Cerpen: Kamu Bukan Jodohku

“Num, kenapa bengong?” Aku terkejut dengan Ruri yang tiba-tiba sudah di sampingku, padahal dia tadi pergi keluar untuk mengangkat telpon bang Rahmat, calon suaminya. Seperti kata Ruri mereka akan menikah

,

Cerpen: Hilang, Namun Dia Ada!

Sepi, malam seakan alunkan nyanyian duka, gesekan dedaunan bagai suara rintihan jiwa-jiwa yang mengambang, dentingan waktu seakan menandakan akan datangnya ketakutan itu, lebih dalam dan lebih dalam lagi. Dia masih

Cerpen: Akhirnya Ke Turkey Juga

Tidak ada kata-kata yang mampu meluapkan rasa bahagianya. Syukur itu terlalu dalam, dia menghirup udara belahan dunia lain itu dengan sangat pelan, menikmati detik perdetik disetiap helaan nafas. Tak disangka

Cerpen: Apa Kabar Senja?

Apa kabar senja?, masihkah sehangat dulu?, sudikah mendengar ceritaku?.sudah tiga januari berlalu, ku kira ku sudah lupa, ternyata dia masih saja melintasi pemikiranku. Mengusik ketenangan hati untuk kesekian kalinya.Telpon tadi

Cerpen: Kenapa Mereka bercerai?!

Jarum jam menunjuk angka 12.30, sudah setengah jam sejak aku menaiki Bus transportasi umum menuju rumah nenek. Untung aku hanya perlu menunggu 1 jam setengah lagi, jika sedikit saja lebih