudahkan untuk dipahami atau diingat.
2. Tipe Belajar Auditori

Tipe belajar anak yang kedua adalah tipe belajar auditori. Anak yang memiliki tipe belajar auditori sangat mengandalkan telinga dalam proses belajarnya. Dia dapat memahami pelajaran lebih cepat dengan mendengarkan ucapan gurunya dan diskusi verbal. Hafalan pun dapat dilakukannya dengan cepat jika dia membaca teks dengan suara keras atau mendengarkan rekaman suara.

Baca Juga  14 Sosok Penjelajah Dunia yang Legendaris

Pada umumnya, anak yang memiliki tipe belajar auditori memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Ketika beraktivitas terlihat suka bicara kepada dirinya sendiri.
  • Sering menggerakkan bibir ketika membaca.
  • Mudah terganggu oleh suara berisik.
  • Senang membaca dengan suara keras atau mendengarkan orang membacakan cerita untuknya.
  • Pada umumnya pandai berbicara.
  • Pandai mengeja dengan suara keras daripada menuliskannya.
  • Suka bercanda secara lisan.
  • Mempunyai sedikit masalah dengan materi pelajaran yang banyak melibatkan visual.

Strategi belajar yang cocok bagi anak bertipe belajar auditori adalah sebagai berikut.

  • Mendengarkan materi pelajaran dari alat rekam atau melalui penjelasan orang lain.
  • Memperbanyak aktivitas belajar berupa presentasi dan tanya jawab.
  • Menghindar kebisingan pada saat belajar.
  • Berpikir dan mengingat dengan mengucapkannya kembali.
3. Tipe Belajar Kinestetik

Tipe belajar anak yang ketiga adalah tipe belajar kinestetik. Anak yang bertipe belajar kinestetik cenderung mudah menerima informasi jika informasi tersebut melibatkan gerakan fisik. Anak yang memiliki tipe belajar seperti ini sulit duduk diam berjam-jam karena keinginannya untuk bereksplorasi sangatlah kuat.

Pada umumnya, anak yang memiliki tipe belajar kinsetetik memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Tidak mudah terganggu dengan situasi berisik.
  • Suka belajar melalui praktik.
  • Menghafal dengan cara berjalan dan melihat.
  • Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca.
  • Tampak sulit membaca atau menulis, tetapi hebat dalam bercerita.
  • Menyukai bacaan yang mengandung kisah aksi.
  • Suka melibatkan gerakan tubuh pada saat membaca.
  • Menyukai permainan yang menyibukkan.
  • Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka.

Strategi belajar yang cocok bagi anak bertipe belajar kinestetik adalah sebagai berikut.

  • Menggunakan gerakan dalam pelajaran, seperti uji coba secara langsung.
  • Menghindari situasi belajar yang monoton, seperti terlalu banyak duduk.
  • Mengingat sesuatu dengan aktivitas gerak.
  • Menulis di udara menggunakan gerak imajitif.
Baca Juga  Self Healing Sederhana yang Bisa Kamu Lakukan Sendiri

Itulah tipe belajar anak yang perlu diketahui oleh orang tua atau guru. Dengan mengetahui berbagai cara ini, orang tua atau guru dapat memberikan pelajaran yang dapat diterima secara optimal oleh anak atau peserta didik.

Setelah tipe belajar anak teridentifikasi, diharapkan orang tua atau guru pun mampu berkreasi dalam strategi memberikan pelajaran. Misalnya, anak yang memiliki tipe belajar kinestetik, dapat diberikan strategi belajar praktik yang tidak melulu di dalam ruangan, tetapi sesekali dapat divariasikan dengan belajar praktik di luar lapangan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Publikasi Terkait Lainnya