Cerbung: Nur Jannah (Part 5)

Jarum jam menunjukkan angka 10, awan gelap tampak begitu tebal menutup langit pagi. Sanah hanya berdiri di depan pintu rumahnya, mencoba menerka-nerka akankah hujan turun atau tidak? Dalam hati Sanah

Cerbung: Nur Jannah (Part 4)

Surat Nur Wa’alaikumsalam Alhamdulillah aku dalam keadaan sehat tak kurang satu apapun, begitu juga kuharap semoga Allah selalu melindungi bang Hasan. Suratmu telah kuterima, aku sangat bahagia mendapat surat darimu,

Cerbung: Nur Jannah (Part 3)

Seminggu yang lalu! Gampong Seberang tampak cerah hari ini, riuh burung-burung seolah bertasbih mensyukuri hangatnya sinar matahari pagi. Jarum jam menunjuk angka 08.00. Hasan sedang duduk dipematang sawah tepat di

Cerbung: Nur Jannah (Part 2)

Seminggu berlalu, berita penolakan keluarga Yusuf oleh keluarga Nur masih menjadi topik hangat didalam kampung bahkan di luar kampung Beurandeh. Bagaimana tidak, keluarga yang menduduki kasta sosial paling tinggi dikampung

Cerbung: Nur Jannah (part 1)

Beurandeh : 1985 Siang menjelang, matahari tampak merangkak menanjak hampir menggapai puncak, angin berhembus membungkus serta hawa panas kesetiap sudut desa. Hamparan sawah dengan padi yang setengah menguning tampak meliuk-liuk