Kasih Ibu

Muka Khanza ditekuk kesal setiap kali wanita paruh baya itu menggelar dagangan di dekat gerbang masuk sekolahnya. Dari jendela kelasnya di lantai tiga, Khanza bisa melihat ibu tuna netra itu

Topeng Monyet

Sutrisno memegangi kepalanya yang nyut-nyutan. Entah ke mana lagi dia harus mencari kerja. Pandemi COVID-19 lalu membuatnya dirumahkan dari pekerjaan sebagai buruh pabrik. Bekerja serabutan terpaksa dilakoni demi menafkahi istri

Pak Ogah

Evelyn memarkir sepeda motornya di tempat yang agak jauh dari tukang parkir. Gadis itu berharap bisa lekas melesat setelah selesai berbelanja nanti. Evelyn pun menarik lengan Zyca, sahabatnya, dengan sedikit

Pizza untuk Dee

“Aku heran sama kamu, kenapa kamu jadi sering pesen pizza? Kamu kan nggak suka pizza?” Nay memandang Dee dengan tatapan menyelidik. Sekotak pizza ukuran personal kembali tersaji di hadapannya. Ini

Titik Terendah

Setiap malam, Khanza akan mengajak begadang hingga lewat pukul 12 malam. Tugas memberi ASI harus tetap saya lakoni meski lelah melumuri. Suami sebenarnya memberi dukungan. Dia sering ikut begadang padahal

Misteri Abarua

Sepasang retina Abarua menyusuri dinding-dinding yang menjulang kokoh. Bahkan tak ada ventilasi kecil sekedar untuk pergantian udara. Telapak kakinya kembali ngilu menjejak campuran semen yang dipoles sekenanya. Teralis besi kecil

Pejuang Garis Dua

Rasa sakit menjalari otot-otot perutku. Aku memejamkan mata erat, jemariku meremas seprei tempatku berbaring. Mencoba menahan diri untuk tidak mengaduh atau menjerit. Tangan kokoh itu terus bergerak menyusuri seputar perut,

Aku Mau Mama

Aku kesal setiap kali Mama mengantarku ke sekolah. Mama selalu menurunkanku di gerbang sekolah, mencium keningku, dan berpesan agar aku belajar yang pintar. Kemudian, Mama melajukan sepeda motor menuju ke

Madu untuk Istriku

“Apakah madu yang kuseduh tiap pagi untukmu lantas membuatmu balas menghadiahkan “madu” untukku?” Ingin rasanya aku menghentikan waktu dan melewati hari ketika suamiku mengatakan kalau dia akan poligami. Meski aku

Insecure

Suara musik berdentum kencang memekakkan telinga. Lagu romantis terus mengalun. Dua sejoli yang resmi mengikat janji suci tampak berbinar-binar di pelaminan. Beberapa orang tampak berbincang santai sembari menikmati hidangan yang

Pak Abai Vs Bu Asih

Suara berisik nan memekakkan telinga kembali terdengar dari rumah tiga lantai bercat gading itu. Bersamaan dengan itu, tangis seorang bayi pecah. Merasa terusik dengan alunan musik dangdut yang disetel melebihi

Rahasia Ibu

Ibu selalu menyatakan ketidaksetujuannya setiap kali aku menyatakan ingin jadi tentara. Kurasa keren sekali kalau bisa mengenakan kostum loreng sambil menenteng senjata. Aku melonjak gembira saat outdoor learning di sekolah

Aku Berjanji Takkan Poligami

“Bagi kami, kehilangan pasangan berarti mengabdikan diri pada kesunyian abadi.” Masih kuingat jelas detik-detik terakhir menjelang kepergian istriku. Tubuhnya yang kecil dengan kulit berwarna kelam tampak lebih keruh saat itu.

Hajah Bengkok

Dia memanggil wanita berusia 65 tahun itu lebih dari lima kali, tapi yang dipanggil tak juga menoleh. “Mbah Yati… Mbah….” Perempuan berkerudung hitam itu ingin menepuk punggung Mbah Yati tapi