Cerpen: Patah

PATAH Waktu berjalan layaknya semestinya. Mentari sudah tergantikan rembulan. Jalanan setapak yang kulewati terasa sepi. Meskipun remang-remang, aku masih saja berjalan tanpa arah. Kulewati gang-gang kecil dengan langkah tertatih, napasku